http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2011030802005714

      Selasa, 8 Maret 2011 
     
      BURAS 
     
     
     
Ketidakpastian, Sulitkan Rakyat! 

       
      H. Bambang Eka Wijaya



      "PRRIITT..!" Banpol nyemprit pengendara motor. "Tak lihat larangan 
berputar kecuali hari libur?"

      "Kulihat!" jawab pengendara. "Aku memutar di sini, karena ini hari 
liburku!"

      "Itu berlaku hanya pada hari libur umum! Bukan libur pribadi!" tegas 
Banpol. "Kalau libur pribadi berlaku, bisa menyulitkan rakyat pengendara lain 
untuk menebak apa orang yang datang dari arah lain libur atau tidak! Salah 
tebak, tabrakan! Pakai ketentuan dengan logika yang berlaku umum, karena kalau 
pakai yang khusus pribadi begitu bisa menimbulkan ketidakpastian!"

      "Ketidakpastian pula yang kau cemaskan!" timpal pengendara. 
"Ketidakpastian itu sudah jadi tradisi petinggi negara kita! Contohnya 
reshuffle kabinet, diramaikan sejak voting kasus Bank Century di DPR, sampai 
voting lagi kasus mafia pajak, bosan rakyat mengikuti beritanya tak kunjung ada 
kepastiannya! Juga soal pembatasan subsidi BBM, dari semula akan berlaku 1 
Januari 2011 diundur jadi 1 April, kini diundur lagi sampai waktu yang tak 
ditentukan! Ketidakpastian seperti itu terus berlangsung dari waktu ke waktu!"

      "Ketidakpastian seperti itu urusan orang atas! Kita lakukan terbaik yang 
terkait diri kita, agar dalam kehidupan sehari-hari kita tak terjerat oleh 
ketidakpastian yang datang dari atas itu!" tegas Banpol. "Memang sulit mengelak 
sepenuhnya dari ekses ketidakpastian itu, seperti fluktuasi harga yang membuat 
pedagang mumet selalu!"

      "Ah, kau, baru Banpol, tamtama juga belum, sok melindungi atasan dari 
tindakannya yang serba tidak pasti sehingga menyulitkan rakyat!" timpal 
pengendara. "Itu baru ketidakpastian dalam kebijakan yang akan dijalankan! 
Belum lagi terkait substansinya! Seperti mafia hukum dengan salah satu bentuk 
jaringannya, mafia pajak! Mafia-mafia itu dihabisi atau dilindungi, jadi 
ketidakpastian pula! Buktinya, saat kalangan DPR berusaha membongkar mafia 
pajak lewat hak angket, bukan hanya dijegal oleh barisan penguasa, bahkan 
penguasa marah hingga pemrakarsa hak angket mafia pajak ditendang keluar dari 
koalisi!"

      "Itu, lagi-lagi, kembali ke penggunaan logika yang berlaku umum oleh para 
pemrakarsa hak angket bahwa mafia pajak adalah kejahatan yang harus dibongkar 
dan dihabisi!" tukas Banpol. "Padahal, kubu berkuasa memakai cara berpikir 
khusus yang berkesimpulan usaha membongkar dan menghabisi mafia pajak itu harus 
dijegal dengan opsi ditolak! Hasilnya terlihat ketidakpastian sikap penguasa 
terhadap mafia pajak, eksesnya sulit dihindarkan dari menyengsarakan rakyat!" **
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke