Ganti nama kalau budaya Jawa ya biasa-biasa saja. Daripada keberetan
jeneng, kata yang bijak. Lalu ga demikianpun ada kok laki-laki pakai
nama perempuan, apalagi kalau urusannya kamuflase-kriminal, mimikri.
Gitu  kan MasmBok?

--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>
> Dulu Cina Dipaksa Ganti Nama, Sekarang Islam Ahmadiah !!!
>
> Membangun negara baru harus mendapat izin UN, tapi mendirikan agama
baru ataupun semua agama yang lama yang sudah berdiri tidak perlu minta
izin siapapun juga.  Demikianlah, agama dan umatnya yang sudah ada di
Indonesia dari zaman Belanda pun belum pernah ada izinnya.  Memang tidak
seharusnya kegiatan beragama harus punya izin karena agama itu bukan
aktivitas bisnis untuk keuntungan, juga bukan toko serba ada, tetapi
hanyalah aktivitas sosial yang sifatnya hanya saling tolong menolong.
>
> Demikianlah, Islam Ahmadiah sudah berdiri sebelum RI ini sendiri
dilahirkan.  Jadi enggak pada tempatnya kalo Islam Ahmadiah harus minta
izin untuk memakai nama Islam karena "Islam" itu bukanlah patent dan
tidak dilindungi hak patent.  Jadi nama "Islam" bukan dimiliki
patent-nya oleh sekelompok orang tertentu.  Bahkan "Islam" adalah nama
domain yang tidak ada pemiliknya atau merupakan milik publik, milik
bersama.  Jadi meskipun MUI melarang Ahmadiah memakai nama Islam, tetapi
orang2 kafir tetap saja menyebut mereka itu Islam Ahmadiah.
>
> Ajaran Islam betul2 merusak cara berpikir orang waras, ingatlah
dulunya, keturunan cina dipaksa ganti nama agar tidak diusir dan
diterima sebagai orang Indonesia.  Tapi setelah keturunan Cina ini ganti
nama, tetap saja mereka dianggap cina, halal diperas, halal dijarah,
halal dibunuh, dan halal didholimi dengan berbagai cara termasuk teror2.
>
> Sekarang giliran Islam Ahmadiah, sama2 Islam, cuma beda tafsir saja,
padahal tafsirnya sudah ada sejak Islam yang sekarang ini belum ada.
>
> Islam Ahmadiah juga didholimi, halal dibunuh, halal dijarah, halal
diteror, dan harus dibubarkan atau dipaksa ganti nama kalo mau aman. 
Namun agama itu bukan orang, nama orang bisa diganti, tetapi nama agama
berasal dari masyarakat sendiri yang tidak pake akte kelahiran seperti
halnya manusia.
>
> Jadi biarpun Islam Ahmadiah ini mengganti nama apapun juga akan tetap
didholimi karena tetap pakai AlQuran yang sama.  Alasannya dirujuk ke
Pakistant yang katanya Islam Ahmadiah tidak mengaku Islam.  Padahal
Islam Ahmadiah di Pakistant tetap saja namanya Islam, buktinya, makam
pemenang Nobel Bom Atom Pakistant Abdus Salam yang adalah penganut Islam
Ahmadiah tetap boleh dimakamkan dipemakaman Islam yang dihormati rakyat
Pakistant dan tercatat dalam sejarah dunia.
>
> Baru2 ini ulama Islam Indonesia bangga sekali mempropagandakan ipar
Tony Blair yang arsitek "War on Teror" telah masuk Islam, padahal sang
ipar itu masuk Islam Ahmadiah yang oleh MUI sendiri tidak diakuinya
Islam.  Lalu kalo Islam Ahmadiah bukan Islam, kenapa MUI membanggakan
ipar Tony Blair masuk Islam ???  Lucu bukan ???  Rusak otaknya bukan ???
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke