Berita ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/

yang sampai sekarang sudah dikunjungi  705  720    kali

======================================



Latar belakang mengapa Umar Said
dianugerahi Medali Kota Paris



Berhubung dengan banyaknya perhatian terhadap berita tentang ulang tahun ke
28 Restoran koperasi INDONESIA yang sekaligus juga pemberian Medali Kota
Paris kepada Umar Said, maka berikut di bawah ini disajikan berita atau
tulisan selanjutnya, sebagai pelengkap berita yang sudah disajikan dalam
website http://umarsaid.free.fr/ .



Tulisan-tulisan ini akan memungkinkan bagi banyak orang untuk mendapat
informasi tambahan guna mempunyai sekadar gambaran tentang latar belakang
mengapa Umar Said diberi penghargaan berupa Medali Kota Paris dan
menjadikannya wargakota kehormatan kota Paris (citoyen d’honneur)



Karena peristiwa yang agak istimewa ini mungkin menimbulkan keheranan bagi
sejumlah orang, dan memancing berbagai pertanyaan, maka adanya informasi
tambahan atau berbagai penjelasan akan berguna untuk diketahui.



Umar Said dikenal sejak lama sebagai orang kiri



Sejak Umar Said minta suaka politik di Prancis dalam tahun 1974 tentulah
pemerintah yang sudah berganti-ganti itu mengetahui bahwa Umar Said adalah
orang yang berhaluan politik kiri, dan pendukung Presiden Sukarno, yang
anti-imperialisme dan anti-kolonialisme, dan penentang rejim militer
Suharto.



Sebab, dalam tahun 1976 ia menjadi promotor didirikannya Komite Timor Timur
di Paris tidak lama sesudah terjadi agresi militer Indonesia untuk mencaplok
negara yang diproklamirkan Fretilin ini. Ia juga mendirikan Komite Tapol
Prancis yang diketuai Philippe Farine, pimpinan organisasi Katolik yang
terkemuka di Prancis. Kedua organisasi ini sering mengadakan
pertemuan-pertemuan atau berbagai kegiatan di Paris dan di tempat-tempat
lainnya di Prancis.



Ia juga telah berhasil mengumpulkan tanda-tangan dari tokoh-tokoh tinggi
Partai Sosialis, yang kemudian menjadi berbagai Perdana Menteri dan
Menteri-Menteri  selama kepresidenan François MITTERRAND, untuk petisi
mengenai Pramoedya Ananta Toer.



Dalam jangka lama sekali Umar Said menjalin hubungan yang erat dengan
organisasi France Libertés, yang dipimpin Madame Danielle MITTERRAND, yang
telah mengadakan pertemuan dengan Pramoedya Ananta Toer dan Joesoef Isak,
dan ibu Sulami dari YPKP di Paris.



Dalam tahun 2000 Umar Said ikut dalam delegasi Madame Danielle MITTERRAND
yang berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan di Tangerang  dengan
banyak eks-tapol yang berdatangan dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan NTT.
Delegasi ini juga menemui para eks-tapol di Jogya.



Selama 37 tahun di Paris Umar Said sering ikut dalam bermacam-macam kegiatan
dari berbagai golongan  (Prancis dan bukan Prancis) yang bergerak di bidang
HAM, untuk membela demokrasi dan untuk kebebasan. Selama bertahun-tahun ia
memelopori ikut sertanya stand Indonesia dalam Fête de l’Humanité, pesta
besar tiap tahun yang diselenggarakan oleh Partai Komunis Prancis, untuk
menyuarakan perlawanan terhadap rejim militer Suharto.



Tentunya, semuanya ini banyak sedikitnya juga diketahui oleh sejumlah  tokoh
di Prancis, termasuk pejabat-pejabat tinggi  yang dari golongan kiri dan
sosialis ( yang duduk dalam pemerintahan). Namun, bahwa Umar Said sejak lama
berhaluan politik kiri dan penentang rejim militer Suharto tidaklah
merupakan halangan baginya (bersama istrinya) untuk diundang untuk malam
musik dan jamuan makan  di Istana Elysee yang dihadiri oleh ratusan orang
yang dianggap sahabat. Waktu itu hanya Umar Said dan istrinya adalah orang
Asia yang kelihatan di antara para undangan.



Bagi Umar Said, sebagai salah satu dari begitu banyak korban rejim militer
Suharto,  peristiwa ini merupakan indikasi bahwa,  pada dasarnya, sebenarnya
pemerintahan di bawah Presiden MITTERAND bersama tokoh-tokohnya mempunyai
simpati terhadap golongan kiri yang menjadi korban dari berbagai politik
rejim militer di bawah Suharto. Sikap tokoh-tokoh tinggi golongan sosialis
terhadap Umar Said selama puluhan tahun merupakan bukti tentang fenomena
ini.



Arti Medali Kota Paris bagi golongan kiri Indonesia




Pemberian Medali Kota Paris kepada Umar Said pada kesempatan ulangtahun
Restoran Koperasi INDONESIA memang bisa dipandang sebagai peristiwa luar
biasa bagi para korban Orde Baru atau penentang rejim militer Suharto.
Sebab, seorang yang lahir di Malang dan besar di Blitar yang di usia
lanjutnya dianugerahi Medali Kota Paris dan menjadi wargakota kehormatan
ibukota Prancis  memang merupakan hal yang cukup menarik.



Semuanya itu kelihatan lebih jelas lagi dari pidato Christian SAUTTER,
bekas wakil sekjen Istana Kepresidenan Elysée dan Menteri Budget, yang
menyerahkan Medali Kota Paris beserta piagamnya kepada Umar Said.



Dalam pidato yang diucapkan tanpa teks itu , tokoh tinggi yang berhaluan
sosialis ini menegaskan bahwa Walikota Paris, Bertrand Delanoue beserta
kotaprajanya memutuskan memberikan penghargaan kepada Umar Said karena
dianggap sebagai militant (pejuang atau aktivis) untuk Fraternité
(persaudaraan) dan Liberté (kebebasan).



Sebagai penjelasan ia menceritakan kepada para pengunjung malam itu bahwa
Umar Said pada usia mudanya ikut dalam perjuangan untuk kemerdekaan
Indonesia, dan ketika kemudian menjadi wartawan ia membikin
reportase-reportase tentang konferensi Bandung.



Christian SAUTTER mengatakan bahwa sebagai amateur sejarah dan
peristiwa-peristiwa penting (ia adalah pakar mengenai soal-soal Jepang)
bahwa konferensi Bandung (yang Presiden Sukarno adalah tuan rumahnya)
merupakan peristiwa yang amat bersejarah bagi perjuangan bangsa-bangsa, yang
kemudian menjadi gerakan non-blok.Sayangnya, kata Christian SAUTTER  bahwa
perjuangan ini berhenti dalam tahun 1965 dengan terjadinya kudeta (oleh
Suharto).



Kepada para peserta pertemuan malam itu, ChristianSAUTTER mengatakan bahwa
setelah datang ke Prancis dalam tahun 1974 kemudian Umar Said  telah
menolong kawan-kawannya yang lain untuk datang ke Prancis. Waktu itu  ia
memiliki gagasan yang ideal dan eksepsionel (istimewa) mendirikan SCOP
Fraternité untuk memungkinkan kawan-kawannya itu menjadi otonom dan berdiri
di atas kaki sendiri.



Yang dianggap eksepsionel oleh Chrintian SAUTTER, yang menjabat sebagai
Wakil Walikota Paris dan bertugas di bidang tenaga kerja (emploi),
developement économique (pengembangan ekonomi) dan attractivité
internationale (perhatian internasional) adalah bahwa hampir 100 orang
pernah bekerja dalam restoran koperasi ini. Ini adalah prestasi yang besar.



Itu semua mendorong Walikota Paris memberikan Medali kepada Umar Said
sebagai orang yang dipandang sebagai militant untuk Fraternité dan militant
untuk Liberté, kata Christian SAUTTER.



Pengalaman Louis JOINET soal Timor Timur dan  Indonesia


Dalam pertemuan malam itu Louis JOINET, mantan pejabat tinggi di
pemerintahan Prancis di bawah kepresidenan François MITTERRAND (ia adalah
penasehat hukum para Perdana Menteri yang berganti-ganti lima kali) sebelum
cerita panjang tentang hubungannya dengan Umar Said ia minta kepada
Christian SAUTTER untuk menyampaikan terimakasihnya, atas nama
sahabat-sahabat lainnya,   kepada Walikota Bertand Delanoue atas
keputusannya untuk mengumumkan Umar Said sebagai wargakota kehormatan kota
Paris.



Kemudian dengan menelusuri arsip-arsipnya ia menceritakan kisah
perkenalannya dengan soal-soal Timor Timur berkat Umar Said, antara lain
dengan pertemuan soal Timor Timur di Lisabon (Portugal) dalam tahun  1976.
Sebelum itu, ia tidak tahu sama sekali masalah-masalah Timor Timur, katanya.



Ia mengatakan bahwa sejak itu ia banyak tahu soal Timor Timur dari Umar
Said, dan kemudian dari pekerjaannya sebagai expert yang mewakili Prancis
dalam Komisi PBB untuk Orang-orang yang Hilang.



Diceritakannya bahwa ia adalah expert PBB  yang pertama ke Timor Timur untuk
mengadakan penyelidikan tentang orang-orang yang dihilangkan. Dalam rangka
ini juga ia ke Indonesia untuk soal-soal yang berkaitan dengan pelanggaran
HAM, dan bertemu dengan Jenderal Wiranto dan mengunjungi penjara Cipinang
untuk bertemu dengan Xanana Gusmao.



Dalam ceritanya mengenai kunjungan ke Indonesia ini ia menguraikan tentang
berbagai perlakuan terhadap para korban tindakan penahanan sewenang-wenang
(détention arbitraire) oleh diktaturnya  Suharto.



Tentang Restoran koperasi INDONESIA ia menceritakan beberapa anekdote ketika
berkunjung ke Indonesia. Ia pernah ditanya oleh seorang pejabat apakah ia
kenal restoran INDONESIA, dan jawabnya adalah « Masakannya enak », dan
ketika ia ditanya apa ia juga mengisi buku tamu (livre d’or) restoran semua
pendengar pada malam itu ketawa terbahak-bahak.



Ia mengatakan bahwa buku tamu restoran INDONESIA adalah istimewa, karena
berbagai pembesar atau tokoh, di antaranya terdapat anggota-anggota
parlemen, yang berkunjung ke restoran. Menurutnya, sampai-sampai dinas
rahasia Prancis pernah terheran-heran dan menyelidiki mengapa begitu banyak
tokoh-tokoh yang mengunjungi restoran ini.



Ia mengatakan juga bahwa sebagai pejabat yang bekerja di Matignon (kantor
Perdana Menteri) ia mendapat laporan-laporan resmi. Dalam salah satu laporan
itu disebutkan bahwa para diplomat Indonesia pernah dianjurkan untuk tidak
mendatangi restoran ini. Juga ada laporan bahwa ada usaha KBRI untuk
didirikannya restoran Indonesia lainnya, tetapi ternyata tidak jalan, karena
orang selalu berdatangan memilih restoran koperasi INDONESIA.



Dari pengalaman yang sudah ditempuh selama ini, Louis JOINET menganggap
bahwa projek didirikannya restoran koperasi adalah pengalaman yang hebat
(formidable).



Dengan sejumlah kecil cuplikan isi pidato kedua tokoh tingkat tinggi Prancis
ini dapat diperoleh sekadar gambaran tentang usaha kolektif yang dijalankan
oleh sejumlah korban rejim Orde Baru dengan mendirikan restoran koperasi
yang sudah berusia 28 tahun, dan juga sedikit latar belakang pemberian
Medali Kota Paris kepada Umar Said.



Dari bahan-bahan yang disajikan di atas ini juga dapat dimengerti bahwa
pemberian Medali Kota Paris oleh Walikota dan kotapraja Paris kepada Umar
Said adalah didasarkan atas berbagai pertimbangan dan usul banyak orang dan
juga pengamatan yang cukup lama tentang apa yang sudah dikerjakannya selama
ini.





  =============




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke