Jangan terlalu soklah
terlalu dini untuk mengatakan tuhan ngga ada

kalau mau tau yang " ngga ada " secara pasti dan absolut
itu memang ada

namanya " otak si jusfiq "

Otak dia MIA ( Missing in action )




--- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@...> wrote:
>
> Tuhan Itu Enggak Ada, Belum Pernah Ada, Selamanya Tidak Ada
>                                              
> Jadi bagaimana mungkin Tuhan yang tidak ada bisa punya anak, otomatis karena 
> Tuhan tidak ada, juga tidak ada anaknya.
> 
> Tuhan itu bukan nama keluarga, jadi enggak mungkin punya anak, enggak mungkin 
> punya pembantu, enggak mungkin punya utusan, dan enggak mungkin mengangkat 
> pegawai.
> 
> Jadi buang jauh2 omongan2 utusan Tuhan, anak Tuhan, bapak Tuhan ataupun 
> bayangan Tuhan.
> 
> Tuhan itu bukan roh karena roh juga tidak ada dan ini bisa dibuktikan ketidak 
> ada-annya.
> 
> Masalah adanya pendekar2 agama yang menganggap Tuhan belum bisa dibuktikan 
> keberadaannya atau belum bisa dibuktikan ke tidak adaannya, adalah SALAH.  
> Tuhan sudah bisa secara pasti dibuktikan TIDAK ADA.
> 
> Yang membuat anggapan bahwa Tuhan belum bisa dibuktikan keberadaan atau 
> ketidak adaannya hanyalah mereka yang punya vested interest terhadap pemujaan 
> agamanya sehingga dengan berbagai cara menyesatkan anggapan2 bahwa Tuhan 
> tidak ada.
> 
> Banyak cara2 ilmiah yang sederhana atau yang komplex yang bisa dilakukan 
> untuk membuktikan "Tidak Adanya Tuhan".  Masalahnya hanya terbentur mereka 
> yang percaya yang dengan sia2 menyangkal menganggap bukti2 itu bukanlah bukti.
> 
> Manusia itu sendiri pada dasarnya adalah keajaiban, mereka bisa meng-Adakan 
> hal2 yang tidak ada untuk menjadi se-olah2 Ada meskipun tetap tidak ada.  
> Disinilah letak daripada permainan alam perasaan manusia yang bisa dibentuk 
> melalui brainwash, dan teknik yang sama juga kemudian digunakan dalam 
> "Reklame", juga dalam "entertainment", dan berbagai strategy perang 
> psikologis lainnya.
> 
> Jadi agama Islam, Kristen, Yahudi dll, pada dasarnya mengelabui manusia 
> melalui standarisasi kepercayaan agamanya.  Intinya hanya melalui harapan2, 
> ketakutan2, ancaman2, janji2, yang kesemuanya kemudian dikaitkan dengan hukum 
> yang berlaku dengan hukuman "Neraka" bagi yang menentang atau melanggar 
> agamanya atau mendapatkan kebahagiaan berupa "Sorga" bagi yang berjasa atau 
> tunduk kepada agamanya.
> 
> Menjadi orang baik tidak harus beragama, dan tidak ada orang bisa menjadi 
> baik karena agamanya.  Disinilah kuncinya, jangan terpengaruh anggapan bahwa 
> untuk menjadi baik kita harus beragama.
> 
> Tidak satupun dan tiada siapapun menjadi baik atau menjadi terbaik akibat 
> beragama.  Karena memang pada dasarnya agama bukan membina manusia menjadi 
> baik melainkan membelenggu manusia kepada cita2 agamanya.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke