Semua Yang Kalah Perang Tidak Pernah Ada Yang Merdeka !!!
Demo di Mesir menjatuhkan Hosni Mubarak itu tiba2 saja terjadinya, sama seperti
demo dadakan menjatuhkan Bung Karno. Kalo anda ke Kairo sana, maka dimuka
kedubes Amerika ada mobil2 yang mengangkuti coca-cola yang kemudian di-bagikan
kepada para demonstran.
Juga hal yang sama dulu terjadi di Jakarta, dimuka kedubes Amerika di jl.
Merdeka, tampak sang dubesnya sendiri diluar ber-bincang2 dengan anggauta2
KAMI, KAPPI, dan para demo lainnya sambil bawahannya mem-bagi2kan coca-cola.
Ingat, Jepang kalah perang dunia kedua, tidak dijajah Amerika bahkan sang
Kaisar tidak ditawan dan dipenjara. Pemerintahan kerajaan Jepang berjalan
seperti biasa. Tetapi apakah benar seperti biasa???
Tentu tidak, kekuasaan raja didikte Amerika, semuanya kekuasaan ada di Amerika
sedangkan sang Kaisar cuma pelaksananya saja.
Tetapi, yang tidak diumumkan oleh media dulu perlu anda ketahui, semua jendral2
jepang mendadak bunuh diri... itu beritanya, sebenarnya tidak ada yang bunuh
diri, tapi dibunuh oleh pasukan Amerika yang dikirim khusus untuk mengeksekusi
semua tentara Jepang yang terlibat dalam perang dunia kedua. Ini pembantaian
besar2an dan tidak boleh disiarkan, karena kalo disiarkan bisa jadi rakyat
berontak, oleh karena itulah Kaisar Hirohito sebagai sanderanya tunduk saja apa
yang diingini si pemenang.
Mari kita pindah ke Perang Vietnam, pada saat terakhir, Amerika ter-gopoh2
keluar dari Vietnam setelah pertahanannya dinyatakan bobol dikepung Vietcong...
benarkan kejadian ini... jelas bohong. Memang sudah diatur, Amerika keluar
dari Vietnam karena Ho Chi Min sudah berhasil dibunuh dengan serangan penyakit
tuanya. Beberapa Jenderal2 Vietnam Utara adalah agen2 rahasia Amerika.
Setelah Vietnam Utara menguasai selatan, mendadak Cina yang tadinya membantu
Vietnam Utara mendadak menyerang Vietnam Utara dengan mengirimkan sejuta
pasukan khususnya yang paling elite untuk masuk menyeberangi perbatasan
Cina-Vietnam. Apakah ini betul2 perang yang sebenarnya, tentu bukan, tentara
yang dikirim ini memang sudah direncanakan untuk dibantai semuanya karena
dicurigai setia kepada ketua Mao, padahal ketua Mao sudah mati dan pengikutnya
kalah dihancurkan dalam revolusi kebudayaan yang juga dirancang arsitek2 perang
di Amerika.
Sejuta pasukan paling elite Cina habis dibantai, tidak ada satupun yang bisa
lari hidup, memang sengaja dijebak untuk mati di Vietnam agar tidak terjadi
pergolakan di Cina sendiri. Begitulah setelah sejuta pasukan Cina mati,
hubungan Cina-Vietnam tetap baik, dan hubungan Cina-Amerika berkembang secara
luar biasa.
Apa yang anda pelajari disini ??? Siapapun yang kalah tidak ada yang enak
hidupnya.
Begitulah, sekarang kita menuju Timur Tengah, semua negara2 Arab yang menyerang
Israel 1967, kalah total, tidak diberitakan tetapi banyak kenyataan bahwa
pembantaian besar2an pasukan Mesir oleh Israel banyak orang2 Arab yang tahu.
Pemimpin Gamal Abdul Nasser adalah sahabat Bung Karno, dia dibantu Russia, tapi
kalah perang dalam 6 hari saja, dan setelah kalah... tidak gratis bung, sama
seperti Jepang, sama seperti Cina, sama seperti Kamboja, sama seperti Sukarno
dengan PKI-nya, semua ditebus dengan nyawanya.
Gamal Abdul Nasser setelah kalah perang dia langsung minta mengundurkan diri,
tetapi ditolak, dan dia dipaksa tetap memegang jabatannya hingga tahun 1970
dibuat serangan jantung dan lenyaplah nyawanya seperti juga Sukarno. Anehnya,
penguburan Gamal Abdul Nasser ini dilakukan pada tanggal 30 September pagi,
sama seperti tanggal pecahnya malapetaka G30S di Indonesia. Apakah dibaliknya
ada pesan terselubung bahwa dalang dibaliknya kematian Nasser ini sama dengan
dalang yang mengakhiri kekuasaan Sukarno ??? Tentunya sama yaitu Amerika.
Anwar Sadat antek Amerika, setelah dia menggantikan Gamal Abdul Nasser, semua
politik Mesir berubah sama sekali, Anwar Sadat bersahabat dengan Israel, dengan
Amerika. Tapi, tentara Mesir simpatisan Gamal Abdul Nasser adalah mayoritas
sehingga kekuasaan Anwar Sadat tidak aman, dia tidak bisa membawa Mesir ke
Amerika karena adanya militer yang masih setia kepada Gamal Abdul Nasser. Lalu
apa yang dilakukannya ???
Sama seperti nasib tentara Cina di Vietnam yang dijagal sejuta orang. Pasukan
Mesir yang setia kepada Gamal Abdul Nasser tidaklah sebanyak itu, tetapi sama
tetap harus dijagal agar Mesir bisa 100% dibawah kekuasaan Amerika.
Anwar Sadat mengirim pasukan ini menyerang Israel, dan semuanya dijagal Israel
seperti Vietnam menjagal pasukan Cina. Cara2nya sama, maksud dan tujuannya
juga sama, dan hasilnya juga sama, yaitu semuanya berada 100% dibawah kekuasaan
Amerika.
Tetapi Anwar Sadat itu korup, Amerika ditipu berulang kali, dan Anwar Sadat itu
sahabat karib dengan Gamal Abdul Nasser, namun hari terakhirnya dia
mengkhianati Gamal Abdul Nasser dan naik jadi presiden menggantikan Gamal Abdul
Nasser.
Nasib Anwar Sadat sama seperti tujuh jenderal yang dibantai dalam G30S, karena
ketujuh jenderal ini juga anteknya Amerika, namun korup, dana untuk mengkudeta
Sukarno dilahap saja tanpa kerja yang sudah dijanjiaknya, akhirnya mereka mati
dibunuh PKI dan Amerika tetap bersih.
Demikianlah, Anwar Sadat dibunuh oleh militer simpatisan Gamal Abdul Nasser
yang memusuhi Amerika. Setelah Anwar Sadat dibantai oleh katanya konspirasi
Muslim brotherhood bersama militer simpatisan Gamal Abdul Nasser, Hosni Mubarak
naik jadi presiden, sama, dia juga antek Amerika yang melicinkan semua
perjalanan kekuasaan Amerika di Mesir. Giliran Hosni Mubarak-pun tiba,
kesalahannya adalah pembakaran gereja Coptic. Militer juga mengambil alih
kekuasaannya.
Apakah anda pikir Mesir itu memang negara Merdeka... iya tentunya merdeka
seperti Jepang.
> Lisman Manurung <lismanm@...> wrote:
> Bu Mus kadang-kadang hiperbolik belaka.
> Dari tayangan TV, gerakan di Mesir
> murni gerakan rakyat dari segala
> lapisan. Bahkan jika dibandingkan
> dengan gerakan Indonesia 1998, Mesir
> masih lebih mantap. Kelihatan di
> tayangan TV bahwaĆ gerakan massa
> jauh dari mobilisasi.
Lhoo... yang ditayangkan di TV itu khan cuma demo, yang tidak ditayangkan itu
adalah Hosni Mubarak ditelepon dubes Amerika kemudian dicuci maki habis2an agar
segera turun. Karena Hosni Mubarak ayal2an turunnya, akhirnya Obama sendiri
yang menelepon dan mem-bentak2nya agar turun, akhirnya dengan diawasi militer
Mesir yang kesemuanya datang dari Amerika dan dilatih Amerika, Hosni Mubarak
menanda tangani pengunduran dirinya sama seperti Sukarno menandatangani SP 11
Maret. Tapi sedikit beda dengan Suharto, karena Suharto sudah paham siapa
boss-nya di Amerika, maka sebelum terpaksa atau dipaksa dia dengan suka rela
mengundurkan diri sebelum nasibnya seperti Sukarno yang dia sendiri juga
menyaksikannya.
Kesimpulannya, dimanapun, kapanpun, siapapun, kalo kalah perang nasibnya sama,
yaitu sama2 buruknya, tidak ada yang beruntung bisa merdeka, meskipun tidak
terang2an dijajah tetapi tetap harus patuh kepada dikte bossnya yang menang
perang.
Indonesia juga nasibnya kalah perang, revolusi Bung Karno gagal, memerangi
Malaysia dengan ganyang Malaysia akhirnya gagal karena kalah, dan nasib yang
kalah semuanya sama seperti diatas.
Ny. Muslim binti Muskitawati.
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/