Kalau Satpam menjaga rumah harus digaji, kurang lebih begitu ceritanya.
----- Original Message -----
From: Roman Proteus is back
To: Proletar
Sent: Wednesday, February 16, 2011 12:16 AM
Subject: Re: [proletar] Valentine, Puluhan Muslim di Malaysia Ditahan
Mungkin Inggris terima upeti dari Sultan ya oom
-----Original Message-----
From: "sunny" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 16 Feb 2011 00:02:47
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [proletar] Valentine, Puluhan Muslim di Malaysia Ditahan
Tak akan ada "revolusi" di Malaysia. Disana ada tentara Inggris-Gurka, jadi
Sultan-Sultannya bisa tidur nyenyak.
----- Original Message -----
From: Roman Proteus is back
To: Proletar
Sent: Tuesday, February 15, 2011 11:54 PM
Subject: Re: [proletar] Valentine, Puluhan Muslim di Malaysia Ditahan
Mau tarohan ?
Kapan ada revolusi di Malaysia?
-----Original Message-----
From: "sunny" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 15 Feb 2011 23:12:49
To: <Undisclosed-Recipient>
Reply-To: [email protected]
Subject: [proletar] Valentine, Puluhan Muslim di Malaysia Ditahan
http://www.hidayatullah.com/read/15376/15/02/2011/rayakan-valentine,-puluhan-muslim-di-malaysia-ditahan-.html
Valentine, Puluhan Muslim di Malaysia Ditahan
Selasa, 15 Februari 2011
Hidayatullah.com--Malaysia telah menahan hampir 100 warga Muslim dalam
penggerebekan pada Hari Valentine, kata para pejabat pada hari Selasa (15/2).
Penggerebekan itu dilakukan setelah otoritas Islam di negara itu mengingatkan
perayaan tersebut mendorong "kegiatan tidak senonoh".
Penggerebekan dilakukan di seantero ibu kota dan pusat negara bagian
Selangor. 96 orang ditahan karena khalwat atau "jarak dekat" berdasarkan
peraturan Islam yang melarang berduaan seorang Muslim bersama lawan jenis,
kecuali pasangan nikahnya.
Penahanan massal itu dilakukan setelah sejumlah kelompok agama melarang
"tindakan tidak bermoral" selama Hari Valentine. Mereka menyebut ingin
mengkampanyekan gaya hidup bebas dosa.
Di Kuala Lumpur, petugas pengawas agama menggerebek hotel murah dan taman
umum sejak sebelum Hari Valentine, yang setiap tahun diperingati pada 14
Februari. Petugas menahan 16 Muslim, kebanyakan remaja, kata juru bicara
Departemen Urusan Islam Wilayah Federal kepada AFP.
"Operasi tersebut merupakan bagian dari penggerebekan berkala agar mencegah
khalwat," kata Asmawi Umar, lalu menambahkan para remaja itu membayar 50
ringgit (sekitar Rp150.000) untuk kamar hotel selama dua jam.
Di Selangor, penggerebekan dilakukan antara tengah malam hingga pukul 6 pagi
pada Hari Valentine dan menahan 80 Muslim.
Mereka akan menghadapi hukuman hingga dua tahun penjara dan denda bila
didakwa berdasarkan hukum syariah Islam.
Berdasarkan sistem hukum berjalur ganda Malaysia, pengadilan syariah dapat
mengadili atas pelanggaran agama dan moral. Lebih dari 60 persen dari 28 juta
penduduk Malaysia merupakan Muslim Melayu.
Pihak berwenang keagamaan pekan lalu meluncurkan kampanye bernama "Mind the
Valentine`s Day trap" atau "Waspadai Jebakan Hari Valentine" guna mengutuk
perayaan tersebut dan mengatakan mereka akan menolak segala hal yang berlawanan
dengan ajaran Islam.
"Pada kenyataannya, baik secara historis pun, perayaan Hari Valentine sama
dengan kegiatan tidak senonoh," kata Wan Mohamad Sheikh Abdul Aziz, kepala dari
Departemen Pengembangan Islam Malaysia yang bertanggung jawab atas kebijakan
Islami negeri jiran tersebut.*
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/