http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011020600582014

  Minggu, 6 Februari 2011 
     
      BURAS 
     
     
     
Dua Lusin Politisi Dijebloskan ke Bui! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "GENAP dua lusin politisi dijebloskan KPK ke bui dalam seminggu, 28 
Januari-4 Februari," ujar Umar. "Semua mantan anggota DPR 1999-2004, di 
antaranya kini jadi anggota DPR lagi! Mereka dibui terkait cek pelawat yang 
mereka terima dalam pemilihan deputi senior gubernur BI Miranda Gultom!"

      "Kupingku jadi gatal mendengar kau gunakan hitungan lusinan buat para 
politisi yang dijebloskan KPK ke bui!" sambut Amir. "Hitungan itu lazim dipakai 
saat orang membeli piring atau gelas, kenapa kau pakai itungan itu?"

      "Hanya karena bilangannya pas dua lusin!" jawab Umar. "Soal kenapa 
politisi yang terlibat kasus korupsi jumlahnya jadi lebih mudah pakai hitungan 
lusinan, seperti hitungan piring dan gelas di pasar, tanyakan ke kalangan 
politisi!"

      "Jawabannya pasti seperti kebanyakan tersangka koruptor, hanya karena 
sedang sial!" timpal Amir. "Pasalnya, sesama koruptor saling tahu mereka 
korupsi, tapi hanya yang kebetulan sedang sial saja kasus korupsinya 
terbongkar!"

      "Tapi banyak juga yang tak percaya pada faktor sial itu! Mereka lebih 
percaya adanya konspirasi antarkekuasaan yang membuat penindakan kasus korupsi 
di kalangan politisi bisa dilakukan secara lusinan begitu!" tukas Umar.

      "Kecurigaan pada konspirasi itu ditunjukkan dengan tak mengakui status 
deponeering atas dua pimpinan KPK yang mendapat keringanan itu lewat 'order' 
Presiden kepada Jaksa Agung! Utang budi atas deponeering itu dibayar dengan 
tebang pilih kasus korupsi demi menguntungkan kubu konspiratornya!"

      "Tapi mengingkari deponeering dengan alasan DPR menganut asas legalitas, 
juga keliru!" timpal Amir. "Sebab hak deponeering Jaksa Agung itu didapat dalam 
UU Kejaksaan yang dibuat oleh DPR sendiri! Justru DPR yang kehilangan legalitas 
kelembagaan dirinya saat mereka tidak mengakui UU ciptaan lembaganya sendiri!"

      "Itu yang membuat kepastian hukum di-negeri kita sukar terwujud, karena 
di antara penegak hukum menggunakan hukum hanya pada bagian yang menguntungan 
dirinya saja!" tegas Umar. "Kalau DPR menolak UU ciptaannya sendiri, apalagi 
pihak-pihak lain yang cuma konsumen hukum dengan kebebasan memilih yang mana 
pun paling menguntungkan untuk dipakainya!"

      "Masalahnya, yang paling menguntungkan itu tak menjamin lolos dari jerat 
sial ataupun konspirasi antarkekuasaan, kemungkinan terlibat kelompok besar 
dalam suatu cabang kekuasaan bukan mustahil!" timpal Amir. "Penggunaan hitungan 
lusinan untuk kelompok-besar yang terlibat kasus seperti itu nantinya akan jadi 
kelaziman juga!" ***
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke