Beda Tawang yang dungu kayak babi dan taufi Abdullah yang ahli sejarah adalah 
bahwa Tawang ngibul bilang bahwa Belanda menjarah Indonesia  selama 350 tahun 
sedangkan taufiq Abdullah nggk bilang begitu...



--- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@...> wrote:
>
> Londo itu tetep aja jahat Fiq,wong tentara sekutu mau melucuti tentara Jepang 
> kok dia membonceng.Yo jelas dilawan oleh pejuang Republik seperti Bung 
> Tomo.Tentara Londo juga salah kok nyerang Jogja lalu menangkap Bung 
> Karna.Lalu dia masih melik Irian barat ketika KMB,masih nyuruh RI mbayar 
> utang.Utang apaan wong dia sudah njarah 350 th di RI kok kami disuruh mbayar 
> utang katanya.
> 
> Kerdom ki,
> 
> Tawangalun.
> 
> --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@> wrote:
> >
> > 
> > 
> > Yang jangan kita lupakan adalah bahwa Soekarno dan nasionalis fascist yang 
> > telah
> > menggadaikan seperempat juta romusha kepada fascist Jepang itu bukan
> > satu-satunya orang Indonesia yang menginginkan berakhirnya penjajahan 
> > Belanda di
> > Indonesia: van Mook, yang lahir di Semarang, jangan kita lupa, adalah juga 
> > orang
> > Indonesia - seperti juga de Klerk adalah orang Afrika Selatan - juga 
> > sama-sama
> > menginginkan Indonesia merdeka bersama-sama teman-temannnya anggota 
> > perkumpulan
> > "De Stuw".
> > 
> > Sekali lagi jangan kita lupa, van Mook telah memakai kata Indonesia ketika 
> > Yamin
> > dan nasionalis fascist yang lain masih ngomong tentang Jong Sumatra, Jong 
> > Java,
> > Jong Ambon dll.
> > 
> > Sayang, sungguh sayang buat orang Indonesia bahwa yang membawa Indonesia 
> > kealam
> > merdeka adalah anjing fascist Jepang Soekarno dkk. yang adalah nasionalis
> > fascist rasialis penjual seperempat juta romusha yang mati bergelimpangan di
> > kamp kerja paksa didera dan disiksa oleh serdadu fascist Jepang atau 
> > kelaparan
> > dan kena berbagai macam penyakit.
> > 
> > Coba bayangkan sejenak: bila van Mook dan kawan-kawannnya yang membawa 
> > Indonesia
> > ke alam merdeka maka kita tidak akan mengalami zaman diktatur Orde Lama,
> > Indonesia tidak akan menganal Ekonomi Terpimpin yang memporak porandakan
> > landasan ekonomi Indonesia; dan Indonesia masih ada orang berkulit putih dan
> > orang berdarah campuran yang punya keahlian; Indonesia, yang tetap 
> > berhubungan
> > dengan Belanda dalam Commonwealth seperti diinginkan oleh van Mook dll., 
> > akan
> > bisa belajar dan menyauk ilham dari kemajuan-demi kemajuan yang dicapai oleh
> > Belanda, seperti jamian sosial yang aduhai, jaminan kesehatan yagn aduhai 
> > (yang
> > sebelum perang dunia ke II juga tidak ada di negeri Belanda).
> > 
> > Sekedar untuk anda ketahui, sekarang ini jaminan kesehatan dan jaminan 
> > sosial di
> > Belanda termasuk yang terbaik di dunia.
> > 
> > Bayangkan: gelandangan aja dapat tunjangan tetap sebanyak kira-kira 700 euro
> > tiap bulan ditambah tunjangan untuk pembayar premi asuransi kesehatan dari
> > Jawatan Pajak dan...uang untuk pakansi sekali setahun dari Bank Sosial. 
> > Artinya,
> > gelandangan saja juga dapat perlindungan dan rawatan kesehtan yang 
> > kwalitasnya
> > termasuk yang terbaik diseluruh dunia. Dan kalau mereka mau punya rumah
> > kotapraja menyediakn rumah yang layak ditinggali dan dia akan dapat 
> > tunjangan
> > untuk menyewa rumah dari Jawatan Pajak.
> > 
> > (Perlu saya tambahkan bahwa gelandangan di negeri Belanda biasanya adalah 
> > orang
> > yang MENOLAK untuk punya rumah dan bukan orang yang tidak punya uang untuk
> > menyewa rumah, karena orang yang penghasilannnya tidak cukup dapat subsidi 
> > dari
> > Jawatan Pajak ).
> > 
> > Sekali lagi: karena Indonesia diproklamirkan dan kemudian dipimpin oleh 
> > bangsat
> > fascist Jepang Soekarno dkk. itu makanya Indonesia itu tetap dedel duwel
> > setelah lebihdari enam puluh tahun merdeka.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke