Yang agak pendekan atau abstrak bisa ga? Gini loh contohnya: (5) Kid 7:8 Kataku: "Aku ingin memanjat pohon korma itu dan memegang gugusan-gugusannya Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan nafas hidungmu seperti buah apel.
--- In [email protected], siap murtad <islamic.invasion@...> wrote: > > HADIAH TAK TERNILAI UNTUK ANDA ... Sambungan > > http://buktisaksi.com/blogs > > Inilah pelunasan janji kami untuk memberikan lukisan-langka Nabi Muhammad > secara on-line. > Tentunya Anda sudah melihat lukisan keren Young Muhammad (gambar A) yang kami > hadiahkan online kepada Anda dibulan yang lalu (www.buktidansaksi.com). Yang > satu full color, yang satu lagi black and white. Banyak orang senang sekali > melihat (dan membeli) lukisan tersebut, it is so beautiful! > Maka  tak mudah untuk mengerti kenapa masih ada Muslim tertentu yang > merasa lukisan itu bisa dianggap menghujat Nabi-nya. Bagaimanakah mereka > bisa menjawab dengan nalar baik: Siapa yang menghujat, siapa yang > dihujat, bagaimana gambar tersebut telah merusakkan sesuatu bagi si > terhujat? Toh si pembuatnya adalah Oranous Ghasemi, wanita Muslim Iran yang > baik-baik⦠> >  > > Oke, kita tidak mau buang waktu untuk urusan tuding menuding yang sia-sia. > Mari > kita meneruskan dengan Hadiah yang kedua (B). Kali ini Nabi Muhammad > tidak sendirian, melainkan di gambarkan bersama dengan sejumlah nabi > nabi lainnya dalam kekerabatan yang indah. Apakah maksud baik pelukis > ini juga menghujat? Sayang kita tak bisa lagi menginterviewnya. >  >  > (B). Lukisan nabi Muhammad sedang bergandengan > tangan dengan para nabi lainnya >  >  >  > > Ini adalah sebuah gambar yang mempromosikan aliran Confutopia di > Taiwan, sebuah kombinasi dari kepercayaan damai Kong Hu Cu dan Utopia. > Disini nabi Muhammad dilukiskan sedang bergandengan tangan dengan Krisna > (atau mungkin nabi kaum aborigin Taiwan, tidak jelas) dan Kong Hu Cu, > yang bergandengan dengan Yesus, Budha, Socrates, dan Lao-Tzu. Pelukisnya > tentu tidak lain mencoba menggambarkan sebuah âreligious harmonyâ yang > paling diimpikan dunia. Kalau begitu siapa yang akan keberatan? > Nah, mari kita berdiskusi secara intelek atas isu ini. > > >  > Radikal Muslim akan berkata: Itu Haram, Islam keberatan! > Itu > adalah kata Muslim radikal yang sudah dan gampang diprediksikan. Yang > tidak gampang diprediksi adalah atas alasan absah manakah maka itu > dipastikan haram. Apakah keharaman itu dengan mengatas-namakan Islam > atau Allahu Akbar, padahal sesungguhnya mereka tidak serta merta bisa > mengatas-namakan nabi Muhammad atau Al-Quran?! Ya, Quran dan Nabi justru > membenarkan dan mengimani banyaknya nabi dan rasul dan tidak satupun > dibedakannya (2:285 dll). Dan dalam banyak kasus, beliau justru > menunjukkan kerinduannya untuk bertemu dalam kebersamaan⦠> > >  > Saatnya Muslim untuk tidak tersandera dalam âgila-syariahâ > > > Makin jelas kita saksikan bahwa Muslim kian tersandera dalam > âlegalistik Islamâ dengan mengorbankan maksud mulia dari sebuah hukum > dan ajaran. Ini yang telah didamprat berulang-kali oleh Yesus kepada > para Ahli Kitab ketika mereka begitu mendewakan wujud âsyariat > Taurat-nyaâ, sampai-sampai membutakan diri terhadap tujuan dan > jiwa-Taurat itu sendiri: "Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan > manusia untuk hari Sabat⦠Anak Manusia (Yesus) adalah juga Tuhan atas > hari Sabat." (Markus 2:27-28). Hukum Tuhan itu sesungguhnya fitrah > kemanusiaan yang membebaskan, bukan suatu belenggu yang memperbudak: > âdan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan > kamuâ (Yohanes 8:32). > > >  > Nah, gambar diatas bermaksud mempromosikan religious harmoni yang > dengan gampang diperlihatkan dengan mewakilkannya kepada para tokoh > agama. Itu tentu baik-baik saja. Bahwa pada agama tertentu, hal itu > dianggap merendahkan nabinya (karena nabinya dianggap rankingnya > melebihi yang lain misalnya), itu tidak usah serta-merta menjadikan para > penganutnya yang gila-syariah harus naik pitam, menteror, dan mengamuk, > bahkan membunuh orang-orang dari pemuja-pemuja ânabi-inferiorâ lainnya! > Bahkan Yesus yang dipercaya oleh pengikutnya sebagai Lord of Lord > (bukan sekedar nabi manusia), tidak akan merasa diriNya terhujat oleh > gambar tersebut. Kenapa? Karena dua hal: > (1). Karena ketuhananNya tidak akan tergoyahkan oleh ulah si cecere. Dan > (2). Karena si cecere (sesungguh-sungguhnya) tidak tahu apa yang telah > diperbuatnya. > Yesus > berdoa kepada Bapa sorgawi ketika Ia paling hebat dihujat manusia, > yaitu ketika Ia dipaku diatas kayu salib: "Ya Bapa, ampunilah mereka, > sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." > > > >  > Saatnya Muslim menyidik rasul-rasul yang diklaim Muhammad > Semua > nabi telah datang dan pergi, yang benar-benar nabi maupun yang > ânabi-nabianâ. Kita tahu bahwa yang ânabi-nabianâ selalu over-concern > dengan jati-diri kenabiannya yang kurang terdukung oleh tanda-tanda > ilahi. Maka ia cenderung berimaginasi bahkan merekayasa bual-bualan > tentang superioritas-kenabiannya. Maka entah benar, entah bual dan > salah, tetapi menurut versi nabi Muhammad, total ada 124.000 rasul-rasul > Islamik yang diutus Allah keseluruh muka bumi (Hadis riwayat > At-Tirmidzy, dari Abi Zar ra.) dan mencakupi setiap bangsa-bangsa >  dunia, dan yang berbicara dalam bahasa kaumnya. Wah, kisah demikian > sungguh merupakan konsep pemahaman kenabian yang hebat! Sebab disitu > seolah tercermin keadilan Allah bagi setiap bangsa yang mendapatkan > jatah âkue-pewahyuan-Nyaâ! > > > âDan > sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul kepada setiap bangsa > (untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah Thaghut (ilah)â > (Sura > 16:36, terjemahan tandingan. Bandingkan dengan terjemahan Depag dll > yang tampak sengaja menghilangkan kata âseorangâ karena hendak > mengaburkan makna aslinya, seolah Allah telah mengutus rasul Muhammad > pada semua umat. Pengosongan kata tersebut telah mencemarkan integritas > Islam). >  > Jadi, > yang telah diutus kesetiap bangsa disini bukanlah Muhammad, melainkan > tiap-tiap nabi lokal untuk kaumnya, yang mencapai 124.000 rasul itu! > Tetapi siapakah mereka itu? Sayang Muhammad hanya mampu menyebut 25 nama > nabi dalam Quran. Dan sebagian diantara mereka itupun tidak diketahui > persis siapa, dimana, kapan, bagaimana keabsahan (tanda kerasulan) dan > perannya dalam membawa pesan-pesan wahyu Allah. Selebihnya 123.975 rasul > tidak terjelaskan selamanya oleh Islam! Tidak tercarikan Kitab yang > dibawakannya atau catatan seruannya, kecuali dikatakan bahwa setiap > rasul itu adalah âberbahasa kaumnya sendiri, supaya dia menerangkan > kepada merekaâ¦â (Sura 14:4). Semuanya kosong, padahal Kalimat Allah yang > dibawa oleh setiap rasul tidak seharusnya terhapuskan oleh manusia > (jadi pasti menetap ada didunia) dan tidak ada perubahan bagi-Nya (Sura > 6:34, 10:64 dll).  > >  > Jadi > untuk India apakah ia Krisna Dwaipayana Wyasa (Maharesi Abyasa) atau > Siddharta Gautama yang adalah nabinya Hindu-Budha? Untuk Tiongkok apakah > ia Kong Hu Cu atau Lao Tse? Lalu untuk Indonesia, yang belum ada > âbangsa Indonesiaâ diabad itu, melainkan antara lain bangsa bangsa Kutai > dan Taruma, maka manakah nabi-nabinya? Apakah Mulawarman dari Kutai > atau Purnawarman dari Tarumanegara atau lainnya? Bagaimana dengan > Amerika dan Australia dengan bangsa Indian dan Aborigin-nya? Atau bangsa > dan kaum Papua dizaman jahiliah? Dimanakah ajaran lisan Kalimat-Nya > atau tulisan Kitab-Nya? Semakin diusut semakin nyata kepada kita bahwa > 124.000 rasul-rasul tadi tidak membawa dokumen kenabiannya bahkan tidak > membawa jati-diri dan jejak apapun dalam sejarah, ilmu dan arkeologi! > Dengan kata lain, itu lebih merupakan hasil sebuah bualan atau kerinduan > khayalan, ketimbang pewahyuan!  > >  > Lebih > jauh lagi, pertanyaan paling bagus untuk setiap Muslim yang tidak âgila > syariahâ: âBenarkah 123.975 rasul itu telah betul-betul menyerukan dan > menyembah Allah SWT (monotheist) dan menjauhi thaghut, ataukah malahan > sebaliknya: menyembah âthaghutâ dan tidak pernah kenal apa dan siapa itu > Allah Islamik yang tauhid itu? >    > Menyembah Allah yang Tauhid atau Thagut? > Jangankan > sosok ânabi-nabi misteriusâ diawal-awal peradaban yang tak tercarikan > penyembahannya terhadap Allah yang tauhid, tetapi bahkan admiral > Tiongkok Zheng He (Cheng Ho) yang dielu-elukan keislamannya di Indonesia > dan diberi gelar Muhammad Cheng Ho, masih tidak betul-betul terbukti > bahwa ia mengharamkan âThaghutâ yang disembah Kaisarnya.  > >  > >  > Zheng He's tablet paid equal homage > to all the religions of Sri Lanka's > warring ethnic groups. Dated February 15, 1409 >  > > Di Sri Langka, ia justru membangun > monumen yang berisikan satu batu prasasti dengan tiga inskripsi (The > Galle Trilingual Inscription) Cina, Tamil dan Persia yang serentak > memuja Budha, Shiva dan Allah dalam bobot yang sama. [Alex Perry A Testament > to an Odyssey, A Monument to a Failure Set in stone: Sri Lanka]. >   > > Saat > diucapkan oleh Nabi, tidak ada orang yang kritis bertanya tentang > matematika 124.000 rasul yang setiapnya beriman kepada 4 entitas > âsurgawiâ yang sama, yaitu: Allah â" malaikat â" kitab â" dan rasul: >  > âRasul telah beriman kepada Al Quran  >  > yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya,  >  > demikian pula orang-orang yang beriman. >  > Semuanya beriman kepada >  > *Allah, >  > *malaikat-malaikat-Nya, >  > *kitab-kitab-Nya, dan  >  > *rasul-rasul-Nya.  >  > (Mereka mengatakan):  >  > "Kami > tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari > rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." > (Sura 2:285)  > >  > Tetapi > pada kenyataannya yang sejati â" dan bukan retorika -- tidak ada satupun > Tuhan dari agama lain yang sama dengan Allah SWT yang diklaim oleh > Muhammad. Tatkala ia berkata : "Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) > yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan > Tuhanmu adalah satuâ (29:46), maka Tuhannya adalah Allah Islamik yang > tidak mengasihi umat non-Islam, sementara Yahweh Alkitab mengasihi semua > tanpa kecuali, tanpa pamrih dan syarat. Juga nabi-nabinya yang 124.00 > orang (dengan 124.000 kitab) tak ada yang tahu menahu. Begitu pula > malaikatnya yang punya 600 sayap, dan apalagi Kitab-kitab Suci yang > pernah ada didunia, tak satupun yang bisa diselaraskan dengan Al-Quran > yang aneh. Sebab susunan wahyu/firman Allah Islamik disini justru acak > dan anti-kronologi, dan ini bertentangan dengan Kitab manapun didunia! >   > > Saatnya Muslim menyimak betapa kejiwaan Muhammad itu bernatur pengkhayal > Sejak > muda, Muhammad memimpikan dirinya menjadi seorang pemimpin rohani, > sekaliber nabi. Itu sebabnya beliau begitu terpesona dengan kenabian > Musa, apalagi Isa Al Masih. > Mengutib salah satu buku yang sangat > terkenal tentang Islam adalah Sejarah Hidup Muhammad karangan MH. > Haekal. Disitu digambarkan mimpi dan firasat Muhammad bahwa ia bakal > menjadi seorang Nabi. Haekal menulis: âYang menyebabkan dia (Muhammad) > lebih banyak merenung dan berfikir, ialah pekerjaannya menggembalakan > kambing sejak dalam masa mudanya itu. Dia menggembalakan kambing > keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia > menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di > antaranya ia berkata: >  > âNabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing.â > Dan katanya lagi: âMusa diutus, dia gembala kambing, > Daud diutus, dia gembala kambing. > Aku diutus, juga gembala kambing keluargaku di Ajyad.â (p.60) >  > Beliau > adalah satu-satunya nabi yang tidak risi bermimpi dan berimajinasi > tentang wajah dan tongkrongan Nabi Musa dan Isa misalnya. Dia tak sadar > bahwa pengutaraan sesuatu keghaiban yang sepele tidak bermakna dan > mandek disitu secara mubazir, hanyalah akan menempatkan kalimatnya > sebagai sebuah redundant (kemubaziran) yang konyol, karena âkalau ya, so > what?â Kembali, itu hanyalah sebuah bual atau setidaknya sebuah pelipur > lara untuk naik kejenjang kenabian . >  > âSaya melihat > Nabi-nabi Isa, Musa, dan Ibrahim. Isa merah kulitnya, kriting rambutnya, > lebar dadanya. Dan Musa kemerah-merahan, tinggi besar, tiada keriting > rambutnya, seolah-olah beliau dari kaum Zuth.â (Bukhari no.1498). >  > Muhammad juga mengklaim secara redundant bahwa ia tahu makam Musa tanpa ada > kepentingan dan keperluan: > âKalau > sekiranya aku ada disana, akan kutunjukkan kepadamu makamnya (Musa), > yaitu dipinggir jalan, didekat tumpukan katsbil ahmar (pasir merah)â > (HS. Bukhari 694). >  > Muhammad > juga melihat Jibril mempunyai 600 sayap (Bukhari 1437). Ia pernah kena > sihir, sehingga ia mengkhayalkan mengerjakan sesuatu, padahal beliau > tidak mengerjakannya (Bukhari 1414). Itu sebabnya mimpi atau khayalan > Muhammad dalam kisah perjalanan Israaâ (ke Baitul Maqdis-Al Aqsa di > Yerusalem) perlu dikritisi, karena tak ada Rumah Tuhan apapun disana > dikala itu, sejak sejarah mencatat Bait Tuhan telah dihancurkan oleh > tentara Romawi ditahun 70 M. Diriwayatkan oleh Ibn Masâud ra. bahwa di > Baitul Maqdis Muhammad bertemu dengan Ibrahim, Musa dan Isa > ditengah-tengah sejumlah nabi lainnya. Mereka berkumpul karena > Rasulullah saw. Kemudian Muhammad shalat bersama mereka (dalam bahasa > Arab?), dimana beliau menjadi imamâ¦. > Tidakkah itu menceritakan > bagaimana khayalan Muhammad untuk berkumpul dengan para nabi, dimana > kerinduannya adalah untuk menempatkan dirinya sebagai nabi nomor satu? >  > Tetapi > Bukhari meriwayatkan perjalanan Miâraj ke Sidratul Muntaha secara amat > berbeda dengan Imam Muslim (HS.Bukhari 211). Dan untuk setiap tingkat > langit beliau bertemu dan bersalam-sapa dengan satu persatu nabi-nabi > Allah (yang justru sudah disebutkan shalat bersama Muhammad di Baitul > Maqdis?!). Tetapi Muhammad menjadi begitu pelupa dan menanyakan kepada > Jibril siapa-siapa mereka satu persatu. Malahan menjadi begitu tolol > telah menerima hukum wajib shalat 50 x sehari dari Allah, sampai-sampai > ia DIKULIAHI Musa berturut-turut bahwa itu adalah frekwensi shalat yang > mustahil dapat ditunaikan oleh umat Islam! Bila setiap shalat (berikut > persiapan wudu) memakan waktu rata-rata 20 menit saja, maka akan tersita > 1000 menit (hampir 17jam) buat shalat setiap hari. Itu adalah seluruh > 100% waktu aktif kerja manusia sehari-semalam, diluar waktu tidur! Tentu > akan mencengangkan bahwa Allah kok bego terlanjur menurunkan hukum-rodi > untuk wajib shalat yang mustahil! Bahkan double bego bahwa Muhammad kok > ya menerima hukum itu dengan suka cita sebelum bertemu dengan Musa yang > mengkuliahi dia? >  > Bagi > kita-kita yang mau berpikir wajar, kisah-kisah mustahil semacam itu > hanya pantas terjadi dalam alam mimpi, dan samasekali bukan pewahyuan > Allah yang kelak malah dijadikan dasar peribadatan Islam yang paling > pokok! Semua memperlihatkan khayalan jauh kebawah alam sadar dari > seorang Muhammad, bahwa beliau sangat mengkhayalkan untuk menampil-kan > dirinya dalam satu etalase nabi-nabi secara âbergandengan tanganâ, asal > saja beliau menjadi imamnya! >  > Maka > gambaran CONFUTOPIA diatas agaknya tepat melukiskan bagian dari > kerinduan Muhammad yang terdalam. Mungkin dia harus ditempatkan > ditengah-tengah menggantikan posisi Yesus. Sayangnya kenabiannya tidak > disahkan (diurapi) oleh siapa-siapa kecuali oleh dia juga sendiri > (bersama istrinya Khadijah) yang menganggapnya harus begitu, lalu > mengklaim-nya atas nama Allah. Simaklah, sebab tidak ada satupun klaim > pertemuan dirinya dengan nabi-nabi lain (yang begitu dirindukannya) yang >  tidak terkesan bual atau khayal. Tanpa saksi tanpa bukti. >  > Ini > berlainan (beda antara bumi versus langit) dengan kejadian Yesus yang > sungguh bertemu muka per muka dengan nabi nabi Musa - yang > merepresentasikan hukum Tuhan - dan Elia yang merepresentasikan > penubuatan profetis, disaksikan oleh 3 orang muridNya. Bacalah > sebaik-baiknya keabsahan Yesus seperti yang dimaklumatkan oleh suara Tuhan > Elohim sendiri bahwa Yesus adalah ANAK yang wajib didengar oleh seisi dunia! >  > Enam > hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes saudaranya, dan > bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di > situ mereka sendiri saja. Lalu Yesus berubah rupa di depan mata mereka; > wajah-Nya bercahaya seperti matahari dan pakaian-Nya menjadi putih > bersinar seperti terang. Maka nampak kepada mereka Musa dan Elia sedang > berbicara dengan Diaâ¦. Dan tiba-tiba sedang ia berkata-kata turunlah > awan yang terang menaungi mereka dan dari dalam awan itu terdengar suara > yang berkata: > "Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan, dengarkanlah Dia." > Mendengar itu tersungkurlah murid-murid-Nya dan mereka sangat ketakutanâ > (Matius 17:1-6). >  > Yesus telah berkata berulang kali kepada orang-orang yang kian bebal: > âSiapa bertelinga, hendaklah ia mendengarâ (Matius 11:15, 13:9, 43) > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
