Hanya psikiater (dan atau maut) yang bisa menolongnya
Bajingan pedusta.
Bangsat tukang kibul.
Nggak heran pengetahuannya cetek kayak comberan dimusim kemarau di  Jakarta..
Pergilah berobat ke psikiater, anda jelas sudah gila.
Terus-menerus berdusta, ngibul, menyebar fitnah dan pemer isi otak anda yang 
busuk, nista lagi menjijikkan sungguh tidak ada gunanya.
Anjing.
Otaknya sudah rusak berat dan jadi dungu kayak babi nanya anda tahu apa yang 
namany anjing?
Nah anda itu adalah manusia yg hobi berlari-lari dan bermental anjing yang suka 
menyalak asal memfitah.
Anjing.
Anda tahu apa yang namany anjing?
Nah anda itu adalah manusia bermental anjing yang suka menyalak asal memfitah.
Bajingan penipu.
Bangsat penipu.
Manusia bertabit nista.
Kerak kenistaan.
Tolol.
Dungu.
Bodoh.
Goblok.
Pandir.
Anda itu adalah bangsat tukang kibul, 
Bajingan pendusta.
Bajingan pendusta.

--- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@...> wrote:
>
> 
> Makanya belajarlah ke negeri Skandinavia dan negeri demokratik lain yang 
> melaksanakan welfare state...
> 
> Dan orang Arab Saudi sudah mau belajar tuh ke Finlandia..
> 
> 
> --- In [email protected], "Tawangalun" <tawangalun@> wrote:
> >
> > mBon sekarang aja kontrasepsi itu kudu mbayar makane program KB 
> > gagaal.Utangnya entek nggo mangan.
> > 
> > Shalom,
> > Tawangalun.
> > 
> > --- In [email protected], "sunny" <ambon@> wrote:
> > >
> > > Refl. Di negeri-negeri Skandinavia (Denmark, Finlandia, Swedia dan 
> > > Norwegia) dianjurkan semua anak wanita umur belasan tahun untuk disuntik 
> > > vacine guna mencegah kanker rahim. Suntikan ini gratis!!!
> > > 
> > > Apakah sevice demikian tidak bisa dilakukan di NKRI seperti di negeri 
> > > kafir?
> > > 
> > > 
> > > http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&view=article&id=87835:270000-perempuan-indonesia-meninggal-akibat-kanker-serviks&catid=82:umum&Itemid=144
> > > 
> > >       270.000 Perempuan Indonesia Meninggal Akibat Kanker Serviks 
> > > 
> > >            
> > >       Sekitar 270.000 perempuan di Indonesia meninggal dunia setiap tahun 
> > > akibat kanker leher rahim atau serviks, kata Wakil Dekan Fakultas 
> > > Kedokteran Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Titik Kuntari MPH.
> > > 
> > >       "Berdasarkan data yang ada, setiap tahun sekitar 500.000 perempuan 
> > > di Indonesia didiagnosis terinfeksi kanker serviks. Dari jumlah itu, 
> > > 270.000 penderita meninggal dunia," katanya di Yogyakarta, Kamis.
> > > 
> > >       Di Indonesia, menurut dia, kanker serviks telah menjadi pembunuh 
> > > nomor satu dari keseluruhan kanker. Kanker serviks merupakan penyakit 
> > > kanker paling umum kedua yang biasa diderita perempuan berusia 20-55 
> > > tahun.
> > > 
> > >       "Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh dalam leher rahim. 
> > > Kanker itu terjadi pada serviks uterus, yakni suatu daerah pada organ 
> > > reproduksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke rahim yang terletak 
> > > antara rahim dengan vagina," katanya.
> > > 
> > >       Ia mengatakan, berdasarkan survei yang melibatkan 5.423 perempuan 
> > > di Asia dan dilakukan pada sembilan negara termasuk Indonesia, 
> > > menunjukkan hanya dua persen perempuan yang mengetahui infeksi human 
> > > papilloma virus (HPV) merupakan penyebab kanker serviks.
> > > 
> > >       "Jadi, pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih 
> > > sangat kurang. Rendahnya tingkat pengetahuan dipercaya memperburuk 
> > > kondisi yang ada dan diperkirakan angka kejadian kanker serviks terus 
> > > meningkat setiap tahunnya," katanya.
> > > 
> > >       Padahal, menurut dia, ada cara mudah terhindar dari kanker serviks 
> > > melalui vaksinasi. Deteksi dini dan vaksinasi dapat menekan angka 
> > > kejadian kanker serviks pada perempuan Indonesia.
> > > 
> > >       "Metode deteksi dini dengan papsmear sudah lama ditemukan, tetapi 
> > > yang melaksanakannya masih sangat terbatas," katanya.
> > > 
> > >       Ia mengatakan perempuan yang aktif secara seksual dengan 
> > > berganti-ganti pasangan, berhubungan seks pertama pada usia kurang dari 
> > > 18 tahun, dan merokok memiliki risiko terinfeksi kanker serviks.
> > > 
> > >       "Namun demikian, perilaku yang meningkatkan risiko terkena kanker 
> > > serviks tersebut saat ini disinyalir justru meningkat, seperti seks 
> > > bebas, hubungan seks pertama pada usia kurang dari 18 tahun, dan 
> > > merokok," katanya.
> > > 
> > >       Berkaitan dengan hal itu, Fakultas Kedokteran Universitas Islam 
> > > Indonesia (UII) akan menyelenggarakan seminar bertema Deteksi Dini dan 
> > > Pencegahan Kanker Serviks di Gedung Mandala Bakti Wanitatama Yogyakarta 
> > > pada 19 Maret 2011.
> > > 
> > >       Ketua panitia seminar Hilmi Pradiksa mengatakan, kegiatan itu akan 
> > > membahas tentang fakta kanker serviks di Indonesia, penyebab, faktor 
> > > risiko, pencegahan, dan terapinya.
> > > 
> > >       Seminar menghadirkan pembicara beberapa pakar kanker serviks, di 
> > > antaranya Hasto Wardoyo dan Addien Tri Rahmanto. (Ant)
> > >      
> > > 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke