Kalau imbauan pemerintah ini dijadikan kebijakan ya tetap tidak bijak. Tetap tidak menggambarkan akal budi yang mendatangkan kebaikan bagi sesama.
Pemerintah terjebak (atau menunggangi?) logika bahwa yang namanya subsidi itu untuk menolong rakyat miskin, sehingga ngotot terus untuk membela rakyat miskin tapi dengan cara yang amat bloon; terus-terusan membelah rakyat menjadi si miskin vs si kaya. Gigih mempertahankan jurang pemisah. Padahal, tugas pemerintah RI (siapapun presidennya) adalah melaksanakan amanat konstitusi. Dalam hal ini, menghapus kemiskinan menuju rakyat adil-makmur. Ke sanalah segala kebijakan pemerintah harus mengarah. Realitanya, ibarat main bola, pemerintah masih sibuk lari sana lari sini mengejar bola, belum menggiring bola ke arah yang tepat tetapi penonton harus beli tiket dan tepuk tangan hanya karena mereka telah berkeringat. Tanpa malu-malu. --- "YR. Edy Purwanto" <edypurwanto@...> wrote: > Kebijakan tidak sama dengan himbauan!!! Sejak dulu kok cuma > dihimbau agar yang mampu tidak memakai premium bersubsidi yang > diperuntukkan bagi masyarakat yang miskin. Kalau aturan saja maka > pasti tidak mempan. > Thongkrongi di Pom Bensin donk!! Yang melanggar ditindak dengan > tegas dan diberi sanksi!! > > salam -edy > > -------------------------------------------------- ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
