Kalao bandingin tulisan yang terhormat Pak Umar Said ama Just Pig kayak 
bandingin perpustakaan Nasional dan WC Umum

Hehehehehehehehehe


-----Original Message-----
From: "Umar Said" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 2 Feb 2011 23:21:08 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [proletar] Restoran INDONESIA di Paris, monumen perlawanan



 Berita ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/

yang sampai sekarang sudah dikunjungi  706  870  kali

============================================



Restoran INDONESIA di Paris, monumen

perlawanan terhadap Orde Baru





Berikut ini adalah berita lanjutan tentang pertemuan untuk ulangtahun ke-28
restoran koperasi INDONESIA di Paris dan pemberian Medali Kota Paris kepada
Umar Said, untuk lebih melengkapi lagi berita yang terdahulu yang sudah juga
disiarkan dalam website



Pertemuan itu merupakan peristiwa yang disambut dengan gembira oleh banyak
orang. Ucapan-ucapan selamat telah diterima dari banyak negeri, dan dalam
sebagian terbesar ucapan-ucapan selamat itu disebutkan bahwa kedua peristiwa
ini juga merupakan kebanggaan bagi para pengirimnya masing-masing. Banyak
juga yang menyebutkan bahwa pertemuan di Paris tanggal 24 Januari itu ikut
menaikkan martabat para korban Orde Baru yang terdapat di Indonesia dan juga
di luar negeri.



Bahkan ada yang menegaskan bahwa peringatan ke-28 Restoran INDONESIA dan
pemberian Medali Kota Paris kepada Umar Said merupakan tamparan  berat
kepada sisa-sisa Orde Baru dan orang-orang yang masih tetap mendukung
Suharto. Karenanya, dapat dimengerti bahwa kedua peristiwa ini merupakan
kejutan bagi kalangan yang selama puluhan tahun (lebih dari 32 tahun !)
sudah memusuhi golongan kiri (antara lain anggota dan simpatisan PKI) dan
pendukung  Bung Karno.



 Memang adalah hal yang bisa dianggap cukup « aneh » bahwa orang yang sudah
jelas berhaluan kiri dan pendukung politik Bung Karno, yang oleh rejim
militer Suharto dinyatakan sebagai orang jahat, anti Indonesia, dan segala
macam fitnah lainnya, mendapat penghargaan yang begitu  besar dari kotapraja
ibukota negara Prancis, yaitu Paris yang terkenal itu.



Dari segi ini dapat dilihat bahwa pemberian Medali Kota Paris ini kepada
Umar Said, salah seorang dari puluhan juta orang yang menjadi korban rejim
militer Suharto mempunyai makna politik yang besar. Sebab, melalui peristiwa
ini juga bisa dianggap sebagai simbul bahwa kota Paris  menyatakan simpati
kepada puluhan juta korban rejim militer Suharto, yang dalam ini diwakili
oleh Umar Said. Itulah sebabnya mengapa Umar Said merasa senang dan bangga.



Umar Said sudah terima tiga medali


Bagi Umar Said, penerimaan Medali Kota Paris dari Walikota Paris atas nama
kotapraja Paris merupakan peristiwa yang amat besar artinya, dilihat dari
berbagai segi. Ini merupakan tambahan kepada dua  medali yang sudah pernah
diterimanya di masa-masa yang lalu.



Medali pertama adalah medali mas yang diterimanya dalam tahun 1963 dari Ratu
Kosamak, ibu Pangeran Sihanouk, pemimpin Kamboja. Ia dianugerahi medali mas
ini sebagai wartawan yang ikut dalam rombongan Presiden Sukarno ketika dalam
kunjungan kenegaraan ke Kamboja.



Medali mas dari Kamboja ini sampai sekarang disimpan baik-baik oleh
istrinya. Karena terjadinya G30S medali mas ini dirawat dengan hati-hati
selama puluhan tahun, karena tertulis « Long live President Sukarno »



Medali kedua adalah dari Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao,  dalam tahun
2002 ketika Umar Said ikut menghadiri perayaan kemerdekaan Timor Leste di
Dilli. Umar Said adalah promotor didirikannya Komite Timor Timur di Paris
dalam tahun 1976.



Baginya dua medali itu mempunyai arti penting tersendiri yang berkaitan
dengan masalah-masalah yang dihadapi waktu itu. Namun, ia menganggap bahwa
Medali Kota Paris yang diterimanya tanggal 24 Januari itu lebih penting lagi
karena mencakup sejarah hidupnya yang cukup berliku-liku sebelum menjadi
warganegara Prancis.



Buku otobiografi « Perjalanan hidup saya »


Kisah hidupnya yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang menarik itu
dapat disimak dalam website yang juga menyajikan (dalam format PDF)
otobiografinya dalam buku « Perjalanan Hidup Saya » yang diterbitkan di
Jakarta dalam tahun 2004 sebagai « Buku Bermutu Program Pustaka IKAPI »



Dengan menyimak isi buku tersebut, maka bisa didapat sekadar gambaran
mengapa kota Paris memberikan Medali dengan penyebutan bahwa Umar Said
adalah pejuang atau aktivis (militant) untuk Fraternité (persaudaraan) dan
Liberté (kebebasan).



Pemberian Medali kota Paris dan penyebutan Umar Said sebagai wargakota
kehormatan  ibukota Prancis ini menimbulkan gema yang luas dan jauh, dan
bisa berjangka lama. Sebab, jaranglah orang Indonesia yang mendapat
penghormatan yang begitu tinggi. Apalagi, kalau orang tersebut adalah
berhaluan politik kiri, anti Orde Barunya Suharto dan  pernah menjadi korban
sebagai « orang klayaban » berpuluh-puluh tahun, karena mendukung  politik
Bung Karno.



Gema ini terutama terdengar di kalangan eks-tapol,  dan golongan kiri yang
simpati kepada PKI, atau para korban Orde Baru pada umumnya, yang jumlahnya
puluhan juta orang dan tersebar di seluruh Indonesia. Bagi mereka gema ini
bisa membangkitkan kembali perasaan bangga menjadi orang kiri dan bahwa
haluan politik kiri dianggap baik oleh banyak orang.



Dari itu semua dapat ditarik kesimpulan bahwa pemberian Medali Kota Paris
kepada Umar Said adalah keputusan yang berdasarkan sikap politik, atau
berlatar belakang politik. Dan politik ini adalah politik, yang dalam kasus
ini,  bisa digolongkan kiri. Itulah sebabnya mengapa peristiwa ini mendapat
sambutan atau menimbulkan gema terutama di kalangan kiri, baik yang di
Indonesia maupun yang di luar negeri. Ini kelihatan dari banyaknya ucapan
selamat yang diterima.



Teman-teman lama restoran koperasi INDONESIA



Peringatan ulangtahun ke 28 Restoran koperasi INDONESIA yang tambah
dimeriahkan dengan pemberian Medali Kota Paris kepada Umar Said kali ini
menunjukkan bahwa restoran ini memang mempunyai ciri-ciri yang unik.
Ciri-ciri yang unik itu tidak hanya kelihatan dari banyaknya buku tamu (24
jilid ) melainkan juga dari banyaknya teman-teman atau langganan yang selama
puluhan tahun tetap mempertahankan hubungan erat.



Salah satu contohnya yalah seorang pegawai pos yang bernama Jean Claude,
yang selama 28 tahun setiap minggunya datang untuk makan di restoran ini.
Entah berapa jumlah uang yang sudah dibayarkannya untuk itu. Sudah jelas
bahwa sikapnya itu tidak hanya karena menyukai makanan Indonesia saja,
melainkan juga karena sebab-sebab lainnya. Seperti banyak orang lainnya, ia
menaruh simpati kepada restoran yang dikelola dengan jiwa atau orientasi
koperasi dan secara kolektif ini, dan yang menjadi tempat persahabatan dan
persaudaraan.



Contoh lainnnya adalah sikap yang ditunjukkan Madame Danielle MITTERRAND,
istri almarhum Presiden François MITTERRAND, yang belasan tahun yang lalu
sering datang dengan teman-temannya untuk mengadakan pertemuan sambil makan,
kali ini juga memerlukan datang. Sudah jelas bahwa kedatangannya  itu bukan
hanya karena ingin makan enak, melainkan karena simpatinya yang besar kepada
restoran yang mempunyai corak dan sejarah tersendiri ini di Paris.



Monumen perlawanan terhadap Orde Barunya Suharto


Mengingat sejarah kelahiran Restoran INDONESIA dan kegiatan-kegiatan yang
dilakukan selama 28 tahun ini, nyatalah bahwa restoran ini walaupun
merupakan usaha komersial seperti restoran-restoran lainnya di Prancis,
namun juga memainkan peran lainnya atau mempunyai fungsi lainnya.



Restoran INDONESIA di Paris, walaupun tidak besar  (70 kursi), namun
kumandangnya cukup terdengar di kota besar ini. Letaknya juga strategis di
pusat kota Paris, yaitu di daerah Latin Quarter, dan tidak jauh dari
Universitas Sorbonne yang terkenal itu.



Dari pengalaman selama ini sudah diketahui oleh banyak orang bahwa Restoran
INDONESIA didirikan oleh orang-orang yang bersikap menentang rejim
militernya Suharto. Karenanya, ada orang-orang yang mengatakan bahwa
restoran ini berupa seperti monumen perlawanan terhadap Orde Baru  dan
menjadi simbul untuk fraternité (persaudaraan) dan liberté (kebebasan) bagi
banyak orang, baik yang  Indonesia maupun yang lain.



Karena itu diharapkan oleh banyak orang supaya restoran koperasi ini hidup
terus dan bisa berfungsi seperti selama ini, dan tetap menjadi kebanggaan
bagi para korban Orde Baru,  maupun yang bukan. Yang menarik dan sangat
menggembirakan adalah bahwa  ada sejumlah sahabat-sahabat Prancis yang
menyatakan kesediaan mereka akan tetap ikut menjaga kelangsungan dan
kemajuan usaha kolektif ini, dengan berbagai cara.





      ============












[Non-text portions of this message have been removed]




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke