Maksud Cari Nafkah Malah Mau Dipancung
                                        
Darsem wanita manis berjuang cari nafkah ke Arab Saudia demi masa depan 
satu2nya anak laki2.  Padahal Islam mewajibkan suami memberi nafkah isteri dan 
anaknya, tapi disini sebaliknya karena kehidupan nyata itu bertentangan dengan 
ajaran Islam.

http://berita.liputan6.com/sosbud/201103/322456/Hukuman_Pancung_untuk_DarsemHukuman_Pancung_untuk_Darsem

Di Arab Saudia pusat Islam sedunia tanah suci bagi agama Islam, ternyata suami 
majikan Darsem tidaklah sesuci tanahnya, sama seperti nabi Muhammad yang doyan 
perempuan cantik bagaimanapun caranya harus bisa dinikmati.  Halal kalo 
dilakukan cuma kepada budaknya sendiri bukan budaknya tetangga.  Dalam Islam 
adalah hak majikan untuk menyetubuhi budaknya, itu hukum dan itu kemauan Allah.

Demikianlah, nafsu binatang muslim ditumpahkan disuatu malam buta, Darsem 
kaget, kebetulan ada kaki tempat tidurnya yang patah, dengan itulah kepala 
majikan yang beriman ini dikemplangnya persis seperti mengemplang anjing yang 
nyolong ikan goreng waktu Darsem di Jawa dulu.

Sang suami majikan majikan pingsan dikemplang kayu kaki tempat tidur oleh 
Darsem, mendengar ribut2 isteri kesatu sang suami keluar, dan bersama Darsem 
menggotongnya kekamar sang isteri, Darsem kemudian disuruhnya keluar, pintu 
kamar kemudian ditutup dan dikunci.

Sang isteri kesatu memang sudah habis akal mengetahui nafsu binatang suaminya 
yang tidak bisa dikendalikannya.  Oleh sang isteri, kepala suami yang sudah 
terluka sedikit ditambah lagi, diketok dengan seterikaan, akhirnya suaminya 
dari pingsan saja sekarang malah mati.

Setelah sang suami mati, si isteri kesatu ini menelepon polisi, dan Darsem 
dituduh membunuh suaminya.  Karena memang Darsem mengemplang, dia mengaku 
membunuhnya padahal kemplangannya tidak membuat sang majikan mati, justru sang 
isteri cemburuan inilah yang membuatnya mati mengambil kesempatan sang suami 
yang pingsan dan perbuatannya dipikur oleh si Darsem yang sudah mengaku.  Dan 
berdasarkan hukum Islam, sang isteri dan anaknya mewarisi harta suaminya, tapi 
Darsem mendapatkan hukum pancung dan bisa dibatalkan pemancungannya asalkan si 
Darsem yang malang ini membayar 4,9 milyard rupiah.

Darimana si Darsem bisa mendapatkan duit, padahal seharusnya si Isteri suami 
biadab inilah yang harusnya membagi warisannya kepada si Darsem karena si 
Darsem dijadikan kambing hitam oleh sang isteri majikan untuk memperoleh 
warisan itu.

KBRI di Arab malah membantu niat sang isteri, meminta rakyat Indonesia 
mengumpulkan sumbangan untuk membayar tebusan si Darsem, dan akhirnya berhasil 
dikumpulkan sumbangan sebesar 4,5 milyard tapi belum cukup dan si Darsem 
sekarang sudah dipasrahkan keluarganya untuk dipancung.

Seorang menteri di Indonesia yang bertanggung jawab urusan pengumpulan 
sumbangan ini, menyatakan agar sumbangan ini tak perlu dibayarkan kepada 
Darsem, negosiasi aja biar enggak usah bayar, dan uangnya bisa digunakan untuk 
yang lain.  Rupanya sang menteri tergiur untuk menikmati uang sumbangan, inilah 
satu2nya jalan halal mendapatkan uang tanpa korupsi.

Kasihan si Darsem, ditempat kerjaannya di Arab Saudia jadi kambing hitam untuk 
dipancung dan sang isteri majikan malah dapat warisan.  Dinegaranya sendiri dia 
juga dijadikan kambing putih untuk mendapatkan sumbangan yang memperkaya sang 
menteri diatas mayat si Darsem yang dipancung.

Dimanakah letaknya keadilan????  Inilah keadilan dalam Syariah Islam, yang 
paling adil, yang paling baik, dan yang paling manusiawi didunia ini.  Darsem 
mati hina dina ditanah suci yang dimuliakannya selama hidupnya sejak dia 
dilahirkan.

Bukan Islamnya yang salah, bukan umatnya yang salah, semuanya benar, Islam 
berasal dari allah dan umat tinggal menjalankannya, dan si Darsem juga bilang 
dia tidak bersalah meskipun Syariah Islam menyatakan si Darsem bersalah si 
Darsem tetap percaya bahwa Syariah Islam tidak bisa disalahkan.  Si Darsem 
bukan mati syahid, bukan martyr, bukan syuhada, tetapi setan pembunuh yang 
menyembah Allahnya dan tetap sebagai muslimah yang beriman Islam meskipun 
dianggap budak.

Kalo Islam Ahmadiah yang dinista malah dituduh menista, maka si Darsem yang 
bukan pembunuh dituduh sebagai pembunuh.  Meski kejadiannya tidak sama, tetapi 
perasaan sedihnya sama, keduanya sama2 dituduh melakukan perbuatan yang tidak 
diperbuatnya padahal keduanya adalah korban dari perbuatan yang dituduhkan itu.

Demikianlah, Rizal Ramli yang bekas Menteri Keuangan juga uztad di Sumatera 
Barat bilang "Saya tidak malu beristeri Cina", karena yang harusnya malu adalah 
orang2 yang beriman kepada Islam yang rame2 secara berjamaah memperkosa wanita 
dan isteri2 orang cina.

Kalo wanita dan isteri2 orang cina diperkosa secara berjamaah, maka si Darsem 
muslimah dipancung setelah diperkosa, dan sebelum dipancungpun dipaksa bayar 
tebusan kompensasi.  Rakyat RI terenyuh mendengar berita ini, rame2 menyumbang, 
diyakini bahwa sumbangan berhasil dikumpulkan lebih dari 10 milyard, tapi sang 
Menteri hanya mengumumkan cuma berhasil mengumpulkan 4,5 milyard, tujuannya 
untuk bisa menggunakan uang itu untuk hal2 yang lain jangan digunakan untuk 
menebus di Darsem yang hanya budak tak berpendidikan yang tidak berguna bagi 
bangsa dan negara ini.  si Darsem sebetulnya beruntung bisa mati ditanah suci 
yang justru banyak jadi cita2 umat muslim diseluruh dunia.

Ny. Muslim binti Muskitawati.







------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke