Refleksi : Kalau Dolly ditutup kemana dipergikan tenaga kerjanya? Dikirim 
menjadi TKW ke Timur Tengah?

Nikmatilah lagu : Hello Dolly http://www.youtube.com/watch?v=Tp4PbwqNdwo

http://www.antaranews.com/berita/244162/nu-jatim-penutupan-dolly-harga-mati

NU Jatim: Penutupan Dolly Harga Mati
Senin, 31 Januari 2011 18:25 WIB

Surabaya (ANTARA News) - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur 
menegaskan bahwa penutupan lokalisasi Dolly di Surabaya merupakan harga mati 
alias harus dilaksanakan.

"NU harus menjadi garda terdepan dalam amar makruf nahi makruf, karena itu 
penutupan Dolly merupakan harga mati, tapi dengan pendekatan arif dan bijak," 
kata Wakil Rais Syuriah PWNU Jatim KH Agoes Ali Masyhuri kepada ANTARA di 
Surabaya, Senin.

Ia mengemukakan hal itu disela syukuran Hari Lahir (Harlah) ke-88 NU pada 16 
Rajab 1432 Hijriah yang dihadiri Mustasyar PBNU KH Makruf Amin dan KH Muchit 
Muzadi, Waketum PBNU H As`ad Ali, Mustasyar PWNU Habib Zein Alkaff, Rais 
Syuriah PWNU KH Miftachul Akhyar, dan pengurus cabang NU se-Jatim.

Menurut Gus Ali yang juga Pesantren Bumi Shalawat, Tanggulangin, Sidoarjo itu, 
PWNU Jatim menegaskan hal itu karena Rasulullah SAW telah bersabda bahwa bila 
riba dan zina telah merajalela berarti penduduk setempat siap menerima azab 
Allah SWT.

"Karena itu, NU harus mengawal benar bahwa penutupan lokalisasi Dolly bukan 
wacana, tapi pelaksanaannya harus dengan pendekatan arif kepada PSK (pekerja 
seks komersil) supaya mereka kembali ke masyarakat untuk menjadi ibu yang 
baik," katanya.

Tentang alasan ekonomi yang digunakan para PSK, ia menilai alasan itu tidak 
logis karena faktor ekonomi tergantung kepada bekal moral agama dan bekal 
ketrampilan supaya mereka mempunyai kemapanan ekonomi yang paling mendasar.

"Tapi, target untuk penutupan itu memang harus realistis, sebab masalah sosial 
membutuhkan penataan perangkat secara komprehensif, nggak boleh 
setengah-setengah, karena itu perlu pendekatan kepada masyarakat, germo, dan 
PSK," katanya.

PWNU Jatim siap dimintai bantuan untuk ikut menyadarkan masyarakat setempat dan 
"penghuni" lokalisasi, namun pemerintah harus menyiapkan langkah komprehensif, 
termasuk kaum intelektual juga harus berpartisipasi.

"Pendekatannya harus arif dan komprehensif, karena bagaimana pun, mereka adalah 
umat atau masyarakat kita sendiri, tapi kalau ulama, umara, akademisi, dan 
sebagainya berperan, maka nggak sampai setahun akan terlaksana penutupan itu," 
katanya.

Menanggapi keinginan PWNU Jatim itu, Mustasyar PBNU KH Makruf Amin menyatakan 
dukungan bila PWNU Jatim mengusahakan penutupan lokalisasi Dolly bersama 
pemerintah setempat.

"Kalau Jakarta saja bisa menjadikan lokalisasi sebagai Islamic Center, masak 
Jatim justru memiliki lokalisasi paling besar se-Asia Tenggara itu," katanya.

Secara terpisah, Ketua PWNU Jatim KH Mutawakkil Alallah menyatakan rencana 
penutupan lokalisasi Dolly itu sudah disepakati bersama MUI Jatim dan sejumlah 
ormas Islam di Jatim.

"Insya-Allah, tahun ini sudah mulai ada langkah-langkah ke sana dan bukan 
wacana lagi. Nanti, kami akan bersama-sama menemui wakil rakyat di DPRD 
Surabaya untuk mendukung langkah yang sudah diproyeksikan Pemprov Jatim itu," 
katanya.

Peringatan Harlah ke-88 NU itu ditandai dengan peresmian "Aswaja Center" di 
Gedung Perpustakaan PWNU Jatim oleh Waketum H As`ad Ali dan pencanangan 
Lailatul Ijtimak di seluruh Jatim oleh Mustasyar PBNU KH Makruf Amin.

(ANTARA/S026)



Editor: Suryanto


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke