KOMPAS.com — Bila pernah merasakan tindakan bedah atau cabut gigi, tentu Anda 
sudah tidak asing dengan istilah anestesi. Akan tetapi, meski prosedur anestesi 
sudah dipakai dalam dunia medis lebih dari 150 tahun, ilmu pengetahuan belum 
memahami dengan pasti bagaimana obat ini bekerja dalam tubuh.

Sebelum anestesi ditemukan, dokter dan dokter gigi hanya melakukan operasi 
pasien pada kondisi yang sangat khusus dan mayoritas tidak menggunakan 
penghilang sakit atau obat penenang.

Begitu mengerikannya operasi di masa dunia kedokteran sebelum mengenal obat 
bius membuat Darwin memilih untuk menggeluti biologi meski ia sangat berbakat 
di kedokteran.

Kemudian pada tahun 1864, William TG Morton, seorang dokter gigi, 
mendemonstrasikan penggunaan ether untuk membuat pasien "tidur" selama tindakan 
operasi. Praktik ini dengan cepat menyebar. Namun karena dokter-dokter di masa 
itu belum bisa mengontrol kadar ether yang tepat untuk dihirup, sering kali 
pasien terbangun di tengah operasi, atau bahkan tidak pernah bangun lagi. Ether 
juga sangat mudah terbakar.

Dekade berikutnya, para ahli mengenalkan anestesi berbentuk gas yang tidak 
mudah terbakar. Para ilmuwan kemudian mulai menemukan jenis obat bius yang 
dimasukkan dalam pembuluh darah dengan dosis terkontrol.

Anestesi biasanya dibawa dalam darah ke saraf di otak kita. Akibatnya, sel-sel 
saraf akan berhenti menerima dan mengirim sinyal. Karena saraf tidak menerima 
sinyal, kita tidak merasa sakit. Karena saraf berhenti mengirim sinyal, pasien 
yang sedang dioperasi tampak "tenang".

Efek samping

Meski demikian, sampai dengan tahun 1950, efek samping berbahaya dari anestesi 
banyak ditemui, misalnya saja gangguan irama jantung, gangguan pernapasan, 
tekanan darah rendah, mual, dan muntah.

Teknik anestesi modern memungkinkan para pasien bisa melakukan dioperasi dengan 
aman dan efek samping yang minimal. Seiring perkembangan pengetahuan, anestesi 
kini juga semakin efektif, bekerja cepat dan bisa dihentikan. Dokter juga bisa 
memilih anestesi lokal atau total.

Namun, terkadang masih sering didengar cerita mengenai orang yang dibius total  
bisa mengingat apa yang terjadi di ruang operasi atau percakapan para dokter di 
ruang operasi. Beberapa juga mengaku bertemu dengan keluarganya yang sudah 
almarhum ketika mereka dalam kondisi tidak sadar. Misteri ini sampai sekarang 
belum dimengerti penyebabnya.

Riset yang dilakukan National Insitute of Health mengidentifikasi beberapa 
komponen yang sering dipakai dalam anetesi, yakni zat penenang, penghilang 
sakit, penghilang ingatan (amnesia), ketidaksadaran, serta zat penghilang 
gerakan.

Kini para ilmuwan juga telah mengembangkan obat-obatan yang bisa menyediakan 
salah satu atau beberapa elemen tersebut secara terpisah sehingga para dokter 
anestesi bisa membuat regimen penghilang sakit yang disesuaikan dengan pasien 
dan prosedur yang dilakukan.

Tugas para dokter anestesi sebenarnya bukan hanya mmebuat pasien "tertidur", 
tetapi juga membantu pasien pulih dari operasinya. Apalagi, proses membuat 
pasien "tertidur" dan bangun kembali sangatlah berbeda.

Meski anestesi masa kini sudah semakin aman, para ilmuwan terus mencari formula 
anestesi terbaik. Hal tersebut bertujuan mendesain anestesi yang spesifik dan 
efektif untuk tiap pasien.

Riset dalam bidang anestesi juga diharapkan bisa menguak misteri tentang sakit, 
memori, kondisi seperti epilepsi dan koma, serta dunia bawah sadar.



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke