Jadi Pramana Yudha yang memang dungu kayak anjing ini tidak tahu bahwa ajaran 
agama anjing Islam yang dianutnya itu menyuruh mukmin menggaplok istri yang 
bandel dan menyuruh mukmin memperlakukan istrinya seperti ladang yang bisa 
dimasuki tiap saat...


--- In [email protected], Pramana Yudha <pramana.yudha@...> wrote:
>
> ajaran yang mana bung? klo ngomong kok kayak ibu-ibu abis nonton sinetron....
> 
> 
> 
> ________________________________
> Dari: great.pretender2000 <great.pretender2000@...>
> Kepada: [email protected]; [email protected]
> Terkirim: Jum, 28 Januari, 2011 08:20:54
> Judul: Re: [proletar] MI: Kultur Indonesia Mendukung Kekerasan Pada Perempuan
> 
> 100% itu karena ada ajaran Islam :)
> 
> gp
> 
> 2011/1/28 Jusfiq <kesayangan.allah@...>
> 
> >
> >
> >
> > Kultur Indonesia Mendukung Kekerasan Pada Perempuan
> > Selasa, 25 Januari 2011 20:54 WIB 180 Dibaca | 2 Komentar
> >
> > ANTARA/R. Rekotom/rj
> >
> > JAKARTA--MICOM: 90 persen kultur masyarakat Indonesia mendukung adanya
> > kekerasan terhadap wanita.
> >
> > Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu komisioner Komnas Perempuan,
> > Selasa (25/1).
> >
> > Neng Dara Affiah, Komisioner Komnas Perempuan mengungkapkan hal ini di
> > sela-sela acara penggalangan dana operasional WCC (women crisis center) yang
> > tersebar di 21 provinsi di Tanah Air.
> >
> > "Kultur masyarakat Indonesia 90 persen mendukung kekerasan terhadap
> > perempuan," kata Neng.
> >
> > Menurutnya, dari 38 lembaga WCC yang tersebar, hanya 30 persen yang
> > kelembagaannya sehat baik dari sisi finansial maupun pengelolaan lembaga.
> >
> > "Banyak WCC yang kolaps akibat dana yang tidak cukup, bahkan tidak ada,"
> > lanjutnya.
> >
> > Padahal, dari data Komnas perempuan, setiap 3 menit ada seorrang wanita
> > yang mengalami tindak kekerasan.
> >
> > Neng Dara juga mengatakan jika 95 persen di antaranya adalah kekerasan
> > seksual dan 96 persen dari tindak kekerasan seksual pelakunya adalah orang
> > terdekat baik orang tua, pacar atau teman sebaya.
> >
> > "Aktor-aktor yang menentang tindak kekerasan pada wanita juga bingung.
> > Mereka tidak tahu harus menciptakan budaya seperti apa untuk menghapus
> > kekerasan. Tapi kalau disuruh menyebutkan budaya kekerasan mereka fasih,"
> > ujar Neng.
> >
> > Ia sendiri menekankan bahwa Kementerian Pemberdayaan Perempuan harus
> > melihat lebih jeli dan mendukung program-program penyelamatan bagi
> > perempuan. "Tidak ada dukungan dari pemerintah," tutur Siti Maesaroh, staf
> > Divisi Partisipasi Masyarakat Komnas Perempuan.
> >
> > Dana dari pemerintah selama ini, menurutnya, hanya cukup menindak lanjuti
> > lima wanita yang mengalami tindak kekerasan. "Kalo kami puas dengan
> > pemerintah, kami enggak perlu repot bikin acara (penggalangan dana) seperti
> > ini," pungkasnya. (*/OL-9)
> >
> >  
> >
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
> 
> 
> 
> ------------------------------------
> 
> Post message: [email protected]
> Subscribe   :  [email protected]
> Unsubscribe :  [email protected]
> List owner  :  [email protected]
> Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke