Kisah Mujahidah Bule di Jantung Al-Qaidah
Penulis: Sally Neighbour 
Penerbit: Melbourne University Press, 2009
SUARA azan mengantarkan Robyn Hutchinson ke Islam. Dan perempuan Australia ini 
pun menjadi muslimah. Dia mengganti namanya, dari Robyn Hutchinson menjadi 
Rabiah Hutchinson. Meski klise, Rabiah tetap mengejutkan ketika kemudian 
menjadi mujahidah yang berjuang selama 20 tahun di garis depan perang suci 
global.

Perjalanan panjang jihad Rabiah terekam dalam buku The Mother of Mohammed: An 
Australian Woman's Extraordinary Journey into Jihad karang-an Sally Neighbour. 
Neighbour melakukan serangkaian wawancara mendalam dengan Rabiah. Wartawan 
investigasi ini butuh waktu lama untuk meyakinkan Rabiah buka suara 
menceritakan kisah hidupnya. Maklum, Rabiah hingga kini masih dalam pengawasan 
Dinas Keamanan Nasional Australia, ASIO. Untuk menggenapinya, Neighbour 
mewawancarai beberapa nama yang disebut oleh Rabiah. Dia juga mengunjungi 
sejumlah tempat yang pernah disinggahi oleh Rabiah, termasuk sejumlah tempat di 
Indonesia.

Rabiah memang menjalankan jihadnya di Indonesia pada 1972-1985. Rabiah pernah 
tinggal di Bali, Solo, dan Jakarta. Di Ibu Kota, bibit radikalisme Rabiah 
bersemi, tepatnya ketika dia bergaul dengan kelompok-kelompok pengajian. Di 
masa itu, pemerintah Soeharto menerapkan kebijakan Normalisasi Kehidupan 
Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan yang kontroversial. Para aktivis Islam 
menjadikan pengajian sebagai sarana gerakan mereka. Rabiah bahkan pernah dicap 
sebagai musuh Soeharto. Rabiah lalu memutuskan memakai jilbab dan cadar hingga 
hanya mata birunya yang tampak.

Dalam gerakan usrah itu pulalah Rabiah mengenal Irfan Awwas, tokoh Majelis 
Mujahidin Indonesia yang dipimpin oleh Abu Bakar Ba'asyir dan Abdullah Sungkar.

Masa-masa sulit dialami Rabiah di Jakarta ketika dia bercerai dengan suami 
pertamanya, pria Indonesia anak petinggi Orde Baru, yang dinikahinya di Bali. 
Bersama dua anaknya, Devi dan Muhammad, dia harus tinggal di rumah petak di 
daerah kumuh Pondok Bambu, Jakarta. Karena nama anak keduanya itulah, kelak di 
kalangan mujahidin di Pakistan dan Afganistan, Rabiah dipanggil umm Muhammad, 
ibunda Muhammad, the mother of Mohammad.

Ada kisah menarik ketika Rabiah naik kereta api menuju Pesantren Ngruki, Solo, 
Jawa Tengah. Ia duduk di lantai, sedangkan teman-teman muslimahnya duduk di 
bangku. Teman-temannya bertanya mengapa Rabiah tidak duduk di bangku kereta, 
Rabiah balas bertanya, �Mengapa kalian duduk di bangku, sementara Nabi 
duduk di lantai?"

Di Ngruki, Rabiah mengajar bahasa Inggris. Di saat-saat luangnya, dia banyak 
berdiskusi dengan Ba'asyir dan Abdullah Sungkar tentang hukum Islam. Suatu kali 
Ba'asyir menerima Rabiah di kursi tamu rumahnya di Ngruki, Rabiah berkata 
kepada Ba'asyir bahwa duduk di atas kursi bukan cara Nabi. Rabiah juga 
mempersoalkan peci hitam yang dulu dipakai Ba'asyir. �Mengapa Ustad 
memakai peci yang merupakan lambang nasional," begitu kira-kira kata Rabiah 
suatu hari kepada Ba'asyir. Kini Ba'asyir senantiasa memakai topi haji (kupluk).

Rabiah pernah menikah dengan tiga pria Indonesia. Dari pernikahannya itu, dia 
dikaruniai enam anak. Setelah sempat kembali ke Australia dan tinggal di sana 
selama lima tahun, pada 1985-1990, Rabiah berangkat ke Pakistan bersama lima 
anaknya.

Dari Pakistan, dia berjihad membantu kaum Mujahidin Afganistan melawan rezim 
Najibullah yang merupakan kaki tangan Soviet. Rabiah menjadi tenaga paramedis 
di Pakistan. Setelah pasukan Mujahidin berhasil merebut kekuasaan, jihad Rabiah 
di Pakistan selama sekitar lima tahun pun tamat. Rabiah dan anak-anaknya 
kembali ke Australia. Hingga buku ini diterbitkan, Rabiah berada dalam 
pengawasan Badan Ke-amanan Nasional Australia, ASIO.

Buku ini menarik dibaca karena bahan-bahannya diperoleh dengan teknik reportase 
mendalam dan ditulis dengan gaya bertutur. Membaca buku ini, kita seolah sedang 
membaca novel. Buku ini juga bisa menjadi bahan literatur untuk memahami daya 
tarik Islam sebagai agama sekaligus sebagai ideologi.

Shalom,
Tawangalun.




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke