R a l a t 

Refleksi : Seperti halnya dengan dikirim Laskar Jihad ke Sulawesi Tengah dan 
Maluku di waktu lalu .Tentu sekali  ultimaum FPI dan konco-konconya  mendapat 
restu rezim berkuasa.  Salah seorang peting yang memberikan restu ialah Susilo 
Bambang Yudhoyono yang sekarang berkedudukan sebagai presiden NKRI. Apakah 
sebagai presiden telah beliau meninta maaf kepada rakyat di Maluku dan Sulawesi 
tengah, tentu saj arogansi tidak mengizinkan. 

Sehubungan dengan tindakan kekerasan yang  dilakukan oleh FPI cs  dan 
ultimatumnya yang diumumkan ini, maka tentu orang sehat pikiran akan mengajukan 
pertanyaan klasik : Sehabis Ahmadiyah dihancurkan,  golongan, aliran mana atau 
etnik mana akan menemui nasib yang sama?

Kenyataan yang dikumpulkan oleh BPS pada sensus 2010 terdapat 10 propnisi yang 
berkatagori yaitu antara lain, Papua, Maluku (dari Utara sampai Selatan, dari 
Morotai sampai Wetar) dan Nusa Tengara Timur adalah termiskin.  Dibahagian 
Barat NKRI tercacat Aceh  sebagai propinsi termiskin melarat Bukankah termiskin 
berarti juga terkebelakang. Inikah  hasil selama 60 tahun lebih merdeka-merdeka?

Dengan gambaran sederhana seperti dipaparkan diatas  mengenai tindakan 
kekerasan dan regional marganinalisasi maka pertanyaannya ialah apa faedah  
NKRI bagi daerah atau propinsi-ropinsi yang diungkapkan??. 


http://www.indonesiamedia.com/2011/02/20/anti-ahmadiyah-beri-waktu-10-hari-bagi-sby/

Anti-Ahmadiyah Beri Waktu 10 Hari Bagi SBY
Posted on February 20 2011 by ded/Kps 
 


DEMO massa Forum Umat Islam (FUI) dan Front Pembela Islam (FPI) digelar di 
Bundaran HI dan depan Istana Negara, Jakarta, Jumat (18/2) siang. Mereka 
menuntut pembubaran Jemaat Ahmadiyah.

Dalam pernyataan pers yang dibagi-bagikan kemarin, FUI menuntut Presiden agar 
segera mengeluarkan Keppres Pembubaran Ahmadiyah sesuai UU No 1/PNPS/1965 pasal 
2. Mereka juga menuntut Mabes Polri segera menangkap Abdul Basith dan jajaran 
pimpinan Jemaat Ahmadiyah yang telah sengaja menjalankan agenda menyebarkan 
Islam menurut ajaran nabi palsu Mirza Ghulam Ahmad, dan memproses mereka secara 
hukum.

Para demonstran anti-Ahmadiyah memberi waktu 10 hari kepada Presiden Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY) untuk membubarkan Ahmadiyah. Apabila tidak digubris, 
massa mengancam akan menduduki istana.

"Kalau dalam waktu sepuluh hari ini belum ada penyelesaian dari pemerintah, 
maka kami akan menginap di Istana," ucap Korlap dan Ketua Pengkaderan dan 
Pembinaan Umat, Ustadz Bernard Abdul Jabar di Bundaran HI.

Ia menjanjikan aksi yang lebih besar jika tuntutan tidak direspons. "Ini baru 
permulaan saja. Presiden harus keluarkan keppres pembubaran Ahmadiyah. Jangan 
ditunda, karena ini merupakan tuntutan umat Islam yang diwakili FUI dan ormas 
Islam," kata Ustaz Bernard.

Dia mengatakan, anarkisme yang belakangan muncul merupakan bentuk amarah warga 
Muslim akibat pelanggaran yang banyak terjadi. "Kami menuntut pembubaran 
Ahmadiyah. Kalau pemerintah tidak menggubris, 1 Maret nanti Insya Allah kami 
akan ada di istana untuk meminta presiden SBY membubarkan Ahmadiyah karena 
tidak sesuai dengan undang-undang yang ada," teriak Bernard.

Aksi kemarin sempat memacetkan lalu lintas. Menurut Kepala Biro Operasional 
Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Sujarno, demo memang sempat menyebabkan 
kemacetan. Namun petugas di lapangan mampu mengendalikan massa sehingga tidak 
sampai menutup ruas jalan.

Tersangka Cikeusik

Sementara itu perburuan para pelaku penyerangan Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, 
Pandeglang, Banten, terus dilakukan. Setelah menahan tujuh orang tersangka, 
polisi kembali menangkap dua pelaku lainnya. Kedua pelaku berinisial D dan AD.

Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri, Komisaris Besar Boy Rafli 
Amar, mengatakan bahwa D adalah pria yang berada di barisan terdepan dalam 
penyerangan tersebut. Wajahnya terlihat jelas dalam rekaman video. Dia 
mengenakan jaket hitam dan menenteng golok.

Dikatakan Boy, D yang ditangkap di Ulujami, Jakarta Selatan, bukanlah anggota 
jemaah Ahmadiyah. Dia memakai pita biru yang diikatkan di bajunya.

 Print  PDF 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke