Kalau orang kayak Suryana menarik inspirasi dari cerita ini dan bukannya terus menerus jadi anak buah Megawati dan penjilat orang islam yang berotak busuk, nista lagi menjijikkan, maka angan-angan Ignatius Sapto Condro A.B. ini bisa jadi kenyataan...
--- In [email protected], "sunny" <ambon@...> wrote: > > > ----- Original Message ----- > From: Ignatius Sapto Condro A.B. > To: miliscab > Sent: Tuesday, January 25, 2011 2:46 PM > Subject: [iscab] Presiden Miskin > > > > > > > > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: adryan w broto Suseno <adryan_wisnhu@...> > Date: 2011/1/24 > > > Maka Terpilihlah Presiden yang Pernah Miskin > > "Ya, sudah. Cukuplah sudah kita punya presiden yang tak pernah miskin. > Bicara peduli wong cilik-wong cilik tapi program kerja negara dari tahun ke > tahun peduli wong kayo melulu." Kata pak Nowan, yang paling cerdas diantara > para pemulung itu. > > "Jadi menurut pak nowan, gimana, toh?" Si Ipul si pengamen penasaran > bertanya. > > "Jumlah kita wong miskin di negeri ini 35 juta orang. Itu yang sudah bisa > memilih di pemilu kira-kira 20-25 juta orang. Itu di parlemen bisa dapat > minimal 40-50 perwakilan. Dengan menguasai 10% parlemen kita bisa atur > anggaran negara yang selama ini menguntungkan wong kayo untuk berorientasi > ke wong miskin.."Kata pak Nowan semangat, disambut tepuk tangan > teman-temannya sesama pemulung pengamen, anak jalanan, pedagang asongan. > Pengemis, tukang bakso, tukang parkir dan satpam pasar. > > Akhirnya di 17 Agustus 2012, di sebuah kampung kumuh pinggiran ibu kota, > partai besar itu berdiri : PARTAI MISKIN! Seorang notaris yang bapaknya dulu > petani miskin, secara sukarela mencatatkan nama partai itu, lalu 7 hari > kemudian diuruskan ke Kementrian Hukum negeri Opini. > > "Ada-ada saja nih orang-orang. PARTAI MISKIN? Hahahahahaha. Berapa anggota > partai anda?" tersenyum sinis si petugas menerima pendaftaran. > " 53 juta orang diseluruh propinsi, seluruh kabupaten, seluruh kecamatan, > seluruh desa!" Jawab pak nowan mantap. > > Bukan hanya si petugas Kementerian Hukum yang terbelalak, segera setelah > pencatatan itu dan dilakukan verifikasi, maka memang partai itu benar-benar > punya kepengurusan di semua desa/kelurahan seluruh negeri. Semua rakyat yang > masih merasa kurang makan, sandang dan perumahan mendaftar ke partai > pimpinan pak Nowan ini. Dan ada 53 juta yang menyatakan siap mengubah negeri > opini di 2014 menjadi negeri yang berpikir secara orang miskin. > > Cara penyampaian informasinya pun tidak perlu muluk-muluk dan mahal. Dari > mulut-ke mulut ide partai disampaikan, antar propinsi pakai surat, sms atau > email. Lalu dengan uang iuran yang Cuma seribu per anggota, didapat modal > awal 53 milyar. Ini digunakan untuk melengkapi perlengkapan partai dan biaya > konsolidasi pengurus yang jalan ke sana-sini naik bus umum, becak, ojek, > tetapi kalau mau ke pulau lain tetap harus naik pesawat. > > Di 17 agustus tahun 2013, Partai Miskin makin menakutkan bagi partai-partai > lama, karena semua kota, semua desa ada rumah yang memasang lambang partai > miskin, yaitu baju compang-camping. 3 lembaga survey di negeri opini > menunjukkan, kalau pemilu diadakan saat itu maka suara untuk Partai Miskin > berkisar antara 32-35%. Dan ini semakin mengejutkan karena orang-orang kelas > menengah yang kebanyakan golput di pemilu sebelumnya, lebih memutuskan > memilih partai miskin daripada golput. > > "Saya senang dengan slogan dan program serta visi dan misi partai ini: Mari > membangun negeri opini dengan pola pikir orang miskin. Pilihlah pemimpin > yang pernah miskin. Jangan pilih orang kaya yang ngaku peduli orang miskin." > kata Indri, mahasiswi simpatisan Partai Miskin. > > Dan akhirnya, tahun 2014, Juli pun tiba. Pemilu negeri opini pun akan > dilakukan. Partai penguasa yang putus asa, karena orang miskin yang selama > ini biasa disogok dengan sembako mulai cerdas, sembako diterima, tetapi > tetap milihnya mau Partai Miskin. Akhirnya diaturlah bagaimana supaya > kebanyakan orang miskin ini tidak dapat undangan atau tak terdata, seperti > yang mereka lakukan selama ini dan memang mempengaruhi hasil pemilu, karena > diduga sekirat 5 jutaan mata pilih orang miskin tak dapat undangan pemilu. > > Tetapi dimanipulasi sedemikian rupa pun, Partai Miskin tetap menang dengan > perolehan 65 juta suara dari 183 juta mata pilih, sekitar 36% kursi > parlemen. Dan mereka menduduki 178 kursi dari 500 parlemen. > Oktober 2014, Pada saat pemilihan presiden, Pak Nowan diusulkan Partai > Miskin jadi presiden, tapi dia menolak. > > "Tujuan Partai Miskin didirikan tidak muluk-muluk. Kita ingin negara ini > dibangun berorientasi ke rakyat miskin dan karena jumlah kemiskinan banyak > itu tak pernah mau di hilangkan oleh partai-partai lama, malah hanya > dimanfaatkan untuk dapat suara, makanya kita bikin Partai Miskin supaya > suaranya satu. Untuk jadi presiden, lain lagi, perlu orang yang pintar > diplomasi dan berwibawah. Kalau saya jujur aja belum bisa, kita di parlemen > dulu saja. Kita pake batik saja pun batik murah, makan masih pake tangan, > bahasa inggris gak bisa, mau ngobrol dengan tentera gak bisa. Kita perannya > di pengawasan saja. Setuju?" Kata Pak Nowan menjelaskan ke rakyatnya. > > Maka, walau parleman dikuasai orang-orang katrok bermuka hitam kumuh, > telapak tangan kasar dan bersendal butut, tetapi presiden tetap dari orang > kaya. > Anggota parlemen 178 orang dari Partai Miskin benar-benar dipilih partai > dari yang berkepribadian sederhana. Mereka semua sepakat tetap hidup > sederhana. Gaji dan tunjangan anggota parlemen yang 100 jutaan/bulan, mereka > pakai sendiri paling 10 jutaan, 90 jutaan mereka bagi-bagi ke orang miskin > di daerahnya. > > Yang paling mencolok di negeri opini sejak sepertiga parlemen dikuasai > Partai Miskin adalah anggaran belanja yang lebih ramping dan dominan ke > pengentasan kemiskinan dan anti fasilitas. Program mercusuar pembangunan > gedung ini-itu, even ini-itu tidak lolos. Study banding pejabat/parlemen ke > luar negeri ditiadakan. Kalau mau belajar, disarankan lewat internet atau > orang dari luar negeri datang ke negeri itu ngasih ceramah. Fasilitas mobil > dinas, rumah dinas ditiadakan. Anggota parlemen dari Partai Miskin tetap > tinggal di rumahnya, walau direhab dikit-dikit, dan kalau yang dari luar ibu > kota, mereka ngontrak rumah susun tipe 36, atas biaya sendiri. > > Yang membuat frustasi anggota parlemen partai lain adalah kegemaran orang > Partai miskin melaporkan gratifikasi ke badan anti korupsi. Setiap ada rapat > undang-undang atau fit and prover test yang biasanya dikasih amplop dari > orang-orang yang berkepentingan, dengan lugunya mereka melaporkannya ke > badan anti korup, sehingga anggota parlemen lainpun jadi diperiksa dengan > lie detector dan yang tidak ngaku ditahan, lalu dipecat. > > "Kurang ajar benar orang-orang miskin itu. Kalau Cuma mengandalkan 100 juta > sebulan, rugi aku jadi anggota parlemen. Ngarap uang-uang amplop inilah aku > keluar 1 M kampanye. Gara-gara rombongan katrok itu lugu sekali > melapor-laporkan amplop, aku gak bisa dapat apa-apa lagi. Enakan tetap jadi > boss preman di kampungku, bisa kudapat 200 juta sebulan. Dasar sial jadi > parlemen periode ini." gerutuh si Oye, Boss preman yang menyogok 1 M ke > partai pemenang tahun kemaren supaya masuk caleg jadi. > > Dia pernah dikasih tau pengurus partai bahwa anggota parlemen itu > penghasilannya tidak cuma gaji, tapi bisa jalan-jalan ke luar negeri, bisa > minta jatah proyek, bisa dapat amplop untuk memuluskan undang-undang dan > memilih orang-orang yang di fit prover test, bisa dapat uang terima kasih > kalo bisa jadi calo anggaran daerah-daerah pemilihannya, dll. Jadi dengan > menyogok 1 M ke partai, dan 1 M biaya kampanye bagi-bagi kaus-sembako, dia > perkirakan bisa dapat 10-15 milyar setahun atau 50-75 milyar dalam 5 tahun. > > Tapi sejak Partai Miskin mendominasi parlemen, dalam 6 bulan pertama dia > jadi anggota parlemen, dia Cuma makan dari gaji saja, Cuma dapat 600 juta, > itupun sepertiga harus stor ke partai, tinggal 300 juta. Bisa dibayangkan > geramnya dia betapa jauh panggang dari api. > > Dan perubahan besar pun terjadi, dalam 5 tahun negeri opini lebih berkembang > pesat. Kapal perang dan alat pertahanan dibeli menghabiskan 50 trilyun, dana > yang selama ini dipakai untuk plesiran dijadikan membeli itu semua, membuat > negara tetangga jadi segan dan tidak berani memprovokasi negeri opini lagi. > > Gaji tentara dan polisi dinaikkan, supaya negeri tambah aman. Program kerja > yang banyak memerlukan tenaga kerja digalakkan. Pemberian beasiswa pada > pemuda miskin yang pintar menggantikan anggaran untuk membeli mobil dinas > pejabat. 50 trilyun yang biasa dipakai untuk acara seremonial ini-itu, untuk > bikin baju-baju pejabat pun dipakai untuk bangun 100 rumah sakit Type A > gratis untuk rakyat miskin. > > Bahkan peringatan 17 Agustus 2015, pertama kalinya pengibaran bendera > dilakukan oleh 3 orang dari militer, tidak lagi oleh pasukan anak SMA yang > dilatih 3 bulanan. > > "Milyaran dana keluar untuk hanya mengibarkan bendera. Bagus, tapi boros. > Belum lagi mark-up dananya, belum lagi pelecehan-pelecehan anak-anak itu di > camp oleh seniornya. Stop pasukan-pasukanan. Kibarkan biasa saja. Uang > milyaran rupiah itu belikan krupuk biar dibagikan ke kampung-kampung untuk > lomba makan krupuk. Setuju?"Kata pak Nowan. Anggota partai lain gak berani > bantah. Udah habis suara mereka di parlemen karena dongkol. > > "Saya hanya mau bicara kalau ada uangnya. Kalau Cuma dapat segini di > parlemen, mendingan aku diam saja, atau tidur.." Kata mereka. > > Tanpa terasa, 17 Agustus 2025, 10 tahun setelah Partai Miskin menguasai > parlemen dan berhasil membuat pembangunan yang berorientasi ke rakyat > miskin, maka jumlah orang miskin pun berkurang drastis tinggal 8 juta orang, > tetapi pemilih Partai Miskin terus bertambah, dimana pemilu 2024 mereka > memenangkan 52% parlemen. Dan pak Nowan, yang sudah 10 tahun di parlemen dan > sudah mengerti bertatanegara yang baik pun terpilih jadi presiden. > > Di peringatan kemerdekaan negeri opini tahun ini pun pak Nowan memutuskan > ikut mengibarkan bendera sendiri di dampingi ketua DPR Ipul si mantan > pengamen dan Oye, mantan boss preman yang insyaf sebagai ketua MPR. Selesai > mengibarkan bendera si pemimpin besar, pak Nowan pun berpidato kenegaraan di > tahun pertamanya. > > "Gaji saya sebagai presiden 120 juta, kebutuhan hidup saya sekeluarga cuma > 30 an juta, itu pun karena saya terlanjur jadi pejabat. Masih ada 8 juta > manusia di negeri ini yang untuk makan dan berpakaian setiap hari pun > kekurangan. 90 juta sisa gaji saya sebulan akan saya kasih ke 8 juta orang > itu, minimal untuk beli beras. Lalu 5 tahun ke depan saya mau semua anggaran > belanja negeri ini berorientasi supaya 8 juta orang miskin itu tidak miskin > lagi. Dan kalau toh masih ada yang miskin, itu pun karena salah mereka > sendiri, karena judi, karena boros, dan bukan karena tidak ada yang dimakan. > > Partai Miskin, walaupun tidak ada orang miskin lagi di negeri ini, tidak > harus berganti nama dan visi-misi. Tetaplah berpikir secara orang miskin dan > kenanglah, bahwa partai ini muncul karena pernah ada 30 an juta rakyat > miskin di negeri opini yang sudah bosan janji-janji orang kaya, sehingga > kita merasa perlu punya suara sendiri yang mewakili kita. Negeri opini > sekarang sudah disegani dan kaya raya, tapi marilah kita semua tetap > berpikir sebagai orang miskin, supaya kita tidak mau lagi miskin. > > MISKIN JANGAN DIPELIHARA!MERDEKA!" > > Tepuk riuh rendah bergemah di negeri itu, sebuah > negeri yang sudah menjadi kekuatan ekonomi dunia, tetapi dipimpin oleh > presiden yang pernah jadi orang miskin. > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
