Refeleksi : Dimana di NKRI ada sungai yang tidak dicemarkan? Kalau sungai dicemarkan (tercemar) maka pengaruhnya juga datang kepada manusia denga akibat fatal, sebab sungai bukan saja air yang mengalir tetapi sumber kehidupan bagi manusia, air diambil untuk keperluan sehari-air baik kehidupan rumah tangga maupun pertanian, rekreasi dan juga di sungai terdapat sumber protein (ikan) dll. Kalau sungai rusak, tentu saja merosot kehidupan masyarakat manusia. Pencemaran sungai-sungai di NKRI adalah contoh gejala negara gagal.
http://www.suarapembaruan.com/home/sungai-musi-semakin-tercemar/3703 Sungai Musi Semakin Tercemar Senin, 14 Februari 2011 | 16:50 Sungai Musi di Kota Palembang [google] [PALEMBANG] Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sumatra Selatan menatakan bahwa pencemaran di Sungai Musi masih terus berlangsung. Tingkat pencemaran fecalcoli di Sungai Musi cukup tinggi. Faktor utama yang menyebabkannya adalah banyaknya kotoran manusia atau hewan yang dibuang ke sungai kbanggan masyarakat Kota Palembang ini. "Sekarang ini pencemaran fecal coli di Sungai Musi sangat tinggi. Di mana, penyebab terjadinya pencemaran tersebut dikarenakan banyak masyarakat yang membuang kotoran atau tinja baik manusia dan hewan ke sungai yang mengandung bakteri fecalcoli," ujar Kepala BLH Sumsel Ahmad Najib di Palembang Senin (14/2). Menurut Najib, saat ini pencemaran fecal coli tidak hanya terjadi di perairan Sungai Musi saja, tapi telah meluas ke 12 titik sungai yang ada di Sumsel. Akibatnya, air dari seluruh sungai tersebut tidak layak konsumsi. Dia mengungkapkan, selain karena kotoran manusia dan hewan juga disebabkan beberapa faktor lain seperti limbah perusahaan. Namun, dia menjamin, pencemaran tidak akan terus terjadi,karena pihaknya terus memantau kondisi Sungai Musi. "Tiga bulan sekali kualitas air selalu kita pantau.Kondisi ini untuk mengetahui baku mutu air tersebut. Biasanya, lokasi pemantauan tidak cukup dari satu titik saja.Hal ini untuk mengetahui penyebab pencemaran yang ada di Sungai Musi,"tegas dia. Untuk mengatasi pencemaran ini,menurut Najib perlu dibangun WC terapung di bantaran Sungai Musi. WC terapung ini memiliki instalasi untuk mengolah kotoran manusia sebelum dibuang ke sungai. "Diharapkan dengan adanya WC terapung ini, masyarakat tidak lagi membuang tinja secara langsung ke sungai,"tegas Najib. Dengan adanya WC terapung ini, kata Najib, diharapkan Sungai Musi akan terbebas dari bakteri fecal coli sehingga layak dikonsumsi. Apalagi, sebagian besar air bersih di Palembang disuplai dari Sungai Musi. "Kita telah mengusulkan pembuatan WC terapung ini kepada Kementrian Lingkungan Hidup," tandasnya. Sementara itu, Kabid Pengawasan dan Pengendalian Limbah BLH Kota Palembang Adi,menambahkan, memang untuk intensitas pencemaran terhadap Sungai Musi maupun anak sungainya perlu dilakukan pengecekan laboratorium. Akan tetapi, memang sangat potensial pencemaran sungai adalah fecal coli. Hal ini dikarenakan banyak warga yang membuang limbah atau kotoran ke sungai. "Memang kita sulit mencegah agar masyarakat tidak membuang limbah atau kotoran ke sungai. Namun, kita harapkan kondisi ini untuk dikurangi. Jangan sampai air Sungai Musi tidak layak lagi konsumsi karena adanya bakteri fecal coli yang berasal dari kotoran manusia ini,"katanya.[133] . [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
