Nyolong atau tidak nyolong tetapi disimpan baik-baik dan dikembalikan sesuai 
perjanjian internasional. Bukan seperti Indoneisa dikasi kembali naskah pada 
zaman Kartanegara yang ditulis pada lontar. Benda ini dikembalikan kepada 
Indonesia waktu Soeharto berkunjung pada tahun 1970-an. Benda ini bukan ditaruh 
di Museum dengan perawatan yang memada,  dikira hadiah Belanda kepada keluarga 
Soeharto, Ibu Tien ambil pasang di dinding, dalam waktu singkat hancurlah daun 
lontar tersebut, naskah pun hilang.

Dulu pengalian benda-benda kuno tidak ada undang-undang nasional maupun 
konvensi internasuional untuk benda-benda galian itu menjadi milik nasional, 
maka oleh karena itu orang bisa ambil menjadi milik pribadi. Setelah adan 
konvensi tentang barang-barang purba itu, maka selangkah demi selangkah 
dikembali kepada negeri asalnya. Apakah informasi yang saya sebutkan ini 
diberitahukan juga di pesantren-pesantren supaya para murid tidak mengembik 
seperti kambing?

Benda-benda dari Museum  Nasional di Bagdad  dijarah oleh Alibaba (istilah 
orang Irak untuk pencuri) kemudian dijual di pasar bebas. Benda-benda museum 
mempunyai tanda pengelanan pemilik, jadi kalau diketahui dimana disimpan oleh 
yang bukan pemilik resmi, bisa disita susahnya kalau barang-barang baru yang 
digali curian. 

Di Afghanistan semasa kerajaan dan kemudian rezim Najibullah etc. pengalian 
benda-benda kuno dibantu oleh arkeolog-arkeolog Soviet.  Hasil galian 
memperkaya museum Nasional di Kabul.  Datang Mujahidin dan Taliban baku hantam, 
mereka kosongkan benda-benda yang ada di Museum, dijual di Peshawar kemudian ke 
pasar gelap internasional. Patung Buddha diBamyam saja dihancurkan. 

Kaum agama bisa teriak-teriak Allahhu Akbar sampai peot, tetapi juga jangan 
tutup mata terhadap penjarahan berbendera agama,  contoh peristiwa Mei 1998 di 
Jakarta dan waktu konfilk di Ambon. 
 


  ----- Original Message ----- 
  From: ndeboost 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, February 13, 2011 5:46 AM
  Subject: [proletar] Negara Super (Maling)


    
  Inilah negara tempat para maling nyimpan duit atau cari
  junk-food.
  Bagaimana dg yg di Irak? Agfghanistan?

  http://www.rnw.nl/bahasa-indonesia/bulletin/yale-kembalikan-benda-benda-\
  purbakala

  view the location of this item Yale Kembalikan
  Benda-Benda Purbakala Diterbitkan 12 Februari 2011 - 11:23am

  NEW HAVEN (ANP) - Universitas ternama Amerika, Yale akan mengembalikan
  sekitar lima ribu benda purbakala dari kota peninggalan bangsa Inka,
  Machu Picchu kepada Peru.

  Benda-benda tersebut antara lain perkakas terbuat dari batu, benda 
  keramik serta tulang manusia dan hewan. Benda-benda ini dibawa keluar
  Peru oleh sejarawan Hiram Bingham. Ia menemukan Machu Picchu, di 
  pegunungan Andes pada ketinggian 2560 meter dan banyak melakukan 
  penelitian di sana. Banyak penemuan dia, dia bawa ke Amerika Serikat. 
  Yale menyimpan sekitar 40 ribu benda Peru.

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke