Saya selalu teringat ketika beberapa tahun yang lalu Marlene dan saya liwat ditengah kota Sidney dari pelabuhan udara, dijemeput teman dengan mobilnya..
Melihat orang yang mau menyeberang jalan saya bertanya sembari becanda: "Kita ini berada di Hongkong atau di Sidney?: Puluhan orang yang menunggu lampu hijau mau menyberang itu semua bermata sipit... Jumlah pendatang dari Asia Timur di Australia sungguh banyak. Tapi nggak serign kedengaran mereka itu bikin onar. Orang Islam mah mengerikan. Bikin onar dimana-mana. Nuntut syariah, ngebom di London dan Madrid... Bunuh van Gogh.. Ngancam kartunis di Skandinavia sono. --- In [email protected], "Teddy S." <teddyr@...> wrote: > > Seorang juru bicara imigrasi dari Partai Liberal yang beroposisi menyarankan > agar dilakukan exploitasi atas kekuatiran orang banyak mengenai imigrasi > orang-orang Muslim, orang-orang Muslim yang sudah berada di Australia dan > "ketidakmampuan" mereka untuk berintegrasi di Australia. Bocoran berita ini > rupanya telah merugikan Partai Liberal sendiri, walaupun diharapkan bisa > menambah dukungan bagi Partai Liberal. > > Sementara itu seorang kolumnis juga menulis mengenai akan membanjirnya para > pengungsi Muslim yang datang dari Afrika Utara. Memang kenyataannya sementara > ini mereka sudah mulai membanjiri wilayah Italia dalam rangka usaha mereka > memasuki Eropa dan Italia sudah kelabakan menangani mereka. > > Sebagian orang Australia kuatir dengan semakin banyaknya orang-orang Muslim > di Australia maka suatu saat mereka akan menuntut diberlakukannya hukum > Syariah. > > Ada pertanyaan mengapa para pengungsi Muslim tidak bermukim saja di Saudi > Arabia atau negara-negara teluk lainnya yang tampaknya sangat makmur? > Jawabnya Saudi Arabia, negara yang demikian dipuja tinggi oleh sementara > orang di milis ini, dan negara-negara teluk lainnya TIDAK AKAN PERNAH > menerima warga negara lain sebagai warga negara mereka. Sementara fasilitas > yang aduhai tersebut hanya bisa dinikmati oleh warganya saja. > > Alasan itu yang menyebabkan pindahnya suatu keluarga Indonesia ke Kanada > seperti dalam URL berikut. > http://kolomkita.detik.com/baca/artikel/6/35/mengapa_kami_merantau_ke_canada_ > > Di perusahaan tempat saya bekerja yang karyawannya lebih dari 8000 orang ada > cukup banyak yang Muslim. Tidak ada diskriminasi apapun di tempat kerja, > misalkan ada orang berkulit hitam kelahiran Senegal yang mengenyam pendidikan > tingginya di Moskow di mana orang ini punya posisi managerial. Dengan adanya > ketampilan yang dimiliki orang bisa tinggal di manapun juga, termasuk di > Saudi Arabia dengan bekerja tentunya, tapi jangan harap bisa menikmati > fasilitas istimewa yang merupakan hak warganya saja. Tapi kalau mau bisa > makan enak setiap saat, maka tempatnya adalah Indonesia. > > Berdasarkan statistik, walaupun dengan angka tingkat kelahiran yang demikian > tinggi, saya yakin Abu Bakar Bashir cuma bermimpi saja. > http://groups.yahoo.com/group/proletar/message/126983 > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
