Bukan, bukan dendam. Alamiah & manusiawi saja. 
Mereka cuma mengikuti ke mana larinya kekayaan tanah 
mereka. Kekayaan yang kini memakmurkan hidup 
bangsa-bangsa penjajah. 

Dan perempuan Indonesia sudah berjuang sejak 
batang hidung penjajah masih menancap di tanah ini 

:) 

--- "heri latief" <herilatief@...> wrote: 

> Eropa barat adalah biangnya kesengsaraan rakyat di asia, amerika 
> latin, afrika (slama lebih dari 400 thn!).
> 
> Slama 700 thn andalusia dikuasai  muawiyah, apa bukan itu namanya 
> dendam sejarah? :)
> 
> Hehehe..
> 
> Sent from my BlackBerry® smartphone
> 
> -----Original Message-----
> From: ajeg <ajegilelu@...>
> 
> Melihat perkembangan adab yang terus memburuk di Eropa, Marieme
> Helie Lucas melempar sindiran yang menampar kuping petinggi Eropa.
> 
> Marieme mengaku dasawarsa terakhir terjadi kebangkitan diskriminasi
> yang hebat di Eropa. Tetapi di bawah tekanan diskriminasi itu,
> mengapa perempuan migran dari keturunan Muslim justru memilih
> untuk mendukung sekularisme?
> 
> Tidak langsung terdengar tanggapan dari arah kanan maupun kiri.
> Para pemerhati perempuan Eropa seperti sibuk membersihkan kaca
> matanya agar lebih jelas melihat realita di sekitar.
> 
> Baru menjelang Hari Perempuan kemarin satu-persatu terdengar suara
> orang kaget. Begitu banyak kelompok perempuan migran di tengah
> mereka. Mulai dari semacam kelompok arisan, klub masakan daerah, 
> sampai aliansi anti militer yang tempohari diam-diam cukup aktif 
> menjewer Tony Blair.
> 
> Kita berharap semoga kacamata para pengamat tidak sampai pecah
> melihat kenyataan bahwa perempuan migran Muslim lebih suka
> pandangannya diwakili oleh sesama perempuan, dan bukan oleh pemuka 
> masyarakat mereka atau tokoh agama.
> 
> Di antara kita, mohon maaf kalau jadi ada yang melamun terkenang
> aksi para ibu & perempuan menolak kenaikan harga susu di Bundaran HI
> akhir abad lalu.
> 
> --- 
> 
> > Para tokoh mengkhawatirkan maraknya partai sayap kanan yang rasis.
> > Tokoh Muslim dan Yahudi menyatakan keprihatinan bersama terkait
> > partai-partai xenofobia ektrem kanan dan rasis di Eropa, Senin 
> > (7/3). Kedua pihak bertekad untuk bekerja sama mengakhiri 
> > fenomena ektremis yang mengancam "minoritas etnis dan keagamaan".
> >
> > "Islamofobia, anti-Semit, xenofobia, dan rasisme seharusnya tidak
> > dibiarkan mendapat tempat terhormat," demikian pernyataan bersama 
> > dari anggota Coordinating Committee of European Muslim and Jewish 
> > Leaders (Komite Koordinasi untuk Muslim Eropa dan Tokoh 
> > Yahudi--Red).
> >
> > "Kami tak akan membiarkan kami tercerai-berai, namun kami akan
> > bersama-sama memerangi kebencian terhadap Muslim, Yahudi, dan 
> > minoritas lainnya. Serangan terhadap salah satu dari kami adalah 
> > serangan terhadap kami secara keseluruhan," demikian lanjutan 
> > pernyataan tersebut.
> >
> > Kesepakatan dan sikap satu suara ini terjalin dalam pertemuan 
> > anggota komite. Para peserta berasal dari Belgia, Inggris, 
> > Prancis, Jerman, Italia, Belanda, Swiss, dan Amerika Serikat 
> > (AS). Mereka mengumumkan rencana untuk menggelar serangkaian 
> > acara terkait Hari Eropa pada Mei.
> >
> > Komite menyebutkan, hasil studi menunjukkan sikap Islamofobia dan
> > anti-Semit tumbuh pesat di Eropa.
> > Rabbi Marc Schneier dari New York, AS dan Imam Abduljalil Sajid 
> > dari Inggris, mengutuk sikap anti-Muslim dan anti-Yahudi di Eropa.
> >
> > "Islamofobia dan anti-Semit merupakan gambaran sikap rasisme di 
> > Eropa yang terus menguat. Karena itu, warga Yahudi dan Muslim 
> > harus be kerja sama untuk melawannya dan menghindari diri dari 
> > tudingan sebagai kambing hitam dari setiap kekerasan yang 
> > terjadi,'` kata Sajid seperti dikutip laman Jerusalem Post.
> >
> > Tokoh Muslim asal Pakistan yang juga pendiri British Muslim 
> > Council ini juga meminta warga Eropa agar mematuhi nilai 
> > universal. Nilai yang dimaksud adalah demokrasi, pluralisme, dan
> >  sikap saling menerima.
> >
> > Schneier yang juga wakil presiden World Jewish Congress (Kongres 
> > Yahudi Sedunia) menyatakan, banyaknya partai ekstrem kanan telah 
> > menciptakan agenda yang isinya menentang Muslim dengan menganiaya
> > warga Yahudi.
> > "Banyak partai populis atau ekstrem yang menentang warga Muslim, 
> > tapi partai ekstrem kanan termasuk Front Nasional Prancis, yang 
> > secara historis memiliki sikap antiSemit," kata Schneier.
> > Doktrin yang gagal Perdana Menteri Inggris David Cameron sempat
> > menyatakan dalam konferensi keamanan beberapa waktu lalu, "Doktrin
> > multikultural telah gagal di Inggris." Pernyataan Cameron itu 
> > sekaligus menempatkan Inggris sama halnya dengan Prancis dan 
> > Jerman yang mulai mempersoalkan hadirnya kelompok Muslim di 
> > negara mereka.
> >
> > Cameron sendiri menegaskan, Islam bukanlah kelompok ekstrem. 
> > Namun, pihaknya berharap agar kelompok Muslim mematuhi prinsip 
> > yang dianut Inggris terutama terkait dengan sikap demokrasi, 
> > kebersamaan, dan plurarisme agar dapat hidup berdampingan dengan
> > warga lainnya.
> >
> > Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, juga menyebutkan multikultural 
> > telah mati dan Prancis berupaya untuk memerangi kaum imigran, 
> > gipsi, dan kejahatan. Kanselir Jerman Angela Merkel juga 
> > menyebutkan, semangat multikultural yang gagal. Pernyataan itu 
> > disampaikan menyusul perdebatan akibat buku berbau rasialis karya 
> > Thilo Sarrazin yang mengkritisi bangsa Arab. ed: yeyen rostiyani
> >
> >http://republika.pressmart.com/RP/RP/2011/03/09/ArticleHtmls/09_03_20...
> 
> --
> "One Touch In BOX"






------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke