Refleksi :  Bagus atau buruk bila ramai-ramai warganegara NKRI dijadikan budak 
di Arab Saudia?.

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/02/17/07501494/190.Pengusaha.Bentuk.Konsorsium.TKI.ke.Arab

Ketenagakerjaan
190 Pengusaha Bentuk Konsorsium TKI ke Arab
Editor: Erlangga Djumena 
Kamis, 17 Februari 2011 | 07:50 WIB
 KOMPAS/AGUS MULYADI Ilustrasi TKI. 

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 190 pengusaha sepakat membentuk Indonesian 
Manpower Supplier for Saudi Arabia sebagai konsorsium pelaksana penempatan 
tenaga kerja Indonesia swasta tunggal ke Arab Saudi. Pengusaha optimistis IMSSA 
menjadi terobosan atas tumpang tindih regulasi.

Juru bicara IMSSA, Yunus M Yamani, yang juga Ketua Himsataki, mengungkapkan hal 
tersebut di Jakarta, Rabu (16/2). Yunus mengklaim, Kedutaan Besar Arab Saudi di 
Jakarta menunjuk Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Apjati), 
Himpunan Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki), dan Indonesia 
Development Employee Association (Idea) sebagai perpanjangan tangan penempatan 
TKI ke Arab Saudi.

"Semua hal untuk pembentukan konsorsium pelaksana penempatan tenaga kerja 
Indonesia swasta (PPTKIS) khusus penempatan TKI ke Arab Saudi sudah disiapkan 
dan dalam waktu dekat akan diresmikan. Nantinya, TKI yang masuk ke Arab Saudi 
harus melalui IMSSA," ujarnya.

IMSSA terbentuk sejak akhir Januari 2011 dengan ketua Ridho Hasan, pemilik PT 
Avida Avia Duta, dan Mahdi Husein sebagai sekretaris jenderal.

Sedikitnya satu juta TKI berada di Arab Saudi yang sebagian besar bekerja 
sebagai pembantu rumah tangga. Selama tahun 2010, penempatan TKI ke Arab Saudi 
mencapai 367.719 orang dengan 337.564 orang bekerja sebagai pembantu rumah 
tangga.

Sekretaris Jenderal Apjati Rusdi Basalamah menilai, kesepakatan Kedutaan Besar 
Arab Saudi dengan ketiga asosiasi sebagai langkah maju memperbaiki sistem 
penempatan dan perlindungan TKI di Arab Saudi.

Secara terpisah, Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja 
Indonesia (BNP2TKI) Mohammad Jumhur Hidayat mengatakan, Saudi Arabia National 
Recruitment Committee (Sanarcom) menginginkan satu asosiasi PPTKIS khusus 
penempatan TKI ke Arab Saudi.

Menanggapi konsorsium PPTKIS tunggal, Direktur Eksekutif Migrant Care Anis 
Hidayah mempertanyakan posisi pemerintah.

Sementara itu pemerintah berjanji memulangkan sekitar 25.000 WNI di Arab Saudi 
yang bermasalah. Prosesnya dilakukan bertahap dalam setahun ini. Anggarannya 
sekitar Rp 120 miliar. "Presiden sudah menyetujui untuk memulangkan WNI yang 
overstay di Arab Saudi," kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung 
Laksono. (HAM/AIK)

TERKAIT:
  a.. Pemerintah Klaim Ketat Total soal TKI Arab 
  b.. Arab Saudi Hentikan Perekrutan TKI?
  c.. Pemulangan TKI di Arab Saudi Terkendala Izin Keluar
  d.. Ditolak, Dana Pemulangan TKI Rp 113 Juta
  e.. GramediaShop: Marketing For Everyone
  f.. GramediaShop: Single, Sex, And Survival


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke