Refleksi : Sejak akhir Januari  ini banyak berita indah disiarkan, dan bagus 
sekali bila angka penderita TBC menurun, berarti rakyat bertambah sehat. 
Tetapi, barangkali perlu diperhatikan bahwa penderita TBC paling laris diderita 
warga miskin dan dengan kenaikan harga sembako dan biaya pengobatan yang mahal, 
pengangguran merajalela menjadi dasar kemungkinan jumlah kaum miskin bertambah 
banyak, ini adalah gejala umum yang tak dapat dihindarkan, maka oleh karena itu 
berita TBC menurun  patut diterima dengan reservasi kebenarannya, disebabkan 
oleh sebab banyak pembohangan dilakukan oleh para petinggi berkuasa dan 
apresiasi WHO didasarkan pada informasi data dari instansi yang umumnya 
berpedoman ABS.


http://us.detiknews.com/read/2011/02/24/180611/1578724/10/penderita-tbc-turun-indonesia-diapresiasi-who?9911032

Kamis, 24/02/2011 18:06 WIB



Penderita TBC Turun, Indonesia Diapresiasi WHO  
Adi Lazuardi - detikNews

Jakarta - Tim Joint External Tuberculosis Monitoring Mission (JEMM) yang 
melakukan penelitian di Indonesia menemukan banyak perbaikan dalam upaya 
pengendalian tuberculosis (TB) di Indonesia. Salah satunya adalah turunnya 
peringkat Indonesia pada daftar negara dengan beban TB terbesar di dunia.

"Indonesia telah mengalami kemajuan yang diakui oleh dunia internasional, 
terlihat dari peringkat beban TB Indonesia yang turun dari peringkat 3 ke 
peringkat 5 dunia," kata Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan 
Lingkungan Kemenkes, Tjandra Yoga Aditama dalam konferensi pers usai pertemuan 
Menteri Kesehatan dengan tim TB dari WHO di Ruang Leimena, Gedung Kementerian 
Kesehatan, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2011).

"Tahun 2000, korban meninggal akibat TB ada 140.000 jiwa. Sedangkan pada tahun 
2010 ada 60.000 jiwa. Indonesia sudah mencapai 3 dari 4 target, yaitu angka 
kematian yang lebih rendah, angka penemuan kasus yang lebih rendah dan angka 
keberhasilan penyembuhan yang meningkat," tambah Tjandra.

JEMM diketuai oleh dr. Jaap Broekmans, Direktur dari Royal Netherlands 
Tuberculosis Association (KNCV) terdiri dari 17 pakar TB internasional, 27 
pakar nasional dan 13 pakar dari National TB Program (NTP) Indonesia.

Penelitian JEMM dilakukan di Propinsi Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Timur, 
Sulawesi Selatan, dan Papua pada tanggal 14-26 Februari 2011. Penelitian ini 
kemudian memberikan 6 rekomendasi penuntasan penyakit TB di Indonesia.

6 Rekomendasi itu yakni, kesinambungan finansial untuk kesinambungan upaya 
pengendalian TB, peningkatan kemampuan manajemen hibah, keterlibatan rumah 
sakit dalam implementasi strategi DOTS, akses dan penggunaan obat TB secara 
rasional, pengembangan layanan pengobatan Multi Drug Resistance (TB MDR), dan 
peningkatan kualitas jejaring laboratorium.

Menanggapi hal ini, Menkes Endang Rahayu Sedyanigsih pun berjanji akan 
melaksanakan rekomendasi-rekomendasi itu. 

"Kami dari Kementerian Kesehatan akan mengupayakan secara optimal untuk 
menindaklanjuti rekomendasi dari tim JEMM ini," terangnya.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke