Jadi kerja Pemerintah itu pasang iklan :)
Pemerintah Indonesia itu mirip agen periklanan :) --- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@...> wrote: > > "Toh yang punya uang itu pemerintah." katanya. > > Omongan fascist. > > Karena uang yang dimaksud itu itu adalah uang pajak penduduk Indonesia. > > > Seskab Dipo Alam Akui Instruksi Boikot Media Massa Nasional > Senin, 21 Februari 2011 19:31 WIB 106 Dibaca | 0 Komentar > > Seskab Dipo Alam/ANTARA > JAKARTA--MICOM: Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengakui telah menginstruksikan > seluruh Sekretaris Jenderal dan Humas Kementerian/Lembaga Negara untuk tidak > memasang iklan di salah satu harian dan televisi nasional. Dipo menegaskan, > boikot terhadap kedua media massa itu dilakukan karena tiap menit dan tiap > jam menayangkan berita yang isinya selalu mengkritik pemerintah. > > Dipo menegaskan, dirinya akan terus memantau semua Kementerian/Lembaga Negara > agar instruksi itu dilaksanakan. Boikot itu baru dicabut asalkan kedua media > massa tadi mau memperbaiki diri. "Kalau intinya media ini terus mengkritik, > tidak ada menit, tidak ada jam, saya instruksikan memang. Buat apa pasang di > sana! Kalau memang kita mau kerja sama, mari yang obyektif," kata Dipo di > Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (21/2). > > "Tapi, ini coba liat. Ada media televisi, media koran yang tidak ada yang > isinya tidak menjelek-jelekkan pemerintah. Gambarnya berulang-ulang, yang > kebakaranlah, ditusuklah, segala macam. Buat apa ? Itu kan membuat investor > pada lari. Seolah-olah Indonesia ini kacau. Indonesia ini gelap. Itu yang > dikatakan Indonesia katanya menuju negara gagal," cetusnya. > > Ia menegaskan, boikot ini sama sekali tidak melanggar kebebasan pers. Lagi > pula, pemerintah selaku pihak yang memiliki uang berhak memasang iklan di > media mana pun. Menurut Dipo, dirinya tidak gentar seandainya dipermasalahkan > ke Dewan Pers. > > "Saya memberikan instruksi boikot itu kepada seluruh sekjen dan humas > Kementrian. Kita bukan alergi kritik. Boleh kritik, kita senang dikritik. > Tapi, isinya negatif dan akumulatif sehingga orang-orang menjadi mis lead, > that is wrong. Itu bukan mengkritik. Itu bukan kebebasan pers. Saya > mengatakan boikot saja. Yang tidak boikot, saya perhatikan," ujarnya dengan > nada tinggi. > > "Tidak usah pasang iklan di situ. Toh yang punya uang itu pemerintah. Saya > juga mengatakan menginstruksikan kepada seluruh staf khusus Presiden agar > tidak usah menerima undangan interview dalam acara prime time. Itu hanya > untuk melaku-lakukan televisi tersebut. Kita mau bicara apa salah. Dijelaskan > salah. You masukkan saja (di berita). Tidak apa-apa," tegasnya. (Nav/OL-2) > ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
