Keluarga Para Pelaku Bom Bunuh Yang Telah Menjadi Sahid Akan Masuk Ke Firdaus

http://buktidansaksi.com/blogs/354/2011/03/

 jump to comments (0)



 
“Lakukanlah Nak...itulah satu-satunya jalan kita bisa masuk ke dalam rumah 
pelacuran Allah yang ada di atas sana.”


Seorang
 sahid atau ‘martir’ Muslim (seseorang yang mati ketika ia membunuh 
orang-orang kafir), bisa memohon pada Allah supaya Allah turut membawa 
serta 70 orang anggota keluarganya ke Firdaus bersama dengannya, tak 
peduli seberapa besarnya pun dosa-dosa mereka.
 
Pemikiran
 ini tetap ada dalam otak Papa saat ia tengah mempertimbangkan sebuah 
karir untuk Sharif, salah satu dari kesebelas anak laki-lakinya yang 
paling muda dan yang paling tidak berguna, serta beberapa dari anak 
perempuannya. Sharif tak cakap melakukan apa saja yang ada dalam dunia 
ini, ia bahkan tidak bisa mengingat lebih dari lima alias ketika mengisi
 klaim-klaim untuk kesejahteraannya.

Oleh
 karena itu sebuah dewan keluarga dipanggil, dan target-target pun 
didiskusikan. Pesawat udara, sekolah-sekolah dan kereta api, 
masing-masing menimbulkan pro dan kontra. Tetapi kemudian saudara 
perempuan Sharif yang bernama Parveen mengalami pikiran yang cemerlang. 
“Membunuh orang-orang Kristen itu benar-benar menyenangkan hati Allah, tetapi 
kau akan mendapatkan poin treble jika membunuh orang-orang Yahudi mari kita 
kirim dia ke Israel.”

Setiap
 orang dalam pertemuan itu setuju kecuali Mama, yang mempertanyakan, 
bagaimana nanti Syarif bisa memberi makan dirinya di Firdaus, sebab 
inilah kali pertamanya kelak, ia berada jauh dari rumah, sebab ia 
sendiri bahkan tidak sanggup membuka sebuah kaleng makanan.

“Tak
 ada masalah” kata Papa menjelaskan, “sebab dari ke-72 perawan yang ada 
di sana, beberapa dari mereka pastilah bisa memasak.” Tetapi Mama tidak 
yakin bahwa mereka sanggup memasak sebaik dia.

Sementara itu Sharif telah pergi ke laboraorium Mesjid lokal untuk mencampur 
bahan-bahan yang relevan dalam proporsi yang benar.
 
Maka
 hari besarnya pun tiba, dan Sharif bergegas menuju sebuah bar Israel 
yang ada di tepi pantai sambil berteriak “Aku menyukai Pepsi Cola lebih 
daripada kalian yang menyukai kematian! Akkah Albar!” – Hari itu, tak 
ada satu pun yang bisa ia lakukan dengan benar.

Ia
 memencet detonator dan kemudian terdengar suara mendesis, kemudian 
muncullah sebuah lidah api dari bom yang ada di pinggangnya – tapi tidak
 terjadi ledakan. Sharif memang bukan orang yang jenius dalam bidang 
kimia, sebab yang ia buat adalah sebuah campuran bom bakar, bukan jenis 
bom yang dimaksudkan untuk meledak.

Dalam
 sebuah usaha untuk mematikan lidah api itu, Sharif kemudian berlari dan
 melompat ke dalam laut. Berhasil, tetapi kemudian ia baru ingat bahwa 
ia tidak pernah belajar berenang.

Ia
 mati tenggelam, dan hal itu meninggalkan ketidakpastian terhadap Papa 
dan Mama. Bisakah Sharif menjadi seorang yang dianggap mati sahid hanya 
karena telah membunuh dirinya sendiri tanpa membunuh satu pun orang 
kafir? Karena itu mereka mengunjungi seorang medium untuk melakukan 
kontak dan menemukan apa yang sedang dilakukan oleh Sharif di alam yang 
lain.
 
“Ceritakan
 padaku seperti apa itu tempat dimana engkau berada sekarang” kata Papa.
 Suara Sharif melalui sang medium terdengar serak dan aneh.

“Aku
 bangun pagi dan melakukan hubungan seks. Kemudian aku makan selada. 
Lalu aku berhubungan seks kembali. Kemudian aku makan timun. Kemudian 
melakukan lebih banyak hubungan seks, dan makan seledri dan demikian 
seterusnya di sepanjang hari itu.”.......
 Baca selengkapnya di SINI

http://buktidansaksi.com/blogs/354/2011/03/




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke