http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011021101513314

  Jum'at, 11 Februari 2011 
     
      BURAS 
     
     
     
'Absolut Power Corrupts Absolutely'! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya

      "PRESIDEN Yudhoyono bicara hakikat kekuasaan pada Hari Pers Nasional 2011 
di Kupang, NTT. Ia kutip simpul Lord Acton: power tend to corrupt, absolut 
power corrupts absolutely!" ujar Umar. "Kekuasaan cenderung korup, kekuasaan 
absolut (tak terkontrol), korupsi secara absolut-tak terkontrol-pula, alias 
lebih telak!"

      "Lewat simpul itu Presiden menekankan perlunya kontrol pers untuk 
menciptakan keseimbangan pemerintahan, stabilitas politik dan keamanan!" sambut 
Amir. "Intinya, kekuasaan tak boleh jalan tanpa kontrol! Kekuasaan mesti 
dikontrol oleh kekuasaan yang lain! sekarang kekuasaan sudah tak terpusat pada 
eksekutif dan militer lagi, tapi tersebar selain di legislatif, yudikatif, dan 
pers, juga mahkamah konstitusi, LSM, komisi-komisi negara independen dari 
Komnas HAM sampai KPK, dan sebagainya!"

      "Masalahnya kekuasaan yang (maunya) absolut sering alergi terhadap kririk 
atau kontrol, sehingga kritik atau kontrol tak lagi dilihat secara fungsional 
untuk menjaga berbagai keseimbangan di seputar kekuasaan seperti dimaksud 
Presiden!" tukas Umar. "Akibatnya, kritik atau kontrol yang disampaikan secara 
proporsional sekalipun dicap destruktif, lantas esensi kritik atau kontrol itu 
dikesampingkan! Konsekuensinya, kesalahan-kesalahan yang telanjur kaprah 
berjalan semakin sistemik!"

      "Bertolak dari pemikiran Lord Acton itu perlu dipahami, kecenderungan 
kekuasaan untuk korupsi dalam arti luas baik dalam arti penyimpangan kekuasaan 
(abuse of power) maupun maksimalisasi benefit-benefit untuk kepentingan 
kekuasaan dalam setiap pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya!" timpal Amir. 
"Abuse of power dengan peraihan benefit untuk kepentingan kekuasaan yang 
berjalan sistemik dalam setiap proses pelaksanaan tugas-tanggung jawab penguasa 
itulah yang menjelmakan kekuasaan jadi absolut power, sehingga salah satu 
bentuk korupsi yang absolut bisa dilihat pada benefit-benefit yang diperoleh 
kekuasaan justru dalam pelaksanaan tugasnya itu!"

      "Dengan salah satu bentuk korupsi yang absolut sedemikian rupa, tersistem 
dalam tugas penguasa absolut (absolut power), sang penguasa bahkan bisa 
melakukan korupsi yang absolut itu dengan program yang bersifat kebal kritik!" 
tegas Umar. "Contohnya, ia bagi-bagikan uang negara kepada kaum miskin seolah 
itu semata berkat kemurahan hatinya, agar warga miskin memberikan suara untuk 
partai maupun dirinya saat pemilu, pers sukar mengeritiknya karena bisa 
terkesan anti terhadap program membantu kaum miskin! Jadi, semakin absolut 
kekuasaan, kian absolut (sukar dikritik) pula korupsinya!" ***
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke