Refleksi : Bangung matarahari pagi telah muncul. Bagunlah kaum  tertipu! 
Bagunlah kaum papah dan tertindas. Bebaskan diri dari ikatan rantai penipuan 
rezim kleptorkrik pembawa kesengsaraan dan kemelaratan!

http://www.komisikepolisianindonesia.com/main.php?page=ragam&id=2643

Kamis, 10 Feb 2011

Muncul Satu Lagi Kelompok Penentang SBY

Mereka antara lain Rieke Diah Pitaloka, Fuad Bawazir, La Ode Ida, dan Bambang 
Soesatyo
Kamis, 10 Februari 2011, 15:54 WIB
Arfi Bambani Amri, Mohammad Adam 
 
Rieke Dyah Pitaloka (Antara/ Fanny Octavianus) 
Setelah Forum Lintas Agama dan Forum Rektor yang tampil ke depan mengritik 
pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, muncul lagi sebuah kelompok yang 
menamakan diri Dewan Penyelamat Negara. Kelompok ini umumnya diisi politisi dan 
sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat.

Mereka antara lain Rieke Diah Pitaloka, Fuad Bawazier, La Ode Ida, Arbi Sanit, 
Bambang Soesatyo, Permadi, Lily Wahid, Hatta Taliwang, Effendi Choirie, Sukardi 
Rinakit, Saurip Kadi, Sabam Sirait, dan Jhonson Panjaitan.

Deklarasi Dewan Penyelamat Negara ini digelar di Gedung DPR, Jakarta, Kamis 10 
Februari 2011 ini. Naskah deklarasi dibacakan oleh Rieke Diah Pitaloka, 
politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

"Cita-cita nasional hingga kini gagal diwujudkan," kata Rieke. "Meningkatnya 
kasus kekerasan bahwa ada perbedaan menunjukkan kegagalan negara dalam 
melindungi hak setiap warga untuk beragama dan berkeyakinan."

Pembangunan, kata Rieke, masih berpusat di kota-kota besar. "Pertumbuhan 
ekonomi memang ada, tetapi itu tidak dinikmati oleh sebagian besar warga negara 
karena pertumbuhan ekonomi tidak berangkat dari sektor penghasil barang," 
ujarnya. 

"Eksploitasi sumber daya alam yang strategis, yang masif, tidak berbanding 
lurus dengan derajat kemakmuran. Akibatnya, negara dan rakyat terjerumus dalam 
anomali pembangunan," ujarnya. "Rakyat tetap miskin di tengah sumber daya alam 
yang terkikis."

"Dewan Penyelamat negara memandang bahwa Bangsa Indonesia yang cakrawala 
langitnya terbungkus awan gelap oleh rubungan masalah yang tidak henti-henti, 
membutuhkan kepemimpinan nasional yang kuat, berani, efektif dan berpihak pada 
kepentingan rakyat," kata Rieke menyimpulkan.

Permadi bahkan berkata lebih jauh, kondisi ini perlu revolusi. Di Mesir telah 
terjadi revolusi, mengapa Indonesia tidak melakukan yang sama, kata politikus 
Partai Gerakan Indonesia Raya itu. (kd)

. VIVAnews 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke