pik, elu ngga malu nyampah di thread ttg umar said yg dapet penghargaan?
lu punya malu ngga sih pik? --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@...> wrote: > > > Akan saya ulang-ulang memuat posting yang tidak bisa dibantah oleh "Roman > Proteus" ini... > > Agar tidak ada yang luput membacanya. > > -- > > Jadi, saya ulang: otak "Roman Proteus" itu jelas sudah rusak... > > Jadi, saya ulang: otak "Roman Proteus" itu jelas sudah rusak... > > Dia bukan manusia normal lagi. > > Dia sudah gila. > > Saya rentang.... > > "Roman Proteus" itu adalah korban kedunguan orang tuanya yang > dungu-dungu kayak anjing dan yang tidak memberikan pendidikan yang memadai > untuk > dia: dia juga dungu kayak anjing seperti mereka. > > > Dia tidak dilatih untuk memakai otaknya buat berfikir, dia tidak dilatih untuk > berfikir kritis. > > > Dia tidak dilatih untuk mempertanyakan apa yang dikatakan orang sekelilingnya. > > Dia dilatih buat biasa bersikap seperti anjing budug lapar dihadapan taik > angat: > diajar untuk melahap apa saja yang dikatakan orang sekelilingnya. > > Makanya, dia sama-sama tidak punya harga diri seperti orang tuanya yang dungu > kayak anjing itu dan sama-sama bersedia menjadi korban kibulan orang Arab > primitif. > > > Lalu, berkat kemajuan teknologi, dia punya akses ke internet dan sempat > melihat > kenyataan lain yang pahit lagi menyilaukan yang ditunjukkan orang lain di > internet: ajaran agama Islam yang dianutnya dan yang dikiranya berdasarkan > kebenaran dan berdasarkan wahyu dari Allah itu ternyata cuman berdasarkan > omong > kosong dan kibulan hasil khayalan orang Arab primitif. > > > Karena dia tidak dilatih untuk memakai otaknya untuk berfikir dan untuk > mempertanyakan apa yang dia yakini selama ini maka dia bingung dihadapan > kenyataan itu: groggy. > > Dia jadi gila. > > Gila dan lantas kalap. > > Lalu dia jadi tukang fitnah dan penyebar dusta. > > Seperti halnya hampir semua peserta Islam yang hadir disini yang seperti dia > juga > tidak terlatih untuk memakai otak mereka buat berfikir, untuk berfikir secara > kritis. > > Untuk kembali menemukan keseimbangan, hanya psikiater yang bisa menolongnya. > > Tapi "Roman Proteus" takut berobat. > > --- In [email protected], "Roman Proteus" <pt_kasoet@> wrote: > > > > > > > > > > > > -----Original Message----- > > From: "Roman Proteus" <pt_kasoet@> > > Date: Fri, 28 Jan 2011 23:57:49 > > To: Indonesia<[email protected]>; > > Proletar<[email protected]> > > Reply-To: pt_kasoet@ > > Subject: Fw: [proletar] Latar belakang mengapa Umar Said dianugerahi Medali > > Kota Paris > > > > Umar Said teman just PIG jauh lebih bermanfaat hidupnya sampai dapat > > pernghargaan dan beliau punya website > > > > Sementara just pig menunggu ajal sambil posting sampah dan hal hal tidak > > berguna > > > > Udah itu kerjaannya cuman ngulang ngulang hal gak penting di milist milist, > > COPY PASTE dan sumpah serapah > > > > Penghargaan yang dia dapat adalah ledekan orang orang dan dia merasa > > berbahagia dengan diledekin > > > > Sarap memang tapi patut dikasihani > > > > > > > > > > > > -----Original Message----- > > From: "Umar Said" <kontak@> > > Sender: [email protected] > > Date: Fri, 28 Jan 2011 18:10:45 > > To: <[email protected]> > > Reply-To: [email protected] > > Subject: [proletar] Latar belakang mengapa Umar Said dianugerahi Medali > > Kota Paris > > > > > > Berita ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/ > > > > yang sampai sekarang sudah dikunjungi 705 720 kali > > > > ====================================== > > > > > > > > Latar belakang mengapa Umar Said > > dianugerahi Medali Kota Paris > > > > > > > > Berhubung dengan banyaknya perhatian terhadap berita tentang ulang tahun ke > > 28 Restoran koperasi INDONESIA yang sekaligus juga pemberian Medali Kota > > Paris kepada Umar Said, maka berikut di bawah ini disajikan berita atau > > tulisan selanjutnya, sebagai pelengkap berita yang sudah disajikan dalam > > website http://umarsaid.free.fr/ . > > > > > > > > Tulisan-tulisan ini akan memungkinkan bagi banyak orang untuk mendapat > > informasi tambahan guna mempunyai sekadar gambaran tentang latar belakang > > mengapa Umar Said diberi penghargaan berupa Medali Kota Paris dan > > menjadikannya wargakota kehormatan kota Paris (citoyen d'honneur) > > > > > > > > Karena peristiwa yang agak istimewa ini mungkin menimbulkan keheranan bagi > > sejumlah orang, dan memancing berbagai pertanyaan, maka adanya informasi > > tambahan atau berbagai penjelasan akan berguna untuk diketahui. > > > > > > > > Umar Said dikenal sejak lama sebagai orang kiri > > > > > > > > Sejak Umar Said minta suaka politik di Prancis dalam tahun 1974 tentulah > > pemerintah yang sudah berganti-ganti itu mengetahui bahwa Umar Said adalah > > orang yang berhaluan politik kiri, dan pendukung Presiden Sukarno, yang > > anti-imperialisme dan anti-kolonialisme, dan penentang rejim militer > > Suharto. > > > > > > > > Sebab, dalam tahun 1976 ia menjadi promotor didirikannya Komite Timor Timur > > di Paris tidak lama sesudah terjadi agresi militer Indonesia untuk mencaplok > > negara yang diproklamirkan Fretilin ini. Ia juga mendirikan Komite Tapol > > Prancis yang diketuai Philippe Farine, pimpinan organisasi Katolik yang > > terkemuka di Prancis. Kedua organisasi ini sering mengadakan > > pertemuan-pertemuan atau berbagai kegiatan di Paris dan di tempat-tempat > > lainnya di Prancis. > > > > > > > > Ia juga telah berhasil mengumpulkan tanda-tangan dari tokoh-tokoh tinggi > > Partai Sosialis, yang kemudian menjadi berbagai Perdana Menteri dan > > Menteri-Menteri selama kepresidenan François MITTERRAND, untuk petisi > > mengenai Pramoedya Ananta Toer. > > > > > > > > Dalam jangka lama sekali Umar Said menjalin hubungan yang erat dengan > > organisasi France Libertés, yang dipimpin Madame Danielle MITTERRAND, yang > > telah mengadakan pertemuan dengan Pramoedya Ananta Toer dan Joesoef Isak, > > dan ibu Sulami dari YPKP di Paris. > > > > > > > > Dalam tahun 2000 Umar Said ikut dalam delegasi Madame Danielle MITTERRAND > > yang berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan di Tangerang dengan > > banyak eks-tapol yang berdatangan dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan NTT. > > Delegasi ini juga menemui para eks-tapol di Jogya. > > > > > > > > Selama 37 tahun di Paris Umar Said sering ikut dalam bermacam-macam kegiatan > > dari berbagai golongan (Prancis dan bukan Prancis) yang bergerak di bidang > > HAM, untuk membela demokrasi dan untuk kebebasan. Selama bertahun-tahun ia > > memelopori ikut sertanya stand Indonesia dalam Fête de l'Humanité, pesta > > besar tiap tahun yang diselenggarakan oleh Partai Komunis Prancis, untuk > > menyuarakan perlawanan terhadap rejim militer Suharto. > > > > > > > > Tentunya, semuanya ini banyak sedikitnya juga diketahui oleh sejumlah tokoh > > di Prancis, termasuk pejabat-pejabat tinggi yang dari golongan kiri dan > > sosialis ( yang duduk dalam pemerintahan). Namun, bahwa Umar Said sejak lama > > berhaluan politik kiri dan penentang rejim militer Suharto tidaklah > > merupakan halangan baginya (bersama istrinya) untuk diundang untuk malam > > musik dan jamuan makan di Istana Elysee yang dihadiri oleh ratusan orang > > yang dianggap sahabat. Waktu itu hanya Umar Said dan istrinya adalah orang > > Asia yang kelihatan di antara para undangan. > > > > > > > > Bagi Umar Said, sebagai salah satu dari begitu banyak korban rejim militer > > Suharto, peristiwa ini merupakan indikasi bahwa, pada dasarnya, sebenarnya > > pemerintahan di bawah Presiden MITTERAND bersama tokoh-tokohnya mempunyai > > simpati terhadap golongan kiri yang menjadi korban dari berbagai politik > > rejim militer di bawah Suharto. Sikap tokoh-tokoh tinggi golongan sosialis > > terhadap Umar Said selama puluhan tahun merupakan bukti tentang fenomena > > ini. > > > > > > > > Arti Medali Kota Paris bagi golongan kiri Indonesia > > > > > > > > > > Pemberian Medali Kota Paris kepada Umar Said pada kesempatan ulangtahun > > Restoran Koperasi INDONESIA memang bisa dipandang sebagai peristiwa luar > > biasa bagi para korban Orde Baru atau penentang rejim militer Suharto. > > Sebab, seorang yang lahir di Malang dan besar di Blitar yang di usia > > lanjutnya dianugerahi Medali Kota Paris dan menjadi wargakota kehormatan > > ibukota Prancis memang merupakan hal yang cukup menarik. > > > > > > > > Semuanya itu kelihatan lebih jelas lagi dari pidato Christian SAUTTER, > > bekas wakil sekjen Istana Kepresidenan Elysée dan Menteri Budget, yang > > menyerahkan Medali Kota Paris beserta piagamnya kepada Umar Said. > > > > > > > > Dalam pidato yang diucapkan tanpa teks itu , tokoh tinggi yang berhaluan > > sosialis ini menegaskan bahwa Walikota Paris, Bertrand Delanoue beserta > > kotaprajanya memutuskan memberikan penghargaan kepada Umar Said karena > > dianggap sebagai militant (pejuang atau aktivis) untuk Fraternité > > (persaudaraan) dan Liberté (kebebasan). > > > > > > > > Sebagai penjelasan ia menceritakan kepada para pengunjung malam itu bahwa > > Umar Said pada usia mudanya ikut dalam perjuangan untuk kemerdekaan > > Indonesia, dan ketika kemudian menjadi wartawan ia membikin > > reportase-reportase tentang konferensi Bandung. > > > > > > > > Christian SAUTTER mengatakan bahwa sebagai amateur sejarah dan > > peristiwa-peristiwa penting (ia adalah pakar mengenai soal-soal Jepang) > > bahwa konferensi Bandung (yang Presiden Sukarno adalah tuan rumahnya) > > merupakan peristiwa yang amat bersejarah bagi perjuangan bangsa-bangsa, yang > > kemudian menjadi gerakan non-blok.Sayangnya, kata Christian SAUTTER bahwa > > perjuangan ini berhenti dalam tahun 1965 dengan terjadinya kudeta (oleh > > Suharto). > > > > > > > > Kepada para peserta pertemuan malam itu, ChristianSAUTTER mengatakan bahwa > > setelah datang ke Prancis dalam tahun 1974 kemudian Umar Said telah > > menolong kawan-kawannya yang lain untuk datang ke Prancis. Waktu itu ia > > memiliki gagasan yang ideal dan eksepsionel (istimewa) mendirikan SCOP > > Fraternité untuk memungkinkan kawan-kawannya itu menjadi otonom dan berdiri > > di atas kaki sendiri. > > > > > > > > Yang dianggap eksepsionel oleh Chrintian SAUTTER, yang menjabat sebagai > > Wakil Walikota Paris dan bertugas di bidang tenaga kerja (emploi), > > developement économique (pengembangan ekonomi) dan attractivité > > internationale (perhatian internasional) adalah bahwa hampir 100 orang > > pernah bekerja dalam restoran koperasi ini. Ini adalah prestasi yang besar. > > > > > > > > Itu semua mendorong Walikota Paris memberikan Medali kepada Umar Said > > sebagai orang yang dipandang sebagai militant untuk Fraternité dan militant > > untuk Liberté, kata Christian SAUTTER. > > > > > > > > Pengalaman Louis JOINET soal Timor Timur dan Indonesia > > > > > > Dalam pertemuan malam itu Louis JOINET, mantan pejabat tinggi di > > pemerintahan Prancis di bawah kepresidenan François MITTERRAND (ia adalah > > penasehat hukum para Perdana Menteri yang berganti-ganti lima kali) sebelum > > cerita panjang tentang hubungannya dengan Umar Said ia minta kepada > > Christian SAUTTER untuk menyampaikan terimakasihnya, atas nama > > sahabat-sahabat lainnya, kepada Walikota Bertand Delanoue atas > > keputusannya untuk mengumumkan Umar Said sebagai wargakota kehormatan kota > > Paris. > > > > > > > > Kemudian dengan menelusuri arsip-arsipnya ia menceritakan kisah > > perkenalannya dengan soal-soal Timor Timur berkat Umar Said, antara lain > > dengan pertemuan soal Timor Timur di Lisabon (Portugal) dalam tahun 1976. > > Sebelum itu, ia tidak tahu sama sekali masalah-masalah Timor Timur, katanya. > > > > > > > > Ia mengatakan bahwa sejak itu ia banyak tahu soal Timor Timur dari Umar > > Said, dan kemudian dari pekerjaannya sebagai expert yang mewakili Prancis > > dalam Komisi PBB untuk Orang-orang yang Hilang. > > > > > > > > Diceritakannya bahwa ia adalah expert PBB yang pertama ke Timor Timur untuk > > mengadakan penyelidikan tentang orang-orang yang dihilangkan. Dalam rangka > > ini juga ia ke Indonesia untuk soal-soal yang berkaitan dengan pelanggaran > > HAM, dan bertemu dengan Jenderal Wiranto dan mengunjungi penjara Cipinang > > untuk bertemu dengan Xanana Gusmao. > > > > > > > > Dalam ceritanya mengenai kunjungan ke Indonesia ini ia menguraikan tentang > > berbagai perlakuan terhadap para korban tindakan penahanan sewenang-wenang > > (détention arbitraire) oleh diktaturnya Suharto. > > > > > > > > Tentang Restoran koperasi INDONESIA ia menceritakan beberapa anekdote ketika > > berkunjung ke Indonesia. Ia pernah ditanya oleh seorang pejabat apakah ia > > kenal restoran INDONESIA, dan jawabnya adalah « Masakannya enak », dan > > ketika ia ditanya apa ia juga mengisi buku tamu (livre d'or) restoran semua > > pendengar pada malam itu ketawa terbahak-bahak. > > > > > > > > Ia mengatakan bahwa buku tamu restoran INDONESIA adalah istimewa, karena > > berbagai pembesar atau tokoh, di antaranya terdapat anggota-anggota > > parlemen, yang berkunjung ke restoran. Menurutnya, sampai-sampai dinas > > rahasia Prancis pernah terheran-heran dan menyelidiki mengapa begitu banyak > > tokoh-tokoh yang mengunjungi restoran ini. > > > > > > > > Ia mengatakan juga bahwa sebagai pejabat yang bekerja di Matignon (kantor > > Perdana Menteri) ia mendapat laporan-laporan resmi. Dalam salah satu laporan > > itu disebutkan bahwa para diplomat Indonesia pernah dianjurkan untuk tidak > > mendatangi restoran ini. Juga ada laporan bahwa ada usaha KBRI untuk > > didirikannya restoran Indonesia lainnya, tetapi ternyata tidak jalan, karena > > orang selalu berdatangan memilih restoran koperasi INDONESIA. > > > > > > > > Dari pengalaman yang sudah ditempuh selama ini, Louis JOINET menganggap > > bahwa projek didirikannya restoran koperasi adalah pengalaman yang hebat > > (formidable). > > > > > > > > Dengan sejumlah kecil cuplikan isi pidato kedua tokoh tingkat tinggi Prancis > > ini dapat diperoleh sekadar gambaran tentang usaha kolektif yang dijalankan > > oleh sejumlah korban rejim Orde Baru dengan mendirikan restoran koperasi > > yang sudah berusia 28 tahun, dan juga sedikit latar belakang pemberian > > Medali Kota Paris kepada Umar Said. > > > > > > > > Dari bahan-bahan yang disajikan di atas ini juga dapat dimengerti bahwa > > pemberian Medali Kota Paris oleh Walikota dan kotapraja Paris kepada Umar > > Said adalah didasarkan atas berbagai pertimbangan dan usul banyak orang dan > > juga pengamatan yang cukup lama tentang apa yang sudah dikerjakannya selama > > ini. > > > > > > > > > > > > ============= > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
