KEBENARAN MUTLAK

Kebenaran mutlak adalah kebenaran yang hakiki dan sejati, sesuatu yang dapat 
melihat dan menyatakan keseluruhan realitas secara objektif, apa adanya. 
Kebenaran mutlak ini harus hanya ada satu saja dan merupakan suatu acuan atau 
standar bagi apa yang disebut dengan kebenaran relatif. 

Kebenaran mutlak itu mempunyai sifat universal ( berlaku bagi semua orang, 
tidak 
ada perkecualian ), kekal ( lintas waktu dan ruang, tidak berubah-ubah, tidak 
berganti ), integral (tidak ada konflik di dalamnya ) dan tanpa salah ( 
bermoral 
tinggi, suci ).

Manusia jelas bukan kebenaran mutlak, karena ia tidak memenuhi 
syarat-syaratnya. 
Manusia bukan kebenaran mutlak karena ia makhluk ciptaan yang terbatas, 
bersifat 
subjektif dan dikuasai oleh ruang dan waktu. 
Bersifat subjektif artinya terhadap objek yang sama manusia mempunyai sudut 
pandang atau pendapat yang berbeda-beda. Kalau misalnya ada 1000 orang yang 
dimintai pendapatnya akan sesuatu objek, akan ada 1000 macam pandangan yang 
berbeda-beda.

Manusia mengerti sesuatu sebatas pengertiannya sendiri dan melihat sesuatu 
sebatas daya lihatnya sendiri. Dia tidak bisa dan tidak mungkin bisa mengerti 
dan melihat sesuatu sebagaimana adanya. 
Jadi kebenaran yang dilihatnya dari sudut pandangnya sendiri ( yang terbatas ) 
itu bersifat relatif, bukan absolut ( mutlak ). 
Dikuasai oleh ruang dan waktu mempunyai implikasi bahwa ia tidak mahatahu ( 
artinya banyak hal yang tidak diketahuinya), bisa salah dan selalu berubah 
berganti.

Pandangan manusia itu sangat terbatas karena ( tubuh ) manusia dibatasi oleh 
ruang dan waktu. 
Manusia hanya bisa berada pada satu tempat pada waktu tertentu. 
Indra-indra tubuh manusia tidak bisa mendeteksi sesuatu yang terlalu ekstrem. 
Mata manusia tidak bisa menangkap benda yang terlalu besar atau kecil, terlalu 
dekat atau terlalu jauh. 
Mata manusia juga tidak bisa menangkap gerakan yang terlalu cepat. 
Mata manusia hanya bisa menangkap cahaya dengan panjang gelombang dalam suatu 
rentang tertentu. 
Telinga manusia hanya dapat menangkap suara dalam rentang frekuensi tertentu. 
Otak manusia hanya dapat memikirkan pola-pola yang sudah dikenalnya sebelumnya. 
Banyak hal yang tidak atau belum diketahui manusia, dan yang tidak atau belum 
pernah terpikirkan. Dan ada hal-hal yang tidak akan pernah bisa terpikirkan 
olehnya.

Jadi kebenaran mutlak yang sejati itu harus datang dari luar manusia. Adapun 
manusia hanya bisa mempunyai kebenaran relatif. Tidak mungkin ada kebenaran 
mutlak di level manusia atau yang di bawahnya. 
Kebenaran mutlak harus datang dari level yang lebih tinggi, dari Allah. 
Jadi kebenaran mutlak adalah kebenaran yang datang dari Allah yang mahabesar.

Kebenaran relatif adalah kebenaran manusia dari sudut pandangnya sendiri yang 
terbatas terhadap kebenaran mutlak tersebut. 
Hanya ada satu kebenaran mutlak, yang bersifat objektif, yang dikelilingi oleh 
banyak kebenaran relatif yang bersifat subyektif, bagaikan matahari yang 
dikelilingi planet-planet. Makin dekat kebenaran relatif itu kepada kebenaran 
mutlak maka ia makin benar. 
Jadi yang relatif harus mendekati yang absolut, subyektivitas harus mengejar 
obyektivitas, untuk memperkecil kesenjangan di antara keduanya.

Mudah-mudahan renungan singkat di atas bisa membuat kita menjadi lebih rendah 
hati, paling tidak sadar bahwaapapun pendirian atau pendapat kita, itu hanyalah 
kebenaran relatif, kebenaran dari sudut pandangnya sendiri. 

Karena kita cenderung melupakan hal ini, dan memutlakkan yang relatif tersebut. 
Orang yang memutlakan yang relatif saya sebut sebagai orang yang ‘sok 
mahatahu’. 
Orang seperti ini merasa dia memikiki kebenaran mutlak yang sebenarnya hanya 
milik Tuhan; inilah yang dinamakan ‘kebenaran virtual’ yaitu kebenaran relatif 
yang dimutlakkan.

Sikap ‘sok mahatahu’ membuat kita menjadi otoriter, merasa paling benar, 
sombong, kasar , mudah menuduh dan menghakimi. 
Kita sering tidak sadar bahwa sehebat apapun penalaran kita dan seluas apapun 
pengetahuan kita, masih banyak hal-hal yang tidak kita ketahui. 
Sangat mungkin jika yang belum kita ketahui tersebut akan mengubah secara 
drastis semua pandangan kita yang lama, jika itu terungkap.

Disadur dari  :”The Answer”



________________________________
Dari: Jusfiq <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Sel, 25 Januari, 2011 22:50:11
Judul: [proletar] Re: Memanggil Hati Nurani Jusfiq ( jika ada )

  
Ni vangsat penipu dan bajinganpendusta kayaknya juga nggak begitu waras..

Ngomong asal ngaco begini kayak orang Islam seperti Dipo, johny-indon, 
ndeboost, 
PAREWA PAREWA, Pramana Yudha, rezameutia, Roman Proteus, Tawang dll.

--- In [email protected], "Habe" <proletar4@...> wrote:
>
> 
> ada ngga fik? 
> ngga ada ya?
> ayo ngaku ngga apa apa kok..
> 
> eh kanciang,ora isa jawab lu apa?
> 
> Situ marah marah melulu, padahal gue beneran nganjurin minum obat
> kenapa? buruk sangka lagi sama niat baik gue huh? lu kira obat yang  gue coba 
>kasih itu apa?
> 
> lu butuh sex fik
> 
> kucing kurus mandi di papan
> jusfiq buruk senggama soloist sama dipan
> 
> malu maluin etnis minang lu fik
> maksud gue perkumpulan etnis minang murtad
>


 



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke