Presiden merasa dipaksa dan didikte melakukan reshuffle kabinet. Namun, 
arahnya kurang logis. Menyangkut isu reshuffle, arahnya ada yang kurang 
logis. Seolah-olah saya dipaksa, diharuskan, didikte untuk segera 
melakukan reshuffle."



Susilo Bambang Yudhoyono Presiden RI Reshuffle tetap ada.



Sudah ada komunikasi dengan menteri lama yang kira-kira akan 
di-reshuffle.'' Ahmad Mubarok Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jika
 reshuffle tidak dilakukan justru menjadi beban bagi Presiden.'' Saan 
Mustopa Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat Kinerja kedua menteri PKS yakni
 Menteri Pertanian Suswono dan Menteri Komunikasi dan Informatika 
Tifatul Sembiring masuk kategori buruk.'' Ikhsan Modjo Ketua Departemen 
Keuangan DPP Partai Demokrat

ISU reshuffle kabinet mem b u a t P re s i d e n S u s i l o Bambang 
Yudhoyono ter ganggu. Presiden merasa ada pihak yang mendesaknya 
melakukan reshuffle. Padahal, kabinet bukan untuk giliran dan 
ganti-mengganti.



"Menyangkut isu reshuffle, arahnya ada yang kurang logis.

Seolah-olah saya dipaksa, diharuskan, didikte untuk segera melakukan 
reshuffle," kata Yudhoyono saat membuka sidang kabinet paripurna di 
Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.



SBY tidak menyebut pihak yang mendesaknya melakukan reshuffle. Namun, 
selain pengamat, desakan paling nyaring agar SBY me-reshuffle justru 
dikumandangkan elite Demokrat, partai yang dibidani SBY.



Sejak Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) membelot dari garis 
koalisi dalam usul hak angket mafia pajak di Rapat Paripurna DPR (22/2),
 Demokrat lantang mendesak agar kedua partai itu didepak dari koalisi 
dan menteri dari kedua partai tersebut diganti.



Desakan semakin keras setelah Presiden menyampaikan pidato pada Selasa 
(1/3) yang mengatakan jika ada partai yang tidak lagi bersedia mematuhi 
komitmen, partai seperti itu tidak bisa bersama-sama lagi dalam koalisi.



Dalam konferensi pers di Jakarta (28/2), elite Demokrat, yaitu Ikhsan 
Modjo, Rachlan Nashidik, dan Ulil Abshar Abdalla meminta Presiden 
mencopot dua menteri PKS, yakni Menteri Pertanian Suswono dan Menteri 
Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring.



`'Kinerja kedua menteri itu masuk kategori buruk,'' kata Ikhsan.



Meski tidak menyebut nama secara spesifik, Wakil Sekjen Demokrat Saan 
Mustopa pada Kamis (17/2) juga mengatakan jika reshuffle tidak 
dilakukan, justru menjadi beban bagi Presiden.



"Semakin cepat reshuffle semakin baik. Toh, menteri yang kinerjanya 
kurang maksimal sudah berkali-kali diberi kesempatan," kata Saan.



Bahkan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Ahmad Mubarok pada Selasa 
(8/3) mengatakan SBY sudah memanggil menteri-menteri yang akan dicopot. 
"Reshuffle tetap ada.

Sudah ada komunikasi dengan menteri lama yang kira-kira akan di-reshuffle."



Hak prerogatif Apa kata kader Demokrat setelah SBY mengatakan ada yang 
memaksanya melakukan reshuffle? Kader Demokrat kini ramai-ramai berkilah
 reshuffle hak prerogatif Presiden.



Marzuki Alie, Ketua DPR, me ngatakan tidak ada kader Demokrat yang 
mendesak SBY melakukan reshuffle. "Demokrat tahu itu adalah kewenangan 
prerogatif Presiden," ujarnya.



Jawaban Mubarok lebih tulus.

"Mau apa lagi? Itu hak prerogatif Pak SBY," katanya kemarin. Keputusan 
SBY itu tidak pernah dibicarakan sebelumnya dengan kader Demokrat.



Namun, dia mengingatkan PKS dan Golkar agar tidak lagi bermanuver yang 
menyakitkan Demokrat. "Ini terakhir kali. Tidak ada ampun lagi bagi 
partai nakal," tegasnya.



Saan Mustofa pun sama. Menurutnya, reshuffle hak prerogatif Presiden. Adapun 
urusan Demokrat menata koalisi.

Saat ini koalisi butuh kontrak politik baru yang lebih tegas, termasuk 
punishment.



"Kesepakatan baru itu nanti benar-benar terukur, jelas, dan tidak 
multitafsir," kata dia. Dengan demikian, tidak ada lagi yang berdalih 
bahwa mereka hanya berkoalisi dengan SBY, bukan dengan Demokrat.



Pada kesempatan terpisah, Ketua DPP PKS Nasir Djamil mengatakan 
pembaruan kontrak politik adalah baik. Namun, aturan itu jangan mengikat
 terlalu kencang karena setiap partai memiliki konstituen. "Jangan 
sampai senjata memakan tuan."



(Nav/Wta/NA/CC/*/X-4) [email protected]
 KONSEP gubernur utama dan gubernur kepala daerah dalam Rancangan 
Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (RUU KDIY), malah 
akan menjadikan dualiseme kepemimpinan. Tidak hanya kebingungan yang 
terjadi, tapi juga konfl ik dan pertentangan di dalam pelaksanaan 
pemerintahan nantinya.



“Nanti malah bisa menimbulkan konfl ik dalam pemerintahan,” kata Warsito 
Utomo, pakar administrasi publik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), 
kepada rombongan Komisi II DPR, di Balai Senat UGM, Yogyakarta, kemarin.



Warsito kembali mengingatkan, predikat keistimewaan DIY tidak saja soal 
historis, tetapi politis kenegaraan juga.



Artinya, kata Warsito, sebagai suatu daerah berkedudukan

yang pertama kali memberikan pengakuan kepada NKRI.



Maka, kekhususan pun diberikan kepada DIY melalui UU Pemerintahan Daerah, mulai 
dari UU 1/1945, dan UU 22/ 1948.



Selain itu, Warsito juga memberikan catatan tambahan, selama ini 
kekhususan juga diberikan kepada provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan 
Papua. “Lantas mengapa DIY yang memiliki kekhususan sejak semula dan 
lama, tidak pula diberikan keistimewaan?” Sebelumnya, Anggota DPR dari 
Komisi II yang datang ke UGM, sempat mempertanyakan tentang keistimewaan
 di DIY, terutama dalam konteks kekinian. “Apakah keistimewaan 
Yogyakarta hanya dilihat dari faktor historis, yang berjasa dalam 
kemerdekaan RI, lalu

masih tetap harus istimewa?” tanya Ketua Komisi II DPR, Chairuman Harahap.



Sudjito, pakar hukum UGM menjelaskan, landasan keistimewaan DIY bukan 
hanya dari historisnya saja, melainkan juga dari faktor kosmologi dan fi 
losofi nya.



Ketua Pengelola S-2 dan S-3 Magister Ilmu Hukum FHUGM itu juga meminta 
agar DPR benar-benar menyusun RUU KDIY dengan menggunakan metodologi 
ilmiah yang benar, yakni sesuai dengan keinginan dan aspirasi masyarakat
 sekitar. “Seperti Konsep gubernur utama dan wakil gubernur utama, itu 
mana dasar hukumnya?” tanya Sudjito.



Dalam pertemuan itu, para pakar administrasi publik dan hukum memberi solusi 
agar

gubernur atau kepada daerah diangkat dari raja yang sedang bertakhta 
atau, jabatan gubernur ditentukan berdasarkan dengan harapan hidup, 
yakni usia sampai 76 tahun, syarat kesehatan dan lainnya.



Sementara itu, Paguyuban Kepala Desa dan Perangkat Desa se-Daerah 
Istimewa Yogyakarta (Ismaya) saat berdialog dengan Komisi II DPR, 
kemarin, menghendaki keistimewaan provinsi juga meliputi beberapa bidang
 seperti pendidikan, kebudayaan, pertanahan, dan adat istiadat.



Menurut Ketua Ismaya Mulyadi, ormasi yang beranggotakan 399 kepala desa 
dan 2.362 perangkat desa setiap hari melayani masyarakat dan mendengar 
langsung apa yang dikehendaki dalam perjuangan RUUK DIY. (FU/Ant/P-4)



http://anax1a.pressmart.net/mediaindonesia/MI/MI/2011/03/11/ArticleHtmls/11_03_2011_001_020.shtml?Mode=0

Berbagi berita untuk semua
 


      

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke