Kejadian tragis penyerangan warga Ahmadiyah di Banten merupakan kejadian yang terburuk setelah penyerangan tahun 2001, 2002, dan 2006. Kejadian penyerangan di Kuningan mengakibatkan 4 orang luka2, penyerangan di Lombok merenggut 1 nyawa, kejadian di Banten mengakibatkan 3 orang tewas. The worst attack on Ahmadiyah sect.
Presiden Yudhoyono menyatakan penyesalan dan memerintahkan aparat kepolisian untuk menyelidiki dan menghukum pelaku, tapi masyarakat pesimis terhadap instruksi Presiden Yudhoyono kepada aparat penegak hukum akan bisa positif. Sudah belasan kali terjadi kekerasan terhadap warga Ahmadiyah di Makasar, Lombok, Kuningan, Parung, tapi tidak pernah ada yang ditangkap dan diadili oleh aparat penegak hukum dibawah pemerintahan Presiden Yudhoyono. Pada saat pemerintahan Presiden Gus Dur dan Presiden Megawati, warga Ahmadiyah tidak mendapatkan gangguan dan bisa menjalankan ibadah sesuai dengan kepercayaan mereka. Gangguan dan kekerasan terjadi ke warga Ahmadiyah setelah fatwa dari MUI menyatakan Ahmadiyah adalah agama sesat pada tahun 2005, sesudah Yudhoyono naik menjadi presiden tahu 2004. Sejak keluar fatwa MUI tersebut, kekerasan terhadap warga Ahmadiyah meningkat pesat dan pemerintah Yudhoyono tidak pernah melakukan tindakan apa2 untuk mencegah teror dan kekerasan ini terjadi. "State sponsored terrorism". Apakah pemerintah Yudhoyono mendukung teror terhadap minoritas? Departemen Agama, sebagai institusi negara, sudah menyatakan bahwa Ahmadiyah adalah agama sesat dan menghimbau warga Ahmadiyah untuk 'bertobat'. Setelah MUI dan Departemen Agama menyatakan Ahmadiyah agama sesat, maka kekerasan dan penindasan terhadap warga Ahmadiyah seolah-olah mendapat legitimasi dari pemerintah, sehingga tidak pernah ada pelaku yang ditangkap dan dihukum. Lucunya, atau ironisnya, setiap kekerasan dan penindasan terjadi terhadap warga Ahmadiyah Presiden Yudhoyono selalu mengatakan 'penyesalan' dan 'akan menyelidiki dan menangkap pelakunya' tanpa pernah menepati janjinya. Kalo institusi negara memakai dan menggunakan sedikit akal sehat, tentunya sudah jelas bisa disimpulkan bahwa pemerintah Yudhoyono mendukung teror terhadap minoritas. Secara jujur akan sangat kecil kemungkinan Presiden Yudhoyono berani melakukan tindakan drastis, seperti "enough is enough", kepada warga yang melakukan penindasan dan kekerasaan terhadap kaum minoritas. Sudah puluhan, mungkin ratusan, gereja dibakar oleh warga tanpa ada tindakan apa-apa dari pemerintah Yudhoyono. Semua sudah tahu bahwa Konstitusi Indonesia melindungi dan menjamin kebebasan beragama dan kebebasan pendapat semua warga Indonesia. Negara tidak seharusnya 'mengijinkan' kekerasan dan penindasan kriminal karena hanya perbedaan agama dan perbedaan pandangan. Agama Ahmadiyah tidak diakui oleh pemerintah, tapi eksistensi warga Ahmadiyah sebagai warga negara Indonesia harus tetap dibela. Kita membela dan mempertahankan warga Ahamdiyah sebagai warga negara Indonesia yang dijamin hak nya oleh konstitusi, bukan karena setuju dengan agama atau ideologinya. Sangat tragis sekali pemerintah Yudhoyono tidak bisa menjalankan tugasnya melindungi kewajiban konstitusinalnya untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia seperti sumpahnya ketika disumpah menjadi Presiden Republik Indonesia. ps. (Readers' Form The Jakarta Post) There are two options for Ahmadiyah: Say that Muhammad is the last prophet or, if you not able to do so, then do not say that you are a Muslim. There are many Islamic groups in Indonesia, and they don't fight with each other because they believe in one God and also believe that Muhammad is the last prophet. End of problem. JOHN ISRAEL ========== ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
