Refleksi : Apa yang bisa dilakukan oleh KPK mengenai kebohongan selain menerima 
laporan?

http://www.sinarharapan.co.id/berita/content_96/read/kebohongan-publik-tokoh-agama-melapor-ke-kpk/

Jumat 04. of Maret 2011 13:50 
Kebohongan Publik Tokoh Agama Melapor ke KPK
OLEH: SIGIT WIBOWO



     
Jakarta - Tokoh-tokoh Lintas Agama mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi 
(KPK), Jumat (4/3). Mereka ingin menyampaikan berbagai laporan dari masyarakat 
terkait pengaduan kebohongan publik.

Hingga kini, Posko Rumah Pengaduan Kebohongan Publik menerima laporan 
masyarakat menyangkut berbagai keboho­ng­an publik yang dilakukan lembaga 
eksekutif (pemerintah), legislatif (DPR), dan yudikatif (pengadilan).


Hal tersebut dikemukakan anggota Badan Pekerja Tokoh Lintas Agama, Fajar Riza 
Ul Haq, di Jakarta, Jumat. "Rumah Pengaduan Kebohongan publik menerima banyak 
laporan masyarakat.  Pada umumnya kasus-kasus korupsi yang di­sampaikan," 
katanya. 
Masalah korupsi yang dilaporkan antara lain kasus mafia pajak Gayus Tambunan 
dan skandal Bank Century. Selain itu, mereka juga melaporkan kebohongan publik 
terkait de­ngan masalah kemiskinan, pe­ngangguran, infrastruktur, pendidikan, 
dan pembalakan liar (illegal logging).
Direktur Eksektif Maarif Institute ini mengatakan, Badan Pekerja Tokoh Lintas 
Agama menyusun laporan dalam 11 kategori. Data-data dan informasi pendukung 
telah diverifikasi oleh berbagai lembaga swadaya masyarakat, ekonom, sosiolog, 
dan pihak-pihak yang berkompetensi. Semua pihak yang memiliki kecintaan pada 
bangsa dan ingin Indonesia dikelola dengan jujur dilibatkan dalam penyusunan 
laporan.

Kegagalan Angket
Fajar menyatakan, kegagalan angket mafia pajak juga menjadi perhatian 
masyarakat. Angket mafia pajak sebenarnya bertujuan positif, yakni membongkar 
korupsi pajak yang tiap tahun merugikan puluhan sampai ratusan triliun. Gayus 
hanya pemain kelas teri sehingga ada kemungkinan banyak pemain kakap yang belum 
terungkap.


Romo Benny Susetyo me­nyatakan, tokoh-tokoh Lintas Agama dan badan pekerja 
berharap agar KPK menindaklanjuti laporan. "Tokoh agama menyuarakan aspirasi 
publik. KPK harus profesional dan tidak boleh tebang pilih," kata Sekretaris 
Eksekutif KWI ini.  


Keberanian KPK dalam bertindak akan memberikan rasa keadilan di masyarakat. Ia 
menyatakan, saat ini masya­rakat enggan percaya kepada penegak hukum selain KPK 
sehingga ini merupakan harap­an terakhir. "Jika KPK tidak berani menegakkan 
keadilan maka robohlah nurani publik. Kondisi ini tidak boleh terjadi karena 
akan sangat berbahaya," paparnya.


Romo Benny menambahkan, saat ini, KPK dan pemerintah harus menegakkan hukum dan 
keadilan demi menciptakan keadaban publik. Jika KPK dan pemerintah bekerja 
efektif maka kewibawaan rak­yat bisa dipulihkan. "Presiden harus fokus dan 
tidak perlu melakukan kompromi politik untuk memenuhi harapan masyarakat," 
paparnya.


Empat tokoh agama yang sudah memastikan hadir ke KPK pukul 13.00 WIB yakni Buya 
Syafi'i Maarif, Salahuddin Wahid (Gu Solah), Romo Franz Magnis Suseno, dan KH 
Masdar F Mas'udi. Tokoh-tokoh lain seperti Pendeta Andreas Yewangoe, Biksu 
Pannyavaro, dan I Nyoman Udayana Sangging, meskipun tidak bisa datang, mereka 
tetap memberikan dukungan.


Rumah Pengaduan Kebohongan Publik didirikan oleh tokoh-tokoh dan Badan Pekerja 
Lintas Agama untuk merespons berbagai tindak kebohongan publik yang dilakukan 
pemerintahan SBY-Boediono, DPR, partai politik, dan penegak hukum. Rumah 
Pengaduan ini didirikan di sejumlah kota besar di Indonesia yang melibatkan 
organisasi keagamaan dan civil society (masyarakat madani). n


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke