http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=271586

KECELAKAAN ANGKUTAN UMUM
Menhub Gagal Benahi Transportasi Massal 

TERBAKAR -- Kapal feri Laut Teduh II terbakar di Selat Sunda, Merak, Banten, 
Jumat (28/1). Sedikitnya 19 orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka serta 
puluhan kendaraan roda empat ikut musnah terbakar. Kapal tersebut terbakar 
pukul 02.30 Wib dalam perjalanan dari Merak menuju Lampung. (AP) 
Sabtu, 29 Januari 2011


JAKARTA (Suara Karya): Menteri Perhubungan Freddy Numberi mendapat sorotan 
tajam menyusul terjadinya musibah terbakarnya kapal KMP Laut Teduh II di Selat 
Sunda dan insiden KA Mutiara Selatan menabrak KA Kutojaya di Banjar, Jawa 
Barat, Jumat kemarin. Kebakaran di laut itu mengakibatkan sedikitnya 19 orang 
tewas, sedangkan insiden KA menabrak KA membuat 5 orang tewas. 

Kritikan tajam atas kinerja Kementerian Perhubungan antara lain dilontarkan 
anggota Komisi V DPR KH Abdul Hakim dari Fraksi PKS dan Roem Kono dari Fraksi 
Partai Golkar di tempat terpisah. Fraksi PKS DPR bahkan mendesak Menteri 
Perhubungan Freddy Numberi mengundurkan diri setelah ia dinilai gagal membenahi 
sarana transportasi massal. 

Abdul Hakim mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk melakukan 
evaluasi terhadap Menteri Perhubungan Freddy Numberi dan pejabat terkait 
menyusul terjadinya dua peristiwa tragis itu. 

"Saya minta Presiden RI segera mengevaluasi Menhub dan pejabat terkait karena 
ternyata tidak mampu memperbaiki layanan dan menjamin keselamatan transportasi 
massal, termasuk angkutan laut, khususnya penyeberangan," katanya saat 
dihubungi di Jakarta, Jumat. 

Menurut Hakim yang juga Sekretaris F-PKS, kinerja Kementerian Perhubungan belum 
memuaskan dalam penyelenggaraan transportasi massal. "Kemenhub juga masih 
setengah hati menjalankan paket UU Transportasi, khususnya amanat UU No 23/2007 
tentang Perkeretaapian," katanya. 

Ia menilai, program roadmap to zero accident yang digadang-gadang pemerintah 
juga masih sebatas rencana, belum sampai pada aksi konkret di lapangan. 
Sehingga tak mengherankan, kecelakaan transportasi khususnya kereta api masih 
kerap terjadi. 

"Terbukti, dalam rentang waktu tiga bulan sejak tabrakan KA Logawa di 
Petarukan, Oktober lalu, rentetan kecelakaan KA masih kerap terjadi," katanya. 

Hakim juga meminta Kementerian Perhubungan untuk segera melakukan evaluasi 
komprehensif atas musibah tabrakan KA itu. Ia menilai, musibah tabrakan KA itu 
menunjukkan buruknya kinerja pemerintah di bidang perkeretaapian, dan karenanya 
Kemenhub harus mengambil langkah-langkah radikal agar kecelakaan serupa tidak 
terjadi lagi. 

Fraksi PKS DPR mendesak Menteri Perhubungan Freddy Numbery mengundurkan diri 
setelah ia dinilai gagal membenahi sarana transportasi massal, Jika tidak, kata 
Abdul Hakim, fraksi-fraksi di DPR akan menggalang dukungan usulan hak angket 
atas kelalaian pemerintah mengimplementasi UU Nomor 23/2007 tentang 
Perkeretaapian dan UU Nomor 17/2008 tentang Pelayaran. 

Dikatakannya, dua musibah yang terjadi Jumat kemarin merupakan bukti 
ketidakmampuan menteri dan jajarannya membenahi transportasi massal. 

Menhub saat ini telah dianggap lalai dalam mengimplementasikan UU 
Perkeretaapian dan Pelayaran. "Sudah berulang kali kami sampaikan kepada 
pemerintah melalui Menhub agar segera membenahi transportasi massal kita, mulai 
dari angkutan darat, laut, udara, hingga kereta api. Tapi, desakan itu hampir 
tidak pernah direalisasikan dalam bentuk langkah konkret seperti yang 
diamanatkan dalam 4 UU transportasi yang sudah disahkan DPR," katanya. 

"Yang terkesan justru pemerintah sengaja membiarkan operator-operator ini jalan 
sendiri tanpa pengawasan dan pembinaan," katanya. 

Sama seperti KH Abdul Hakim, di tempat terpisah Roem Kono amat prihatin atas 
terjadinya dua musibah kemarin. DPR sendiri katanya, sudah mengambil sikap 
tegas untuk membentuk panita kerja kereta api untuk memperbaiki kinerja dari 
penyedia transportasi massal ini. 

"Ini merupakan pukulan berat di sektor transportasi, apalagi baru saja ada 
pergantian manajemen baru di PT KA," katanya. 

Diakuinya, moda kereta api kurang mendapatkan perhatian yang serius dari 
pemerintah. Untuk itu, harusnya ada terobosan yang bisa dilakukan pemerintah 
untuk meningkatkan kualitas pelayanan dari kereta api ini. 

Namun, menurutnya, menuntut mundur Menteri Perhubungan akibat kegagalannya 
dalam menata dan memperbaiki kualitas pelayanan tidak lantas menyelesaikan 
masalah. Yang paling penting ke depan adalah membuat grand design yang baik, 
yang terarah dari pemerintah, dalam menata pelayanan transportasi. 

"Kinerja Kementerian Perhubungan memang terus merosot, tetapi jika menuntut 
mundur Menhub, ini tidak menyelesaikan masalah," ujarnya. 

Sementara itu, Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Said Didu menyatakan, 
terdapat tiga hal mendasar yang perlu diselesaikan untuk mengantisipasi 
terjadinya kecelakaan kereta api yang terus berulang, yakni penerapan seluruh 
standar operasi dan keselamatan KA sesuai dengan standar internasional., 
termasuk rasionalisasi tarif dengan menaikkan tarif atau menaikkan anggaran PSO 
(public service obligation). 

"Kedua, penyelesaian segera masalah pengelolaan aset prasarana kereta api dan 
tanggung jawab pemeliharaan rel antara pemerintah dan PT KA sebagaimana amanat 
UU Perkeretaapian. Ketiga, melalui penetapan kebijakan pemerintah yangg 
konsisten dan bersifat jangka panjang untuk memberikan kepastian investasi 
perkeretaapian," katanya. 

Di tempat lain, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang 
S Ervan mengatakan, tim investigator dari KNKT telah ditugaskan melakukan 
penyelidikan ke lokasi kejadian. "Sudah ada tim dari KNKT yang datang ke lokasi 
tersebut," katanya. 

Direktur Usaha Kepelabuhanan PT ASDP Indonesia Ferry Prasetyo Bhakti Utomo 
mengatakan, seluruh penumpang termasuk kendaraan yang ikut menjadi korban 
kebakaran di kapal itu mendapat santunan, baik dari pihak perusahaan pelayaran 
maupun asuransi. 

Sementara itu, Menteri Kesehatan (Menkes) dr Endang Rahayu Sedyaningsih 
menyatakan, seluruh biaya perawatan korban musibah itu digratiskan. 

Sementara itu, anggota Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Whosep 
Muktamar mengatakan dalam waktu dekat melakukan investigasi lebih lanjut untuk 
mengetahui penyebab tabrakan kereta api Mutiara Selatan dan KA Kutojaya di 
Stasiun Langensari, Kota Banjar. 

Sebagai langkah pertama, pihaknya akan menanyai sejumlah pihak, termasuk 
saksi-saksi. "Untuk mengetahui penyebab kecelakaan, dibutuhkan waktu paling 
lambat tiga bulan," ujarnya. Diakui, saat KNKT telah mengantongi beberapa hal 
tentang penyebab kecelakaan itu. "Ini final. Untuk itu, kami masih 
mendalaminya," katanya. (Syamsuri S/Rully/Antara/Yon Parjiyono/Dwi Putro AA) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke