R a l a t 

Refleksi : Mau fulus, ingat akal bulus. Harap  tidak ditipu di tanah arab.

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/02/17/tidak-ada-penghentian-tki-ke-arab-saudi

Tidak Ada Penghentian TKI ke Arab Saudi
Kamis, 17 Februari 2011 - 14:25 WIB

| More 
JAKARTA (Pos Kota) - Tidak ada pernyataan resmi dari Pemerintah Arab Saudi 
tentang penghentian rekrutmen tenaga kerja dari Indonesia. Penempatan Tenaga 
Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi sampai saat ini masih tetap berjalan, kata 
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi A. Muhaimin Iskandar.

Namun di Kantor Kemenakertrans, Kamis pagi, Menakertrans mengakui dari segi 
jumlah, penempatan TKI ke Arab Saudi menurun, karena Pemerintah Indonesia 
melakukan pengetatan total dalam penempatan TKI ke Arab Saudi.

"Polemik yang terjadi hanya keluhan maupun statement orang per orang dari 
anggota kadin di sana. Itu bukan pernyataan dan keputusan resmi dari pemerintah 
Arab Saudi, " tandas Muhaimin ketika dikonfirmasi wartawan.

Menurutnya, justeru pemerintah Indonesia dan Arab Saudi meningkatkan komunikasi 
seputar peningkatan perlindungan TKI di Arab Saudi. Bahkan pada akhir Februari 
atau awal Maret nanti, lanjutnya, akan ada pembicaraan senior official meeting 
(SOM) yang dihadiri pejabat setingkat dirjen dari kedua negara.

"Moratorium (penghentian sementara) penempatan TKI ke Malaysia, Kuwait dan 
Yordania, bisa menjadi pengalaman. Kalaupun nanti ada moratorium bagi 
penempatan ke Arab Saudi harus perfect, dipersiapkan dengan matang serta harus 
diketahui dan disetujui oleh kedua pemerintah," ujar Muhaimin, yang telah 
menginstruksikan BNP2TKI dan dinas-dinas Tenaga Kerja untuk melakukan 
pengetatan total pengiriman TKI.

KBRI dan KJRI kita di sana sudah diminta untuk membatasi ijin pelaksanaan 
rekruitmen TKI dengan cara memastikan calon majikan harus lolos seleksi FIT dan 
Proper.

VISA MENUMPUK

Sekjen Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) Rusjdi Basalamah ketika 
dikonfirmasi juga mengatakan belum menerima informasi resmi dari pemerintah 
Saudi Arabia tentang penghentian penempatan TKI ke negara itu.

"Setahu kita tidak ada penutupan, yang ada penumpukan visa sampai 100 ribu 
lebih. Jadi mereka (Kerajaan Saudi) berencana membatasi penempatan TKI karena 
masalah teknis pelayanan bukan mengeluarkan peraturan (regulasi) penghentian 
penempatan," jelasnya. "Yang menentukan boleh tidaknya penempatan tenaga kerja 
asing ke negara tersebut adalah Kerajaan, bukan asosiasi swasta. "

Rusdi juga menjelaskan bahwa pihaknya bersama dua organisasi perusahaan jasa 
TKI (PJTKI) lainnya selalu menjaga koordinasi dengan Kedubes Saudi di Jakarta. 
Hingga disepakati untuk membentuk konsorsium organisasi yang terdiri dari 
Apjati, Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) dan Indonesian Employment 
Association (Idea) untuk mempermudah koordinasi penempatan.

Tentang turunnya penempatan TKI ke Arab Saudi hingga 30% , yaitu tinggal 
sekitar 20.000 per bulannya, karena pengetatan yang dilakukan pemerintah, 
Rusdji menyanggahnya.

"Berkurangnya penempatan TKI bukan karena pengetatan, tapi memang sekarang 
sulit mencari calon TKI ke Arab Saudi. Belum lagi fee yang diminta sponsor 
mencapai Rp6,5 juta per TKI. Ini masuk zaman Jahiliah lagi," kata Rusdji yang 
mempertanyakan prestasi kemenakertrans dan BNP2TKI.

Menurutnya, dari anggota Apjati yang jumlahnya mencapai 300-an, hanya sekitar 
30 persen saja yang usahanya masih berjalan lancar.

Berdasarkan data Kemenakertrans, Selama 2010 sendiri, jumlah TKI yang dikirim 
ke Arab Saudi berjumlah 367.719 orang. Dari total ini, 337.564 bekerja di 
sektor informal sedangkan sisanya bekerja di sector formal.(tri/B)


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke