http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/article/di-papua-prioritas-utama-tetap-kesejahteraan

 
 
Map 
Amsterdam, Belanda 
Amsterdam, Belanda 
Di Papua, Prioritas Utama Tetap Kesejahteraan
Diterbitkan : 11 Februari 2011 - 8:31pm | Oleh Prita Riadhini (RNW) 

Kesejahteraan rakyat tetap menjadi prioritas utama di Papua, dan tidak perlu 
terjebak dengan pemikiran untuk lepas atau tetap bersatu dengan Indonesia. 
Demikian Sekretaris Jenderal Presidium Dewan Papua, Thaha al Hamid, ketika 
menghadiri peluncuran buku perjuangan tokoh Papua, almarhum Viktor Kaisiëpo 
yang berjudul Perspektif Papua, Cerita Kehidupan dan Perjuangan Saya, di gedung 
Amnesty International di Amsterdam, Belanda. 

Menurut Thaha al Hamid, pemikiran-pemikiran almarhum Viktor Kaisiëpo menjadi 
sangat relevan untuk perjuangan Papua. Buku tersebut memberikan gambaran yang 
jelas tentang Papua. Tentang bagaimana seharusnya Jakarta membangun paradigma 
baru dengan Papua.

"Saya kira kita tidak perlu terjebak di dalam pilihan-pilihan seperti bersama 
atau berpisah dari Indonesia. Yang lebih penting adalah ada keadilan sosial, 
keadilan ekonomi. Dan orang Papua bisa memiliki hak hidup yang dihormati dan 
bermartabat, juga dihormati sebagai bangsa dan sebagai manusia."

Sampai saat ini menurut Thaha masih terjadi pelanggaran HAM di Papua. Jakarta 
tuturnya, harus mengubah sudut pandang dalam melihat Papua. Kalau Jakarta 
melihat Papua sebagai kelompok separatis, maka kapan pun pasti akan terjadi 
pelanggaran HAM dan ketidak adilan sosial serta ekonomi. Namun kalau Jakarta 
menemukan paradigma baru yang lebih ramah dan lebih manusiawi, maka merubah 
keadaan di Papua.

Sementara itu menurut Thaha, otonomi khusus di Papua mengalami kegagalan total. 
Jakarta saja mengakui bahwa otonomi khusus tersebut gagal. "Anda tahu begitu 
banyak uang telah dikucurkan di Papua. Tapi hasilnya apa?. Banyak rakyat Papua 
yang masih hidup menderita. Sementara prasarana lainnya pun seperti rumah sakit 
juga tidak memadai di Papua.

Rakyat Asli Tersingkir
Sekjen Dewan Adat Papua, Leo Imbiri dalam kesempatan sama menjelaskan rakyat 
asli Papua sekarang tersingkir. Migran yang memenuhi tanah Papua, hampir 
menyamai jumlah penduduk asli Papua. Yang lebih parah lagi, keuntungan ekonomi 
bukan untuk rakyat Papua asli. 

"Sampai hari ini masyarakat adat Papua belum menikmati hak-haknya secara baik. 
Dan makin hari sekarang rakyat Papua, makin ter marginalisasi dari tanah dan 
sumber daya alam yang dimilikinya."

Banjirnya migran ke Papua dan kebijakan pembangunan juga tidak memberikan ruang 
yang cukup bagi masyarakat asli Papua untuk berkembang. Ada sekitar 1,4 juga 
migran di Papua dan itu sebanding dengan penduduk Papua yang ada.

Apalagi ditambah dengan kebijakan pembangunan saat ini. Para migran yang datang 
ke Papua itu bertujuan untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang ada di 
Papua. Selain itu ada pula migran spontan. Setiap satu minggu ada empat kapal 
besar yang masuk ke Papua. Satu kapal membawa sekitar 1000 sampai 3000 orang. 
Dengan demikian dalam satu minggu ada 12 ribu orang migran yang datang ke Papua.

"Ada beberapa kasus yang menarik yaitu beberapa migran yang belum sampai ke 
Papua bahkan sudah punya KTP. Dan mereka bisa langsung memakai baju pegawai 
negeri. Itu merupakan tindakan diskriminatif terhadap rakyat asli Papua."

Buku Viktor Kaisiëpo itu dikarang oleh Willem Campschreur dan diserahkan oleh 
mantan menteri pertahanan Eimert van Middelkoop ke keluarga dan Thaha Alhamid 
serta Leo Imbiri. 




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke