Sedangkan si jusfiq, pantasnya dianugerahi gaplokan



> Subject: Fw: [proletar] Latar belakang mengapa Umar Said dianugerahi Medali 
> Kota Paris

> 

> Umar Said teman just PIG jauh lebih bermanfaat hidupnya sampai dapat 
> pernghargaan dan beliau punya website 

> 

> Sementara just pig menunggu ajal sambil posting sampah dan hal hal tidak 
> berguna

> 

> Udah itu kerjaannya cuman ngulang ngulang hal gak penting di milist milist, 
> COPY PASTE dan sumpah serapah

> 

> Penghargaan yang dia dapat adalah ledekan orang orang dan dia merasa 
> berbahagia dengan diledekin

> 

> Sarap memang tapi patut dikasihani

> 

> 

> 

> 

> 

> -----Original Message-----

> From: "Umar Said" <kontak@...>

> Sender: [email protected]

> Date: Fri, 28 Jan 2011 18:10:45 

> To: <[email protected]>

> Reply-To: [email protected]

> Subject: [proletar] Latar belakang mengapa Umar Said dianugerahi Medali Kota 
> Paris

> 

> 

> Berita ini juga disajikan dalam website http://umarsaid.free.fr/

> 

> yang sampai sekarang sudah dikunjungi  705  720    kali

> 

> ======================================

> 

> 

> 

> Latar belakang mengapa Umar Said

> dianugerahi Medali Kota Paris

> 

> 

> 

> Berhubung dengan banyaknya perhatian terhadap berita tentang ulang tahun ke

> 28 Restoran koperasi INDONESIA yang sekaligus juga pemberian Medali Kota

> Paris kepada Umar Said, maka berikut di bawah ini disajikan berita atau

> tulisan selanjutnya, sebagai pelengkap berita yang sudah disajikan dalam

> website http://umarsaid.free.fr/ .

> 

> 

> 

> Tulisan-tulisan ini akan memungkinkan bagi banyak orang untuk mendapat

> informasi tambahan guna mempunyai sekadar gambaran tentang latar belakang

> mengapa Umar Said diberi penghargaan berupa Medali Kota Paris dan

> menjadikannya wargakota kehormatan kota Paris (citoyen d'honneur)

> 

> 

> 

> Karena peristiwa yang agak istimewa ini mungkin menimbulkan keheranan bagi

> sejumlah orang, dan memancing berbagai pertanyaan, maka adanya informasi

> tambahan atau berbagai penjelasan akan berguna untuk diketahui.

> 

> 

> 

> Umar Said dikenal sejak lama sebagai orang kiri

> 

> 

> 

> Sejak Umar Said minta suaka politik di Prancis dalam tahun 1974 tentulah

> pemerintah yang sudah berganti-ganti itu mengetahui bahwa Umar Said adalah

> orang yang berhaluan politik kiri, dan pendukung Presiden Sukarno, yang

> anti-imperialisme dan anti-kolonialisme, dan penentang rejim militer

> Suharto.

> 

> 

> 

> Sebab, dalam tahun 1976 ia menjadi promotor didirikannya Komite Timor Timur

> di Paris tidak lama sesudah terjadi agresi militer Indonesia untuk mencaplok

> negara yang diproklamirkan Fretilin ini. Ia juga mendirikan Komite Tapol

> Prancis yang diketuai Philippe Farine, pimpinan organisasi Katolik yang

> terkemuka di Prancis. Kedua organisasi ini sering mengadakan

> pertemuan-pertemuan atau berbagai kegiatan di Paris dan di tempat-tempat

> lainnya di Prancis.

> 

> 

> 

> Ia juga telah berhasil mengumpulkan tanda-tangan dari tokoh-tokoh tinggi

> Partai Sosialis, yang kemudian menjadi berbagai Perdana Menteri dan

> Menteri-Menteri  selama kepresidenan François MITTERRAND, untuk petisi

> mengenai Pramoedya Ananta Toer.

> 

> 

> 

> Dalam jangka lama sekali Umar Said menjalin hubungan yang erat dengan

> organisasi France Libertés, yang dipimpin Madame Danielle MITTERRAND, yang

> telah mengadakan pertemuan dengan Pramoedya Ananta Toer dan Joesoef Isak,

> dan ibu Sulami dari YPKP di Paris.

> 

> 

> 

> Dalam tahun 2000 Umar Said ikut dalam delegasi Madame Danielle MITTERRAND

> yang berkunjung ke Indonesia untuk menghadiri pertemuan di Tangerang  dengan

> banyak eks-tapol yang berdatangan dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, dan NTT.

> Delegasi ini juga menemui para eks-tapol di Jogya.

> 

> 

> 

> Selama 37 tahun di Paris Umar Said sering ikut dalam bermacam-macam kegiatan

> dari berbagai golongan  (Prancis dan bukan Prancis) yang bergerak di bidang

> HAM, untuk membela demokrasi dan untuk kebebasan. Selama bertahun-tahun ia

> memelopori ikut sertanya stand Indonesia dalam Fête de l'Humanité, pesta

> besar tiap tahun yang diselenggarakan oleh Partai Komunis Prancis, untuk

> menyuarakan perlawanan terhadap rejim militer Suharto.

> 

> 

> 

> Tentunya, semuanya ini banyak sedikitnya juga diketahui oleh sejumlah  tokoh

> di Prancis, termasuk pejabat-pejabat tinggi  yang dari golongan kiri dan

> sosialis ( yang duduk dalam pemerintahan). Namun, bahwa Umar Said sejak lama

> berhaluan politik kiri dan penentang rejim militer Suharto tidaklah

> merupakan halangan baginya (bersama istrinya) untuk diundang untuk malam

> musik dan jamuan makan  di Istana Elysee yang dihadiri oleh ratusan orang

> yang dianggap sahabat. Waktu itu hanya Umar Said dan istrinya adalah orang

> Asia yang kelihatan di antara para undangan.

> 

> 

> 

> Bagi Umar Said, sebagai salah satu dari begitu banyak korban rejim militer

> Suharto,  peristiwa ini merupakan indikasi bahwa,  pada dasarnya, sebenarnya

> pemerintahan di bawah Presiden MITTERAND bersama tokoh-tokohnya mempunyai

> simpati terhadap golongan kiri yang menjadi korban dari berbagai politik

> rejim militer di bawah Suharto. Sikap tokoh-tokoh tinggi golongan sosialis

> terhadap Umar Said selama puluhan tahun merupakan bukti tentang fenomena

> ini.

> 

> 

> 

> Arti Medali Kota Paris bagi golongan kiri Indonesia

> 

> 

> 

> 

> Pemberian Medali Kota Paris kepada Umar Said pada kesempatan ulangtahun

> Restoran Koperasi INDONESIA memang bisa dipandang sebagai peristiwa luar

> biasa bagi para korban Orde Baru atau penentang rejim militer Suharto.

> Sebab, seorang yang lahir di Malang dan besar di Blitar yang di usia

> lanjutnya dianugerahi Medali Kota Paris dan menjadi wargakota kehormatan

> ibukota Prancis  memang merupakan hal yang cukup menarik.

> 

> 

> 

> Semuanya itu kelihatan lebih jelas lagi dari pidato Christian SAUTTER,

> bekas wakil sekjen Istana Kepresidenan Elysée dan Menteri Budget, yang

> menyerahkan Medali Kota Paris beserta piagamnya kepada Umar Said.

> 

> 

> 

> Dalam pidato yang diucapkan tanpa teks itu , tokoh tinggi yang berhaluan

> sosialis ini menegaskan bahwa Walikota Paris, Bertrand Delanoue beserta

> kotaprajanya memutuskan memberikan penghargaan kepada Umar Said karena

> dianggap sebagai militant (pejuang atau aktivis) untuk Fraternité

> (persaudaraan) dan Liberté (kebebasan).

> 

> 

> 

> Sebagai penjelasan ia menceritakan kepada para pengunjung malam itu bahwa

> Umar Said pada usia mudanya ikut dalam perjuangan untuk kemerdekaan

> Indonesia, dan ketika kemudian menjadi wartawan ia membikin

> reportase-reportase tentang konferensi Bandung.

> 

> 

> 

> Christian SAUTTER mengatakan bahwa sebagai amateur sejarah dan

> peristiwa-peristiwa penting (ia adalah pakar mengenai soal-soal Jepang)

> bahwa konferensi Bandung (yang Presiden Sukarno adalah tuan rumahnya)

> merupakan peristiwa yang amat bersejarah bagi perjuangan bangsa-bangsa, yang

> kemudian menjadi gerakan non-blok.Sayangnya, kata Christian SAUTTER  bahwa

> perjuangan ini berhenti dalam tahun 1965 dengan terjadinya kudeta (oleh

> Suharto).

> 

> 

> 

> Kepada para peserta pertemuan malam itu, ChristianSAUTTER mengatakan bahwa

> setelah datang ke Prancis dalam tahun 1974 kemudian Umar Said  telah

> menolong kawan-kawannya yang lain untuk datang ke Prancis. Waktu itu  ia

> memiliki gagasan yang ideal dan eksepsionel (istimewa) mendirikan SCOP

> Fraternité untuk memungkinkan kawan-kawannya itu menjadi otonom dan berdiri

> di atas kaki sendiri.

> 

> 

> 

> Yang dianggap eksepsionel oleh Chrintian SAUTTER, yang menjabat sebagai

> Wakil Walikota Paris dan bertugas di bidang tenaga kerja (emploi),

> developement économique (pengembangan ekonomi) dan attractivité

> internationale (perhatian internasional) adalah bahwa hampir 100 orang

> pernah bekerja dalam restoran koperasi ini. Ini adalah prestasi yang besar.

> 

> 

> 

> Itu semua mendorong Walikota Paris memberikan Medali kepada Umar Said

> sebagai orang yang dipandang sebagai militant untuk Fraternité dan militant

> untuk Liberté, kata Christian SAUTTER.

> 

> 

> 

> Pengalaman Louis JOINET soal Timor Timur dan  Indonesia

> 

> 

> Dalam pertemuan malam itu Louis JOINET, mantan pejabat tinggi di

> pemerintahan Prancis di bawah kepresidenan François MITTERRAND (ia adalah

> penasehat hukum para Perdana Menteri yang berganti-ganti lima kali) sebelum

> cerita panjang tentang hubungannya dengan Umar Said ia minta kepada

> Christian SAUTTER untuk menyampaikan terimakasihnya, atas nama

> sahabat-sahabat lainnya,   kepada Walikota Bertand Delanoue atas

> keputusannya untuk mengumumkan Umar Said sebagai wargakota kehormatan kota

> Paris.

> 

> 

> 

> Kemudian dengan menelusuri arsip-arsipnya ia menceritakan kisah

> perkenalannya dengan soal-soal Timor Timur berkat Umar Said, antara lain

> dengan pertemuan soal Timor Timur di Lisabon (Portugal) dalam tahun  1976.

> Sebelum itu, ia tidak tahu sama sekali masalah-masalah Timor Timur, katanya.

> 

> 

> 

> Ia mengatakan bahwa sejak itu ia banyak tahu soal Timor Timur dari Umar

> Said, dan kemudian dari pekerjaannya sebagai expert yang mewakili Prancis

> dalam Komisi PBB untuk Orang-orang yang Hilang.

> 

> 

> 

> Diceritakannya bahwa ia adalah expert PBB  yang pertama ke Timor Timur untuk

> mengadakan penyelidikan tentang orang-orang yang dihilangkan. Dalam rangka

> ini juga ia ke Indonesia untuk soal-soal yang berkaitan dengan pelanggaran

> HAM, dan bertemu dengan Jenderal Wiranto dan mengunjungi penjara Cipinang

> untuk bertemu dengan Xanana Gusmao.

> 

> 

> 

> Dalam ceritanya mengenai kunjungan ke Indonesia ini ia menguraikan tentang

> berbagai perlakuan terhadap para korban tindakan penahanan sewenang-wenang

> (détention arbitraire) oleh diktaturnya  Suharto.

> 

> 

> 

> Tentang Restoran koperasi INDONESIA ia menceritakan beberapa anekdote ketika

> berkunjung ke Indonesia. Ia pernah ditanya oleh seorang pejabat apakah ia

> kenal restoran INDONESIA, dan jawabnya adalah « Masakannya enak », dan

> ketika ia ditanya apa ia juga mengisi buku tamu (livre d'or) restoran semua

> pendengar pada malam itu ketawa terbahak-bahak.

> 

> 

> 

> Ia mengatakan bahwa buku tamu restoran INDONESIA adalah istimewa, karena

> berbagai pembesar atau tokoh, di antaranya terdapat anggota-anggota

> parlemen, yang berkunjung ke restoran. Menurutnya, sampai-sampai dinas

> rahasia Prancis pernah terheran-heran dan menyelidiki mengapa begitu banyak

> tokoh-tokoh yang mengunjungi restoran ini.

> 

> 

> 

> Ia mengatakan juga bahwa sebagai pejabat yang bekerja di Matignon (kantor

> Perdana Menteri) ia mendapat laporan-laporan resmi. Dalam salah satu laporan

> itu disebutkan bahwa para diplomat Indonesia pernah dianjurkan untuk tidak

> mendatangi restoran ini. Juga ada laporan bahwa ada usaha KBRI untuk

> didirikannya restoran Indonesia lainnya, tetapi ternyata tidak jalan, karena

> orang selalu berdatangan memilih restoran koperasi INDONESIA.

> 

> 

> 

> Dari pengalaman yang sudah ditempuh selama ini, Louis JOINET menganggap

> bahwa projek didirikannya restoran koperasi adalah pengalaman yang hebat

> (formidable).

> 

> 

> 

> Dengan sejumlah kecil cuplikan isi pidato kedua tokoh tingkat tinggi Prancis

> ini dapat diperoleh sekadar gambaran tentang usaha kolektif yang dijalankan

> oleh sejumlah korban rejim Orde Baru dengan mendirikan restoran koperasi

> yang sudah berusia 28 tahun, dan juga sedikit latar belakang pemberian

> Medali Kota Paris kepada Umar Said.

> 

> 

> 

> Dari bahan-bahan yang disajikan di atas ini juga dapat dimengerti bahwa

> pemberian Medali Kota Paris oleh Walikota dan kotapraja Paris kepada Umar

> Said adalah didasarkan atas berbagai pertimbangan dan usul banyak orang dan

> juga pengamatan yang cukup lama tentang apa yang sudah dikerjakannya selama

> ini.

> 

> 

> 

> 

> 

>   =============

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

> 

> 

> 

> 

> [Non-text portions of this message have been removed]

>





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke