nDeboost ga bisa kasih komen kecuali terimakasih. Alhamdulillah. ndeboost mau share mengenai kesehatan namun jasmani. Suatu hari ada yg ngasih tahu bahwa kopok alias teler adalah umbel atau ingus yang ga bisa keluar alias tertahan yang nyari jalan keluar dari tempat yang paling lemah: kuping.
Kasus ini tak ceritakan ke temen kami dimana lalu isterinya kemudian setiap anak pileg, umbelnya di sedot pakai mulut. Srupuuutttt. (Dia ini pernah punya adik yang "terbelakang" bukan karena bodoh namun minder karena kopoken dimana baunya temannya ga ada yang mau dekat. Jadinya sering mbolos sekolahnya bin ketinggalan pelajaran) Alhamdulillah, kel kamipun ga ada yg dapet penyakit ini karena pileg. Ada ga ya yg mau kasih komen: "siapa suruh"?. --- In [email protected], "ajeg" <ajegilelu@...> wrote: > > > Wan, > > Sebebas-bebasnya orang, jangan pernah, ulang: > jangan pernah berprasangka buruk terhadap orang > yang menyebabkan kita ada. Terutama yang > melahirkan kita. > > Ada orang yang bawa anggota keluarganya ke psikiater > memang untuk mengobati anggota keluarganya. Tapi > banyak juga orang yang bawa anggota keluarganya ke > psikiater bukan untuk "nyembuhin" anggota keluarganya > itu, tapi karena mereka sudah kewalahan menghadapinya. > Mereka kehabisan akal & cara untuk menghadapi sifat & > perilaku yang mereka anggap di luar kebiasaan. > Itu sebabnya mereka minta tolong psikiater "ngebaca" > si anggota keluarga supaya mereka tau cara yang pas > untuk berkomunikasi dengannya. > > Saya nggak tau ibumu ada di kelompok yang mana. Yang > pasti, setiap ortu berharap anaknya bisa berdikari & > nggak nyusahin orang. Hanya saja cara-caranya barangkali > kurang kena. > > Jangan sensi dan jangan pernah biarin luka masa kecil > terus merajai hidup. Nggak ada gunanya gagah-gagahan > terhadap orangtua, sebab tanpa orangtua kita nggak ada. > > Menyesal belakangan bakal keliatan seperti kondektur > ketinggalan kereta. Orang bebas nggak takut nerima > kekurangan orang lain. > > > --- "wawan" selarasmilis@ wrote: > > > ini saya tambahi: > > saya ingat ketika smp saya dibawa oleh ibu saya ke psikiater... > > emang sih ...saya tertekan, karena sudah dari kecil saya berbakat > > "thinking out of the box" > > > > jaman segitu orang yg "thinking out of the box" mungkin bakalan > > dikira oleh orang tuanya sbg gejala anak yg gak normal... > > > > jadinya saya dibawa ke psikiater bernama pieter mboik,psikiater > > paling terkenal kala itu di kota solo... > > > > > > --- "wawan" selarasmilis@ wrote: > > > > > akhirnya saya dipindah sekolah, karena akademik buruk.. > > > > > > lalu 1 tahun saya mencoba nurut yg dimaui ibu... > > > > > > dan nilai akademik saya bagus... > > > > > > tapi saya sadar ini gak ada gunanya,...lha wong sistem pendidikan > > > di masa saya itu cuman system pendidikan foto copy... > > > > > > --- > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
