*MUHAMMAD BUKAN KETURUNAN ISMAIL*

Orang Arab sering mengkleim bahwa *Muhammad* adalah keturunan langsung *
Ismail*, anak ABRAHAM dari gundiknya yang pertama, *Hagar*. Tapi hal itu
sulit dibuktikan, karena orang Arab bukan bangsa terpelajar dan mereka tidak
punya catatan garis silsilah yang meyakinkan, selain dari hasil
tafsir-menafsir para ulama abad belakangan. Ada banyak versi dikeluarkan,
demi meyakinkan umat muslim sedunia bahwa nabi mereka yang bernama Muhammad
adalah keturunan Ismail. Arab tidak punya catatan sedikit pun mengenai
sejarah kehidupan nenek moyang mereka, tidak seperti Israel yang memiliki
buku sejarah Perjanjian Lama. Dari hasil penelusuran sejarah, kita dapat
sebuah catatan menarik dari sejarawan dan ilmuwan abad ke-2, bahwa penghuni
Semenanjung Arab di sebelah timur Laut Merah adalah anak-anak keturunan
gundik Abraham yang lain, yaitu Ketura.

However, before Constantine, Origin continues the Jewish tradition of
“locating the ‘the city of Madiam’ (Madyan) in northwestern Arabia to the
east of the Red Sea.” Consider his statement from antiquity:

*“And Abraham took another wife whose name was Ketura. And she bore him
Zimran [Gen. 25:1-2]. From the children of Ketura were born many nations,
which live in the Troglodyten desert, and Felix Arabia and beyond it – even
the land of the Midians, and the city of Midian lying in the desert beyond
Arabia in the region of Paran, to the east of the Red Sea.** *

*Terjemahan bagian akhir: *

Anak-anak *Ketura* melahirkan banyak suku bangsa, di mana mereka tinggal di
Gurun Troglodyten, Felix Arabia dan seterusnya - merata di daratan Midian,
dan kota Midian yang berdiri di gurun melewati Tanah Arab bagian Paran, *hingga
di sebelah timur Laut Merah*.

Jadi, bangsa yang mendiami wilayah di sebelah timur Laut Merah adalah
anak-anak keturunan gundik ABRAHAM yang kedua yang bernama *Ketura*.
Muhammad berasal dari Mekkah. Mekkah adalah sebuah kota di sebelah timur
Laut Merah. Mari kita lihat letak kota Mekkah dari peta berikut:

Sementara anak-anak keturunan Ismail, berdasarkan catatan buku sejarah,
mereka mendiami daerah sebelah utara Jazirah Arabia, dan bukan tinggal di
Semenanjung Arab *(selatan Arabia). *

Umur *Ismail* ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia
meninggal. Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.

*Mereka itu mendiami daerah dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di
sebelah timur Mesir ke arah Asyur (=Siria). Mereka menetap berhadapan dengan
semua saudara mereka.* (Kejadian 25:17-1

Apa yang disebut sebagai penduduk Tanah Arab, yang di kemudian hari disebut
Arab saja ini, tidak selalu identik dengan anak-anak keturunan Ismail. Sebab
suku-suku bangsa lain yang mendiami Tanah Arab juga disebut *orang Arab*.
Dirunut dari asal-usulnya, orang Arab itu berasal dari:

1) Anak-anak keturunan *Ismail* (dari Hagar, gundik Abraham yang pertama)

2) Anak-anak keturunan *Ketura* (gundik ke-dua Abraham)

3) Anak-anak keturunan *Esau* (saudara Yakub)

4) Anak-anak keturunan *Lot* (Moab dan Amon)

*Mari kita lihat dari catatan sejarah berikut: *

*Ucapan ilahi terhadap Arabia*. Di belukar di Arabia kamu akan bermalam, hai
kafilah-kafilah orang *Dedan*! Hai penduduk tanah *Tema*, keluarlah, bawalah
air kepada orang yang haus, pergilah, sambutlah orang pelarian dengan
roti! Sebab
mereka melarikan diri terhadap pedang, ya terhadap pedang yang terhunus,
terhadap busur yang dilentur, dan terhadap kehebatan peperangan. Sebab
beginilah firman Tuhan kepadaku: "Dalam setahun lagi, menurut masa kerja
prajurit upahan, maka segala kemuliaan *Kedar* akan habis. Dan dari
pemanah-pemanah yang gagah perkasa dari bani Kedar, akan tinggal sejumlah
kecil saja, sebab TUHAN, Allah Israel, telah mengatakannya." (Yesaya
21:13-17).

Dalam catatan di atas disebut 3 nama, yaitu Dedan, Tema dan Kedar. Dedan
adalah anak keturunan Ketura, sedangkan Tema dan Kedar adalah anak keturunan
Ismail.

Keturunan Ketura, gundik Abraham: perempuan itu melahirkan Zimran, Yoksan,
Medan, Midian, Isybak dan Suah. Anak-anak Yoksan ialah Syeba dan *Dedan*. (1
Tawarikh 1:32)

Keturunan Ketura yang bernama Dedan itu selalu dikaitkan dengan penduduk
Arab:

kepada *Dedan*, Tema, Bus dan kepada orang-orang yang berpotong tepi
rambutnya berkeliling; kepada semua raja Arab yang tinggal di padang gurun;
(Yeremia 25:23-24)

*Dedan* berdagang dengan engkau dalam kulit pelana untuk menunggang kuda. *Arab
dan semua pemuka Kedar* berdagang dengan engkau dalam anak domba, domba
jantan dan kambing jantan; dalam hal-hal itulah mereka berdagang dengan
engkau. (Yehezkiel 27:20-21)

Anak keturunan Ketura yang lain, *suku Midian*, juga tinggal di Tanah Arab
di sebelah timur Teluk Akaba dan sebelah timur Laut Merah. Lihat peta:

Dari pernyataan sejarawan abad 2, suku Midian tinggal dalam wilayah Arab di
sebelah timur Laut Merah:

*Origin (AD185 –254) *

However, before Constantine, Origin continues the Jewish tradition of
“locating the ‘the city of Madiam’ (Madyan) in northwestern Arabia to the
east of the Red Sea.” Consider his statement from antiquity: “And Abraham
took another wife whose name was Ketura. And she bore him Zimran [Gen.
25:1-2]. From the children of Ketura were born many nations, which live in
the Troglodyten desert, and Felix Arabia and beyond it – even the land of
the Midians, and *the city of Midian* lying in the desert beyond Arabia in
the region of Paran, to the east of the Red Sea.

*terjemahan bagian akhir: *

Anak-anak Ketura melahirkan banyak suku bangsa, di mana mereka tinggal di
Gurun Troglodyten, Felix Arabia dan seterusnya - merata di daratan Midian,
dan kota Midian yang berdiri di gurun melewati Tanah Arab bagian Paran, *hingga
di sebelah timur Laut Merah*.

*Esau pun juga masuk dalam cakupan bangsa Arab: *

Larilah cepat, bersembunyilah dalam liang-liang, hai penduduk *Dedan*! Sebab
malapetaka akan Kudatangkan atas *Esau*, pada waktu Aku menghukum dia.
(Yeremia 49:8 ) oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH, Aku akan
mengacungkan tangan-Ku melawan Edom (=anak keturunan Esau) dan melenyapkan
dari padanya manusia dan binatang dan Aku membuatnya menjadi reruntuhan;
dari *Teman sampai Dedan* mereka akan mati rebah oleh pedang. (Yehezkiel
25:13)

Juga para pahlawanmu, hai *Teman*, akan tertegun, supaya semua orang di
pegunungan *Esau* lenyap terbunuh. (Obaja 1:9).

Esau bercampur dengan anak Ismail:

maka Esaupun menyadari, bahwa perempuan Kanaan itu tidak disukai oleh Ishak,
ayahnya. *Sebab itu ia pergi kepada Ismael dan mengambil Mahalat menjadi
isterinya, di samping kedua isterinya yang telah ada. Mahalat adalah anak
Ismael anak Abraham, adik Nebayot.* (Kejadian 28:8-9)

Sifat-sifat orang Arab berasal dari leluhur mereka, Ismail, Esau & Lot:

*Tinggal di padang gurun*

Lalu bertambah besarlah kedua anak itu: *Esau* menjadi seorang yang pandai
berburu, *seorang yang suka tinggal di padang*, tetapi Yakub adalah seorang
yang tenang, yang suka tinggal di kemah. (Kejadian 25:27)

*Tingkah lakunya liar dan barbar*

Seorang laki-laki yang lakunya seperti keledai liar, demikianlah nanti anak
itu (=Ismail); tangannya akan melawan tiap-tiap orang dan tangan tiap-tiap
orang akan melawan dia, dan di tempat kediamannya *ia akan menentang semua
saudaranya.*" (Kejadian 16:12)

*Selalu memusuhi umat Israel dan membencinya*

*Esau menaruh dendam kepada Yakub (=leluhur Israel)* karena berkat yang
telah diberikan oleh ayahnya kepadanya, lalu ia berkata kepada dirinya
sendiri: "Hari-hari berkabung karena kematian ayahku itu tidak akan lama
lagi; *pada waktu itulah Yakub, adikku, akan kubunuh*." (Kejadian 27:41)

*Suka incest (berhubungan seks dengan satu anggota keluarga)*

Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya
perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah
ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya. Kata kakaknya kepada adiknya:
"Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat
menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi.

*Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia,
supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita*."

Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang
lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui
ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. Keesokan harinya berkatalah
kakaknya kepada adiknya: "Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah
malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur
dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita." Demikianlah
juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah
yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui
ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun. Lalu mengandunglah kedua anak
Lot itu dari ayah mereka.  Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki,
dan menamainya *Moab*; dialah bapa orang Moab yang sekarang. Yang lebih
mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah
bapa bani *Amon* yang sekarang. (Kejadian 19:30-38 )

Lihat peta lokasi tinggal anak-anak keturunan Esau (Edom) dan Lot (Moab &
Amon)

*Kenapa Arab lebih suka menyebut dirinya keturunan Ismail?*

Bila Arab tidak selalu identik dengan Hagar dan Ismail, lalu kenapa orang
Arab khususnya Muhammad selalu senang mengkait-kaitkan diri mereka dengan
Ismail? Sebab nama Hagar dan Ismail lebih dikenal dan populer di dalam Bibel
ketimbang nama anak-anak Ketura. Apalagi Ismail adalah anak sulung Abraham
dari gundiknya yang pertama. Jadi, Anda jangan heran, bila Arab senang
menghubung-hubungkan ritual PAGAN mereka dengan nama Ismail plus Abraham
untuk melindungi agama Pagan mereka dari sebutan SYIRIK.

Bila seandainya nama anak-anak Ketura yang lebih menonjol dalam sejarah
Bibel, pastilah orang Arab akan mengklaim: Dulu Ka’bah didirikan oleh Midian
bersama Abraham, atau, dulu Yoksan bersama Abraham melakukan ritual haji di
Mekkah, dst.

Jadi, bangsa yang mendiami wilayah di sebelah timur Laut Merah adalah
anak-anak keturunan gundik Abraham yang kedua yang bernama Ketura. Muhammad
berasal dari Mekkah. Mekkah adalah sebuah kota di sebelah timur Laut Merah.
Mari kita lihat letak kota Mekkah dari peta berikut:

Sementara anak-anak keturunan Ismail, berdasarkan catatan buku sejarah,
mereka mendiami daerah sebelah utara Jazirah Arabia, dan bukan tinggal di
Semenanjung Arab (selatan Arabia).

Umur Ismael ialah seratus tiga puluh tujuh tahun. Sesudah itu ia meninggal.
Ia mati dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya. *Mereka itu mendiami daerah
dari Hawila sampai Syur, yang letaknya di sebelah timur Mesir ke arah Asyur
(=Siria). **Mereka menetap berhadapan dengan semua saudara
mereka.*(Kejadian 25:17-1

Lihat peta petunjuk berikut ini.

Selama ini, suku Kedar (anak kedua Ismail) dijadikan kandidat dari bapa
leluhur Muhammad sesudah Ismail. Tapi ternyata suku Kedar mendiami sebelah
utara Jazirah Arab sesuai dengan petunjuk Buku Kejadian 25:17-18. Dengan
demikian, sangat besar kemungkinannya, suku Quraishnya Muhammad berasal dari
keturunan gundik Ketura, dan bukan keturunan Hagar.

*Anak-anak Ketura, antara lain: *

Zimran, Yoksan, Medan, Midian, Isybak dan Suah. (Kejadian 25)

Tinggal pilih: Siapa leluhurnya Muhammad di antara ke-6 nama di atas!

*Note:*

- Kisah diambil dari referensi Alkitb, karena Alkitab pemilik cerita asli
kisah Hagar dan Ismail.

- Hagar bukan wanita Arab. Mesir jaman itu bukan suku Arab.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke