Refleksi : Partai politik mana dï NKRI yang anggotanya tidak korupsi? Kalau 
tidak ada yang tidak korupsi, berarti sangat merugikan bisa dipilih dalam 
Pemilu untuk menjadi wakil rakyat, jadi dengan lain kata NKRI tak akan bisa 
membawa kesejahtaran dan keadilan kepada Rakyat! Koruptor dan penipu serta 
penjahat membawa malapetaka seperti yang berlangsung selama ini. Apa alternatif 
terbaik untuk mengatasi dilema tsb?
------
Harian Komentar
02 Februari 2011

      Tiga politisi PDIP langsung ditahan dan dijemput paksa KPK
      Alasan Sakit, Baramuli Masih Sakti
     


Jakarta, KOMENTAR
Tersangka kasus suap De-puti Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Miranda 
Gultom, Hengky Baramuli ternyata masih sakti. Bukti-nya, hingga Selasa (01/02) 
kemarin, ayah kandung Wakil Bupati Minahasa Utara Yulisa Baramuli ini, belum 
ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan alasan masih sakit.


Berbeda dengan tiga politisi PDIP yakni Budiningsih, Willem Tutuarima serta 
Rusman Lumbantoruan langsung digelandang KPK, Selasa (01/02) ke-marin. Sehingga 
sudah 22 tersangka yang ditahan KPK terkait dugaan kasus suap Deputi Gubernur 
Senior Bank Indonesia (DGS BI) ini. Belum ditahannya Baramuli karena yang 
bersangkutan masih sakit. "Iya benar, dia (Hengky Baramuli, red) sakit," ungkap 
jubir KPK Johan Budi via pesan singkatnya melalui BlackBarry Messenger (BBM).


Tanggapan serupa dilontarkan Johanes Budiman bahwa Hengky Baramuli belum dapat 
memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena sedang dalam 
keadaan sakit. "Klien kami masih sakit. Itu yang bisa kami sampaikan kepada 
masyarakat tentang kondisi klien kami," ujarnya.Karena sedang sakit, lanjut 
Budiman, maka kliennya telah menyuruh kuasa hukumnya yang ada di Jakarta untuk 
menghadap ke KPK menyampaikan soal kondisi yang diderita Baramuli saat ini.


"Untuk menghadap ke KPK, pak Hengky sudah ada pengacaranya dan hari ini 
(ke-marin, red) pengacara di Jakarta itu menghadap ke KPK. Tugas kami di Manado 
hanyalah untuk menyam-paikan kondisi terkini pak Hengky, sekaligus memban-tunya 
dengan memberikan berbagai masukan terkait kasus ini," jelasnya.


Lebih lanjut, Budiman kem-bali menegaskan bahwa kliennya tidak terlibat dalam 
kasus dugaan suap pemilihan Mi-randa Gultom sebagai DGS BI. "Karena yang 
diterima klien kami adalah cek dari Fraksi Partai Golkar di DPR RI pasca 
dirinya mengajukan bantuan dana terkait keikut-sertaannya dalam pemilihan 
Gubernur Sulut pada waktu itu (tahun 2005, red). Jadi tidak ada kaitan dengan 
pemilihan Miranda Gultom," tukasnya. 


Sementara itu, tersangka kasus suap DGS BI, Budi-ningsih sudah ditahan KPK. 
Politisi dari PDIP ini menyusul 19 tersangka lainnya yang su-dah lebih dulu 
ditahan KPK. "Untuk kepentingan penyi-dikan, tersangka ditahan untuk 20 hari ke 
depan," papar Johan lagi.
Budiningsih yang mengena-kan kemeja warna cokelat dan jilbab warna hijau tampak 
tenang ketika dibawa masuk ke mobil tahanan. Budiningsih akan dititipkan di 
Rutan Pondok Bambu. 


Seperti pada saat kedata-ngannya ke KPK, Budiningsih sama sekali tidak 
mengucap-kan satu kata pun ketika di-tanya wartawan. Dia selalu melihat ke 
bawah dengan kepala tertunduk untuk menghindari bidikan kamera wartawan. Kuasa 
hukum Budiningsih, Sira Prayuna memrotes pe-nangkapan kliennya ini. Me-nurut 
Sira, Budiningsih tidak perlu ditahan karena selama ini kooperatif. "Kan selalu 
kooperatif, seharusnya tidak perlu ditahan," ujarnya. 


Sedangkan politisi PDIP lainnya, Willem M Tutuarima dijemput paksa oleh 
penyidik Komisi Pemberantasan Ko-rupsi (KPK) saat sedang ber-ada di Semarang, 
Jawa Te-ngah. Tersangka pun akan lang-ung diboyong ke Jakarta. Mengenai jemput 
paksa ini, Wakil Ketua KPK Haryono Umar sendiri belum mau men-jelaskan. "Saya 
belum dapat informasinya, yang jelas se-muanya akan kita cari," tegas Haryono 
kepada harian ini.


Salah satu tersangka yang belum ditahan, Rusman Lum-bantoruan juga dijemput 
pak-sa oleh penyidik KPK untuk diperiksa dan selanjutnya di-tahan. "Yang 
bersangkutan saat ini tengah dijemput untuk dibawa ke KPK," ujar sumber harian. 
Hal tersebut juga diakui oleh pengacara sejumlah tersangka dari Fraksi PDIP, 
Petrus Salestinus. Petrus sudah mendengar bahwa kliennya dijemput paksa karena 
tidak menghadiri panggilan KPK hari ini. "Saya tahu infor-masinya dijemput 
paksa," ujarnya. 


Berdasarkan informasi yang dihimpun, penyidik KPK telah melakukan penjemputan 
ter-hadap Rusman di kediaman-nya di Jakarta. Setelah dila-kukan pemeriksaan, 
hampir dipastikan Rusman akan ditahan. Dengan begitu kini telah 22 tersangka 
yang telah ditahan KPK. Sebelumnya, 19 politisi ditahan KPK pada Jumat (28/01) 
lalu terkait kasus pemilihan DGS BI 2004 lalu yang dimenangkan Mi-randa 
Goeltom. Mereka dita-han di sejumlah tempat. an-tara lain Rutan Cipinang, Rutan 
Salemba dan Polda Metro Jaya. Politisi yang di-tahan itu antara lain Paskah 
Suzetta dan Panda Nababan, politisi senior dua partai besar, Partai Golkar dan 
PDI Per-juangan. Tersangka yang tidak memenuhi panggilan KPK karena sakit 
adalah Boby Suhardiman dan Hengky Ba-ramuli, keduanya mantan ang-gota DPR dari 
Fraksi Partai Golkar.(jim/imo)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke