Dialektika…..

Posted by alexarussia on July 29, 2010
http://alexarussia.blog.friendster.com/2010/07/dialektika/

Dialektika…..

***

Mencoba memahami analisa SWOT dari sosial masyarakat di Timur dan Barat, maka
saya berasumsi bahwa masing-masing tentunya punya keunggulan dan kelemahan.

Berlatar belakang dari berpikir dialektis materialisme, maka disini kiranya saya
perlu merekonstruksi ulang tentang ideologi.

Sampai saya menulis ini di tahun 2010, kiranya boleh dikatakan negeri timur itu
masih ketinggalan dengan negeri barat, dan masih menjadi "bola sepaknya" negeri
barat.

Disini kiranya perlu dilakukan analisa cermat kedalam socio history masyarakat
timur, mengapa masyarakat timur sulit sekali untuk melepaskan dirinya dari nasib
"bola sepaknya" negeri barat.

Dari kacamata saya, saya melihat negeri timur "terlalu asyik" dengan
gagasan-gagasan spiritual dan gagasan-gagasan mistis. Sedangkan negeri barat
terlalu asyik dengan gagasan rasionalistis terutama setelah terjadi era "Age of
enlightenment" dimulai dari mazhab kantian, descartes, sampai filsafat
materialisme yang ditarik dari penemuan-penemuan natural science terutama dari
munculnya "Darwinisme" sampai "Oparinisme".

Saya tidak melihat keduanya sebagai sesuatu yang buruk dan masing-masing harus
dikalahkan, saya kira tidak demikian, tapi akan lebih bijaksana jika kita
sebaiknya mengukur dahulu di tingkat mana kondisi sosial masyarakat Indonesia
berada. Pengukuran ini tentunya dari analisis "Materialisme Dialektika History",
atau pelacakan sejarah Indonesia.

Sekilas, dari pelacakan, Indonesia bermula dari kerajaan, bermacam budaya,
bermacam kepercayaan, dari dinamisme, animisme, sampai kepada kepercayaan modern
seperti hindu, buddha, kristian dan Islam.

Disini kiranya ahli-ahli sosiologi perlu melakukan analisis mendalam terhadap
budaya Indonesia, dan mengukur level "alam bawah sadar/ideologi" masyarakat
Indonesia.

***

Di tahun 2010 ini, saya melihat Indonesia sebagai negeri yang lebih kuat tradisi
"spiritualis". Apakah ini jelek? ya tidak…tapi keunggulan akan berakibat
sekaligus kelemahan. Disini kiranya mengapa saya mencoba mendalami filsafat
barat yang rasionalis, karena saya melihat bahwa justru keunggulan masyarakat
Indonesia yang "spiritualis" itulah sekaligus kelemahannya, dan disini saya
melihat bahwa tradisi "rasionalis" belum tercipta di Indonesia. Jadi, dalam
analisa saya, Indonesia perlu untuk dimasukan ideologi-ideologi rasionalis
sebagai opposan/antithesa terhadap ideologinya yang secara history materi …sejak
jaman dahulu berada di level ideologi "spiritualis"

Disini kiranya hanyalah masalah pengukuran saja, kalau terlalu "spiritualis"
maka tidak baik, kalau terlalu rasionalis juga tidak baik, contohnya negeri
Russia yang sejak 1920 sampai saat ini, berideologi sangat "rasionalis" karena
mereka secara resmi memberlakukan ideologi dialektika materialis dan Atheis.
(Tapi menertawakan negeri Russia yang ingin memasukan ideologi agama di tahun
2012 sama saja dengan ketololan berpikir anak TK, mereka sudah 90 tahun lebih
berada di level tinggi dari filsafat rasionalis). Implementasi agama di negeri
Russia-pun tidak lepas dari kritik berbagai kalangan, mereka khawatir agama bisa
memecah belah persatuan negeri Russia. Dan yang terjadi saat ini implementasi
agama di negeri Russia tidak dilakukan dengan serta merta, tapi di ujicobakan
dulu di beberapa sekolah sambil dievaluasi hasilnya. Dari sini bisa ditarik
kesimpulan bahwa negeri Russia memandang agama tidak dengan absolutisme-nya,
tapi juga dipandang dampak baik dan buruknya, dampak buruknya dikhawatirkan
memecah persatuan, dampak baiknya ditujukan untuk mengatasi krisis moral di
negeri Russia.

Jadi semuanya tergantung kebutuhan, kalau saat ini dirasa kondisi "alam bawah
sadar" masyarakat Indonesia masih terlalu "spiritualis", maka perlu dimasukan
atau dikencangkan ideologi Rasionalis, kalau suatu saat mencapai kondisi yang
sangat rasionalis, maka perlu dikencangkan ideologi yang "spiritualis"

Sekali lagi, dialektika-lah yang mendorong perkembangan masyarakat, dan
mengharamkan "dialektika" sama saja membiarkan stagnasi perkembangan masyarakat.

So silakan bagi para ahli-ahli politik, sosial, para sarjana yang mempunyai
gelar bejibun, untuk mengidentifikasi "penyakit" masyarakat indonesia, maka yang
perlu dilakukan adalah

1. Proses identifikasi level "alam bawah sadar/ideologi" masyarakat indonesia

2. Melakukan proses dialektika ideologi, apakah kini saatnya untuk lebih
mengencangkan paham "rasionalis", atau saatnya lebih mengencangkan paham
"spiritualis". Demikian juga dengan ekonomi, akan ditarik ke mazhab yang lebih
liberalis atau sosialis.

Keputusan akan mengencangkan paham "rasionalis" atau "spiritualis" itu hanya
bisa dicapai dengan suatu tinjauan "material dialektika history" yang mendalam
dari masyarakat Indonesia.

***

Bagaimana Dialektika mendorong perkembangan suatu negeri.

Mengamati dialektika negeri Russia sangat menarik, boleh saya katakan negeri ini
punya tradisi yang kental dengan Dialektika pemikiran. Dari si besar Russia
Plekhanov vs VI Lenin, kemudian pemikiran Lenin yang diantithesa oleh Joseph
Stalin, kemudian Khruschev melakukan de-stalinisasi. Sampai di era ambruknya
komunisme, USSR pecah dan dipimpin oleh Boris Yeltsin yang sangat pro liberal
barat. Aset-aset negara banyak dijual oleh Boris Yeltsin kepada klan-klan Yahudi
Internasional, sebelum akhirnya ketika Vladimir Putin naik, secara perlahan tapi
pasti aset-aset itu dikembalikan kepada negara, seperti Gazprom, Rosneft, dan
lain sebagainya. Beberapa klan yang pernah mengambil aset negara seperti
Khodorkovsky dipenjarakan, dan juga Boris Berezovsky kabur ke London. Tapi
Vladimir Putin tegas kembali ke "pasal 33 UUD 1945″, bahwa kekayaan alam
dan aset vital harus dikuasai oleh negara, dan ini kiranya yang membawa
kemakmuran saat ini di negeri Russia. Jadi dari pemerintahan Boris Yeltsin ke
Vladimir Putin terjadi perubahan yang sangat drastis, dimana Yeltsin melakukan
privatisasi sedangkan Putin melakukan Nasionalisasi. Bagi para analys Russia,
ini merupakan suatu hal yang menarik, karena tradisi dialektika itu sangat
kencang berlaku di masyarakat Russia. Yeltsin tidak bisa disalahkan begitu saja
akibat melakukan privatisasi dan liberalisasi, tapi akibat adanya privatisasi
dan liberalisasi Yeltsin, dan dilakukan de-Yeltsinisasi oleh Putin, maka
Presiden Russia saat ini, Dmitry Medvedev menjalankan tugasnya untuk
meng-adjust…dititik mana ekonomi Russia harus dibawa. Pilar-pilar kekuatan
ekonomi Russia saat ini masih digerakan oleh komponen-komponen BUMN, tapi
Medvedev juga punya rencana untuk melepas saham BUMN kepada privat. Gazprom,
Rosneft, ataupun Sberbank, sebagai BUMN sahamnya bisa dibeli di pasar saham
mereka di MICEX atau RTS.

Negeri yang saya lihat melakukan dialektika yang menarik lainnya adalah Amerika
Serikat. Meski negeri ini terkenal sebagai negeri liberal dengan mazhab Adam
Smith yang mempunyai tangan-tangan setan yang menyetabilkan secara otomatis
kekuatan ekonominya, tapi saya kira keambrukan mazhab adam smith pada oktober
2008 telah membawa dampak besar bagi seluruh negara untuk menengok kembali
ekonomi ala marxisme. Presiden Obama sendiri membawa Amerika berdandan lebih
sosialis, selain membawa program perbaikan kesehatan bagi masyarakat Amerika,
Presiden Obama juga suka menggebrak pasar saham dimana disitulah sarang para
"kapitalis kakap" memainkan gamenya. Amerika sendiri (sesuai info yang saya
dapatkan) adalah negeri yang fleksibel/dialektis, sebenarnya mazhab liberalisme
ekonomi ala adam smith pernah ambruk di era Great Depression 1, dan kemudian
mereka konon menggunakan mazhab Keynesian, sebelum kembali lagi ke adam smith
setelah perang dunia kedua. Jadi negeri Amerika juga merupakan negeri yang
fleksibel dalam menggunakan mazhab ekonominya.

***

Rindu Marxisme…

Saya melihat bahwa saat ini banyak orang akan merindukan mazhab sosialis atau
marxisme, tapi hal ini tak lain dipicu karena runtuhnya mazhab adam smith
Amerika pada oktober 2008. Komunisme telah ambruk, demikian juga Liberalisme
murni. Dengan demikian tidak ada suatu mazhab yang bisa benar 100% di segala
zaman. Ambruknya mazhab Adam Smith di Amerika telah membawa bencana besar
ekonomi dunia, dan suatu hal yang wajar jika banyak yang mulai berpikir balik
lagi ke mazhab marxisme sosialisme.

Secara ideologi, Marxisme orthodoks sangat sulit tercapai karena, Marxisme
orthodox merupakan puncak tertinggi dari kesetaraan manusia, anti kolonialisme,
dan anti kapitalisme. Kapitalisme dianggap sebagai tingkat tertinggi dari adanya
imperialisme, sehingga harus dihilangkan, dan tentunya banyak orang dari
borjuisme besar sampai borjuisme kecil sangat tidak diuntungkan terhadap
ideologi Marxisme Orthodox.

Mencapai level Marxisme orthodoks sangatlah sulit meski tidak mustahil hal
tersebut bisa tercapai, tapi kiranya di tahun 2010, dari kacamata saya, lebih
baik memasukan ideologi dialektika terlebih dahulu agar kelak menjadi tradisi
berpikir di masyarakat Indonesia. Dialektika di zaman orde lama tentu sudah ada,
tapi tradisi dialektika yang berada pada ideologi Marxisme-Leninisme telah
tercerabut habis oleh orde baru, dan kiranya inilah yang menyebabkan stagnasi
perkembangan masyarakat di Indonesia.

***

Dari poin-poin diatas, kiranya kita ditinggalkan oleh pendiri bangsa Indonesia,
yaitu pemimpin besar Revolusi Soekarno, bahwa ada 3 ideologi mendasar yang
ditinggalkannya, yaitu nasionalisme, agama, dan komunisme. Masing-masing tentu
punya dampai baik dan buruk, dan tidak ada absolutisme. Dominasi satu ideologi
akan membawa stagnasi perkembangan masyarakat, karena hal tersebut bertentangan
dengan proses "dialektis". Soekarno sebenarnya juga mengenalkan ideologi
Internasionalisme, tapi dalam filsafat pancasila Soekarno menempatkannya di
nomor 2 setelah Nasionalisme (agama di nomor 5).

***

Mengapa dengan dialektika?

Mengapa saya ngotot bahwa perkembangan terjadi akibat proses dialektika?

Dari manakah dialektika ini berasal?

Dialektika tak lain berasal dari alam itu sendiri, jadi dialektika adalah proses
perkembangan alamiah selain juga proses logika yang penuh dengan stagnasi. Alam
juga mengenal evolusi dan revolusi. Semua pemikiran manusia dari pandangan
dialektika materialisme adalah berasal dari alam. Jadi melihat bagaimana alam
tumbuh dengan cepat dan revolusioner dengan cara dialektika, maka dialektika
dipandang sebagai suatu methode yang mendorong kemajuan dengan level
revolusioner. Berpikir dialektika tak lain adalah sebagai juga berpikir
revolusioner. Berpikir logika tak lain merupakan berpikir stagnasi.

Namun tidak ada yang salah dengan keduanya, keduanya adalah alat saja demi
kepentingan manusia. Keduanya hanyalah alat sesuai tujuan yang diinginkan,
apakah sudah waktunya berubah secara revolusioner, atau waktunya untuk
berstagnasi.

Sebagai contoh, negeri Russia setelah mengalami revolusi paling besar/perubahan
sangat drastis di dunia pada oktober 1917 yang dipimpin oleh VI Lenin dan Lev
Trotsky, revolusi tsb dihentikan oleh Joseph Stalin, kira-kira pada tahun 1924
sampai tahun 1954, sampai Khruschev melakukan proses dialektika lagi buat negeri
Russia. Di masa Joseph Stalin, Komunisme mengalami proses stagnasi dan
dogmatisme yang sangat hebat, tapi saya tidak bisa menyalahkan Stalin, karena
Stalin juga seorang jagoan dialektika materialisme, Stalin mampu membaca
kebutuhan yang ada untuk negeri Russia pada masa itu terutama ketika Soviet
diinvasi oleh Nazi Jerman. Dalam perang dunia kedua, Soviet hampir menyerah
kepada Jerman, sampai di batas kota Stalingrad/Volgograd, dan musim dingin tiba,
tentara Soviet mampu membalik keadaan dan memukul mundur tentara nazi jerman dan
merangsek sampai ke negeri jerman sehingga mengakibatkan Hitler bunuh diri.
Sebagai simbol kemenangan Soviet, tengkorak Hitler masih disimpan di museum di
Moscow dan perang dunia kedua diperingati berakhir pada 9 May 1945. Ini artinya
kemenangan sekutu atas jepang itu tidak dianggap sebagai berakhirnya perang
dunia kedua, tapi perang dunia kedua diperingati pada hari menyerahnya Jerman
kepada tentara merah Soviet. Korban di pihak Soviet merupakan korban terbesar di
dunia, dan Soviet membentuk tentara merah juga berasal dari kalangan sipil.
Banyak ide Stalin juga yang diadopsi oleh banyak negeri, dipersenjatainya warga
sipil merupakan gagasan Stalin ketika perang dunia kedua, dan perencanaan
pembangunan bertahap 5 tahun (repelita) juga banyak dilakukan oleh Stalin yang
berjasa memajukan negeri Soviet dari negeri Industry nomor 8 di dunia, menjadi
negeri Industry nomor 2 didunia dan leading dalam hal teknologi luar angkasa.
Dari pengalaman Soviet yang pernah akan jatuh kedalam invasi Nazi Jerman, konsep
Stalin yang lebih ngotot "Russia" yang menjadi benteng Komunisme tidak bisa
dipersalahkan, dan karena Stalin lebih mementingkan menguatkan benteng Komunisme
negeri Russia, maka perkembangan ideologi Marxisme Internasionalisme untuk
sementara kendur bisa dipahami secara historikal.

***

Implementasi proses revolusioner

Sesuai dengan apa yang saya baca dari beberapa sumber, bahwa media merupakan
garda terdepan bagi terciptanya "alam bawah sadar/ideologi" masyarakat. Peran
media sangatlah besar bagi cara berpikir masyarakat. Apabila media masih sering
menayangkan tontonan-tontonan ghaib dan yang tidak ada gunanya bagi masyarakat,
atau media yang lebih mementingkan komersial, atau media yang sengaja berpihak
kepada kekuasaan, maka saya kira yang terjadi adalah stagnasi perkembangan
masyarakat. Perubahan revolusioner itu akan terjadi apabila garda depannnya
adalah media informasi.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke