Refleksi : Kalau PKS menyatakan hal demikian  adalah tidak lain  maksudnya 
untuk mengharumkan nama partai,  agar dipilih  menjadi wakil rakyat (umat) 
dalam pemilu yang akan datang.  Apakah bualan memberikan kesan baik  atau buruk 
bukan masalah, pokoknya bagi yang dibodohkan  bisa menerima sebagai kebenaran 
yang harum baunya. Teladan demikian lazim dipraktekan oleh partai-partai 
politik NKRI.

http://www.antaranews.com/berita/244918/mahasiswa-indonesia-di-mesir-sayangkan-pernyataan-pks

Mahasiswa Indonesia di Mesir Sayangkan Pernyataan PKS
Minggu, 6 Februari 2011 18:07 WIB |


 
Demonstran anti pemerintah Mesir melakukan Shalat di lokasi unjukrasa, 4, 
February , 2011. (ANTARA/REUTERS/Asmaa Waguih)


Madiun (ANTARA News) - Sejumlah mahasiswa Indonesia yang saat ini masih 
bertahan di Mesir menyayangkan pernyataan petinggi Partai Keadilan Sejahtera 
(PKS) di Tanah Air yang mengklaim ratusan mahasiswa Indonesia merupakan 
kadernya dan ikut terlibat dalam upaya penggulingan rezim Hosni Mubarak di 
negeri Firaun.

"Pernyataan Sekjen PKS Anis Matta kepada sejumlah media massa di Indonesia itu 
bisa membunuh kami di Mesir. Mereka mendapatkan pamor di atas penderitaan 
kami," kata salah satu mahasiswa Universitas Al Azhar asal Kota Madiun, Jawa 
Timur, Ahda Zabila (25), melalui pesan yang dikirim ke akun Facebook wartawan 
ANTARA di Madiun, Minggu.

Ia menceritakan, pernyataan petinggi PKS tersebut telah berdampak pada 
banyaknya mahasiswa Indonesia di Kairo yang terkena aksi sweeping dan 
penggeledahan dengan jumlah aksi itu yang terus meningkat akhir-akhir ini.

"Di antaranya yang menjadi korban adalah teman kami, Bisyri Ichwan, mahasiswa 
Al Azhar Kairo, Fakultas Ushuluddin tingkat 2 asal Banyuwangi, Jawa Timur. Ia 
dan sejumlah temannya terkena aksi penggeledahan di rumahnya di kawasan Nasr 
City tepatnya di daerah Tubromli," katanya.

Dalam pesannya, Ahda menulis, Bisyri Ichwan, beserta empat orang teman lainnya, 
didatangi satu kompi tentara militer Mesir lengkap dengan senjata laras panjang 
pada Sabtu (5/2) siang waktu setempat.

Selama satu jam lamanya, mereka dicecar berbagai pertanyaan oleh tentara 
militer Mesir terkait kecurigaan sebagai pendukung aksi para demonstran.

Bukan hanya dicecar dengan pertanyaan, namun rumah mereka juga diobrak-abrik, 
termasuk laptop, telepon seluler, dan dokumen-dokumen tak luput dari 
pemeriksaan sambil menodongkan senjata laras panjang ke arah mahasiswa.

"Bukan hanya diperiksa, tapi diobrak-abrik. Mereka fokus pada internet yang 
saya buka. Suasananya begitu tegang," kata Achda menirukan, ungkapan temannya, 
Bisyri Ichwan.

Mahasiswa S-1 Ilmu Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Al Azhar ini juga 
menceritakan, hal yang tak kalah mencekam juga dialami oleh Andi Sadli 
mahasiswa tingkat 5, Fakultas Syari?ah Wal Qonun, yang keluar dari asrama 
menuju rumah temannya di kawasan Abbas.

"Andi Sadli juga harus mendapatkan pemeriksaan ketat oleh tentara militer yang 
dlengkapi dengan senjata dan tank, yang berjaga di sekitar asrama di siang 
hari," tuturnya.

Ia menambahkan, apa yang terjadi pada Bisyri dan Andi hanyalah sebuah contoh 
kecil dari berbagai kemungkinan yang terjadi, menyusul pernyataan yang 
dilontarkan oleh Anis Matta di Gedung DPR Jumat (4/2), karena itu para tokoh di 
Tanah Air diharapkan lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan di media 
massa.

Dalam pesannya, Ahda dan rekan mahasiswa lainnya mendesak Pemerintah Indonesia 
untuk segera melakukan evakuasi terhadap WNI yang masih bertahan, karena saat 
ini keadaan sangat sulit, apalagi mahasiswa sudah kehabisan uang dan stok 
pangan yang menipis, sedangkan bantuan dari KBRI hanya mi instan.
(SAS/B010) 
Editor: Bambang


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke