Jadi, ada ancaman terhadap media massa agar berhenti melakukan tugasnya:
menyampaikan berita.
Rezim ini mulai menjurus ke arah Orde Baru kembali...
--
Republika Online
Terus Dipojokan, Pemerintah Ancam Boikot Media Massa
Senin, 21 Februari 2011, 19:26 WIB
Smaller Reset Larger
REPUBLIKA.CO.ID,BOGOR- Pemerintah mengancam akan memboikot media yang terus
mendiskreditkan Pemerintah. Pasalnya, kini banyak media yang mengesankan
seolah-olah Indonesia merupakan negara yang tidak aman. Beberapa media juga
terus mendiskrditkan pemerintah.
Hal tersebut, disampaikan oleh Sekretaris Kabinet Dipo Alam. Karena perilaku
media-media tersebutlah, menurut dia, menjadi terbit kekhawatiran sendiri di
pemerintah bahwa hal itu akan berdampak pada larinya investasi. "Coba kita
lihat, ada media TV, media koran yang tidak ada habisnya menjelekkan
Pemerintah," kata Dipo usai rapat kerja pemerintah di Istana Bogor, Senin
(21/2).
Dipo kemudian mencontohkan ada media yang terus memutar gambar kejadian negatif
yang terjadi, secara terus menerus. Gambarnya, menurut dia, terus
diulang-ulang. "Untuk memojokkan Pemerintah. Putar gambar ditusuk buat apa? Itu
malah membuat investor lari," paparnya.
Dipo mengaku, Pemerintah tidak alergi terhadap kritik. "Saya bukan alergi
kritik. Boleh dikritik, tapi kalau isinya akumulasi that is wrong (kesalahan),"
kata dia. Akhirnya Dipo kembali melempar ancaman, bahwa apabila media tersebut
sekarang setiap menit menjelekkan instansi Pemerintah, terus menerus, maka ia
bahkan menghimbau agar berhenti pasang iklan di media tersebut.
Tidak hanya mengancam boikot iklan, Dipo juga mengancam Pemerintah akan meminta
pejabat tidak memasang orang untuk wawancara. "Orang yang diinterview saat
prime time (waktu tayang utama) tidak usah datang yang dari Pemerintah. Karena
kita ngomong apapun salah, dijelaskan pun salah," tutup Dipo.
Red: taufik rachman
Rep: yasmina hasni
Share8
Berita terkait
*
Dipo Alam: Presiden Sudah Teken Perpres BPIH
*
Dipo Alam: Gerakan Tokoh Lintas Agama Bermotif Politik
*
Dipo Alam: SBY Bukan Marcos, Bung!
*
Dipo Alam: Amien Rais Setuju Tokoh Lintas Agama Gagak Hitam
Isi Komentar
1. Nama
2. Email
3. Komentar
Jumlah karakter tersisa: 320
4. Captcha Captcha
5. Kirim
18 Rabiul Awwal 1432 - 21 Februari 2011
Berita Terbaru
Surat Rahasia Buka Asal Usul Charlie Chaplin (1)
Presiden Hadiri Acara Cap Go Meh Bersama
14 Anggota HMI Bogor Akhirnya Dibebaskan
Aset Penerbitan Sukuk Ditambah Jadi Rp 30,2 T
Pengusaha Bioskop Indonesia Keberatan Perda Pajak Hiburan
Cegah Kanker, Depkes Inggris Tetapkan Batasan Konsumsi Daging
Misi Besar PKS Calonkan Sultan Jadi Presiden
ElBaradei Bilang Ikhawanul Muslimin tidak Radikal
PMI Surabaya Terima Dana Hibah Rp 1 Miliar
Kejagung Eksaminasi Kasus Tariq Khan
Konflik antara penganut Ahmadiyah dan umat Islam kembali terjadi. Manakah dari
opsi berikut yang menurut Anda terbaik diambil pemerintah untuk menyelesaikan
permasalahan Ahmadiyah?
Melarang penyebaran ajaran Ahmadiyah sesuai SKB 3 Menteri
Menjadikan ajaran Ahmadiyah sebagai aliran kepercayaan dengan menanggalkan
atribut Islam
Membubarkan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) dan menyatakannya aliran sesat
Polling sebelumnya
Republika Online : Forum | Jurnal Haji
Republika Koran : Koran | E-paper | Tarif Iklan
| RepublikaTV | Mobile | @newsroom |
© 2010 Republika Online. Republika Company. All Rights Reserved
Terms of service | Privacy guidelines | Advertise with us | About Us| Contact
------------------------------------
Post message: [email protected]
Subscribe : [email protected]
Unsubscribe : [email protected]
List owner : [email protected]
Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/