http://jakarta45.wordpress.com/2011/02/01/kepemimpinan-ekonomi-cara-sesat-indonesia-terancam-punah/

Kepemimpinan : Politisi Busuk dan Ekonomi Cara Sesat, Indonesia Terancam Punah ?
By jakarta45 Leave a Comment 
Categories: Jiwa Semangat Nilai-nilai 45 
Tags: Economics, Leadership, Nation & Character Building, politics

Politisi Busuk dan Pecundang Kampret 
lokasi: Home / Berita / Analisa / [sumber: Jakartapress.com]
Selasa, 01/02/2011 | 00:11 WIB 

Politisi Busuk dan Pecundang Kampret
Oleh: Tb. Januar Soemawinata (Universitas Nasional)

PADA suatu tempat ada gerombolan tikus yang mau berkumpul guna membahas 
bagaimana caranya untuk menghindari kejaran kucing yang malang melintang dan 
sudah membunuhi banyak tikus tikus.
Tikus 1: Kita kasih racun tikus itu kucing
Tikus 2: Kita kasih bom itu kucing
Tikus 3: Kita adakan pakta perdamaian dengan kucing
Tikus 4: Kita ajak kucing adu argumen kenapa dia benci dengan kita


Semua tikus tikus berebut memberikan aspirasi untuk mengatasi keberadaan kucing.
Akhirnya seekor tikus tua memberikan solusi yang sangat masuk akal yaitu :  
"Menaruh giring giring di leher kucing", apabila nanti kucing mendekat maka 
bunyi giring giring itu akan terdengar dan para tikus siap sedia melarikan diri.
Semua tikus setuju dengan usul demikian dan paling masuk akal.
Kata tikus tua "Persoalannya adalah siapa diantara tikus tikus yang berani 
menaruh giring giring itu dileher kucing?"
Tak satu pun diantara tikus yang tunjuk tangan ...
Dan rapat tikus selesai sampai disitu.

Beginilah RAPAT TIKUS, seperti kondisi kita sekarang. Kalangan intelektual 
mengadakan seminar mengecam perilaku korup keterlaluan rezim penguasa, tapi 
siapa yang akan maju memimpin aksi perlawanan terhadap rezim, ternyata tidak 
ada yang angkat tangan. Demikian juga para politisi di DPR ngoceh kesana kemari 
mengkritisi kebobrokan rezim penguasa, tapi hanya sebatas ngrumpi juga tak ada 
yang berani maju menjadi pioner mengambil inisiatif upaya 'menumbangkan' 
penguasa sekarang. Apa memang politisi itu bermental 'dagang sapi' alias hanya 
untuk jualan isu ditukar dengan kepentingan uang dan jabatan alias poliltik 
perut untuk mengenyangkan diri sendiri dan partainya?

Akhirnya, para aktivis dan mahasiswa yang masih idealis dan memiliki nurani 
yang harus berjuang menghadapi kekuasaan meski harus rela berkorban. Nampaknya, 
bangsa ini penuh dengan politisi busuk dan pecundang kampret. Oleh karena itu, 
mereka lebih gampang melakukan kolusi dengan penguasa di negeri ini dan bahkan 
menawarkan diri untuk dikooptasi. Akibatnya, yang makmur dan sejahtera hanyalah 
segelintir elit atas di negeri bedebah ini, sedangkan mayoritas mutlak rakyat 
hidupnya tetap sengsara dan terancam sekarat.

Tidak heran, apabila sekarang ini rakyat geram. Segenap elemen kehidupan 
meradang. Semua tokoh masyarakat berteriak. Bahkan, kalangan tokoh agama tidak 
ragu-ragu untuk mengatakan bahwa rezim pemerintah melakukan kebohongan publik. 
Buruh kecil, pedagang, nelayan, seluruhnya mengatakan kita harus segera ada 
perubahan untuk memperbaiki keadaan yang mulai amburadul. Tapi, semua itu 
akhirnya kembali ke titik nol.

Sebab apa? Tidak ada tokoh yang bersedia menjadi pioner. Tidak ada kemauan 
politik dari para politisi untuk mengakhiri keadaan. Semua seolah bersembunyi 
di belakang kekuasaan. Semuanya mengumpat di balik bantal uang yang berlimpah. 
Sehingga, rakyat bergelimpangan karena kemiskinan seolah-olah menjadi hal yang 
lumrah. Format politik dan demo yang sporadis mengindikasikan betapa narsisnya 
diri. Maka, tidak mengherankan jika sampai sekarang SBY masih dapat duduk manis 
sembari menimang cucu dan menyeruput kopi Toraja. (*)

Ekonomi Cara Sesat, Indonesia Terancam Punah

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke