Dalam Kasus Ahmadiah, SBY Berdiri Di Grey Area
                                
SBY tidak anti-Ahmadiah, tapi juga tidak pro-Ahmadiah.  Tetapi dia memang otak 
yang mendesign gerakan anti-Ahmadiah.  Tujuannya macem2, tapi fokusnya adalah 
mempertahankan dan memperpanjang kekuasaan.  Mungkin semua kejadian ini di 
Cikeusik masih baru preliminary, dan masih panjang jalannya untuk tiba pada 
climax yang ditentukannya nanti beberapa bulan sebelum pemilu.

Kekacauan ataupun terpecah belahnya bangsa ini sangat cocok untuk menjadikan 
figure SBY sebagai pemersatu bangsa, sehingga bisa mendapatkan kompensasi 
menjadi presiden untuk ketiga kalinya dengan catatan khusus cuma berlaku untuk 
SBY saja.  Jadi aturan tentang presiden tidak boleh menduduki jabatan untuk 
ketiga kalinya tidak berubah dan tidak diubah.  Kasus SBY nantinya bisa 
menjadikan special event.

Tidak sulit menganalisanya, kalo SBY itu anti-Ahmadiah, maka Ahmadiah sudah 
habis, entah habis dibubarkan atau habis dijagalnya.  Tapi kalo SBY itu 
pro-Ahmadiah, maka FPI juga dari dulu2nya sudah habis, tapi memang FPI itu 
dilatih kopasus dan SBY itu sesepuh Kopasus.

Memecah belah bangsa bukan cuma dengan menteror Ahmadiah saja, bisa juga dengan 
membakari gereja, mensponsori Syariah Islam, dan lain sebagainya.  Tapi SBY 
lebih memilih cara kombinasi, yaitu dengan menteror Gereja disertai juga 
mengadu domba sesama Islam. Alasannya gampang, kalo Gereja2 saja yang selalu 
dibakari, buntutnya bisa nasib SBY seperti Hosni Mubarak, tapi kalo dikombinasi 
dengan cara yang sekarang, maka Amerika bisa angkat dua jempol untuk SBY.

Bagi SBY konflik2 seperti ini bukanlah masalah pro-contra, juga bukan masalah 
keimanan, bukan masalah akidah, tetapi sebagai seorang jenderal yang sukses, 
maka kejadian2 yang berlangsung ini dinamakannya "strategy" dan "Politik".

Memang, belum tentu Amerika setuju dengan cara2 begini, dan juga tidak perlu 
meminta persetujuan Amerika, karena kejadian2 begini bisa digeser kearah 
manapun nantinya berdasarkan pesanan maupun berdasarkan kepentingan ambisinya.

Jadi kasus begini memang sengaja digantung ter-katung2 sehingga bisa dirubah 
kemanapun arahnya tergantung kepentingan nantinya.  Yang pasti harus ada 
persiapan berupa kejadian2 seperti begini untuk nantinya bisa digarap rekayasa 
yang belum terpikirkan sekarang ini.

Tapi yang jelas, kasus bank century dan kasus bibit-chandra sudah bisa 
dialihkan tanpa melalui pengadilan melainkan melalui tawar menawar dengan 
koalisinya.

Ny. Muslim binti Muskitawati.






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke