Refleksi:  Perebut rejeki biasanya bisa menjadi garang,  jadi ayo baku hantam, 
tidak baku hantam tidak dapat rejeki bin berkat. Apa yang mereka rebutkan tidak 
ada sangkut pautnya dengan perbaikan kehidupan kaum miskin melarat.

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/03/207891/3/1/Di-Luar-Koalisi-Golkar-dan-PKS-bisa-Lebih-Garang


Di Luar Koalisi, Golkar dan PKS bisa Lebih Garang 

Sabtu, 05 Maret 2011 04:59 WIB      
Penulis : Hillarius U Gani


JAKARTA--MICOM: Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 
Ikrar Nusa Bhakti mengatakan penggunaan kata pemerintahan koalisi adalah salah 
kaprah karena hal itu tidak dikenal dalam konstitusi Indonesia. 

Salah kaprah tersebut terjadi karena kabinet yang dibangun adalah kabinet 
presidensial, bukan kabinet parlementer. 

"Kita jangan lupa ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ingin maju menjadi 
presiden dan setelah dia menjadi presiden, dia ngajak partai-partai politik 
untuk bergabung mendukung pemerintahan SBY-Boediono. Dan saya ingat, PKS adalah 
partai pertama yang mendukung pencalonan SBY pada 2009," ujar Ikrar di Jakarta, 
Jumat (4/3). 

Jika SBY berani mencampakkan PKS, menurut Ikrar, SBY bisa kualat karena 
bagaimanapun PKS adalah partai pertama yang mendukungnya sebagai calon 
presiden, dan partai pendukung sebelum SBY popular karena ketika itu grade-nya 
masih di bawah Megawati. "Itu sejarah penting bagi dukungan SBY yang tidak bisa 
dilupakan begitu saja," ulas Ikrar. 

Sementara itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Bachtiar Effendi 
menyatakan, dalam koalisi jelas akan sulit karena tidak mungkin partai-partai 
politik digabung secara permanen. 

Apalagi, bila setiap kebijakan, partai koalisi diminta untuk mendukung secara 
penuh, itu tidak mungkin. "Pasti akan ada benturan. Apalagi setelah masuk tahun 
2013, benturan kepentingan politik antarpartai akan kian kencang," katanya. 

Saat ini, lanjut Bachtiar, harus ada kesadaran partai koalisi tidak akan bisa 
mendukung selamanya. "Kalau memang dianggap sudah tidak berguna, diganti saja. 
Tapi kalau menteri dari PKS diganti, apakah PDIP atau Gerindra siap 
menggantikan? Tapi saya yakin, SBY dan PD akan berpikir panjang untuk 
mengeluarkan PKS dan Golkar dari koalisi. Karena jika mereka di luar, akan 
semakin keras terhadap pemerintah," tutur Bachtiar. 

Karena itu, Bachtiar menegaskan, kondisi itu harus dipahami sebagai bagian dari 
dinamika politik. "Kalau memang SBY tidak suka dengan salah satu partai, jangan 
main ancam dengan reshuffle. Ini politik yang tidak sehat. Dan saya juga miris 
dengan pernyataan politisi Partai Demokrat yang ikutan mengancam dengan bahasa, 
kalau sudah tidak suka, silakan keluar dari koalisi. Pernyataan itu 
mencerminkan ketidakdewasaan berpolitik," pungkasnya. (Hil/OL-9)

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke