Pakistan dibawah pemerintahan Zia Ul Haq mengeluarkan Undang Undang melarang Ahmadiyah, menyatakan Ahmadiyah sebagai non Muslim dan menjatuhkan hukuman pengikut Ahmadiyah sebagai kriminal. Sejak saat itu, Pakistan menjadi 'laboratory abuse in the name of religion'.
Dampaknya akibat Undang Undang yang dikeluarkan oleh Zia Ul Haq tersebut sangat luar biasa. Masyarakat Pakistan menjadi vigilante 'take the law into their own hand'. Mereka bisa membunuh pengikut Ahmadiyah tanpa perlu polisi dengan berlindung dibalik hukum tersebut, mereka bisa membakar rumah, membakar mesjid, mengeluarkan pelajar Ahmadiyah dari sekolah/universitas, bahkan dampak yang lebih luas lagi, masyarakat Pakistan dapat melakukan kekerasan atas nama agama. Hal ini membuat Pakistan menjadi 'failed state' sekarang ini. Negara Pakistan yang didirikan oleh Ali Jinnah sebagai seorang demokrat sejati menjadi terpecah belah karena masalah agama. Bom meledak dimana-mana hampir setiap minggu. Baru-baru ini, seorang gubernur di Pakistan dibunuh oleh golongan garis keras karena perbedaan pendapat mengenai Islam. Sebagai negara gagal dimana negara gagal melindungi warga negaranya, maka 'paramilitary group' akan tumbuh subur untuk menjaga keamanan. Hukum sudah tidak berlaku lagi dan segala akibatnya akan sangat mengerikan. Beyond our wild imagination. Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia, tentunya mempunyai lebih banyak perbedaan variasi dalam menganut agama Islam. Apalagi, Indonesia mempunyai basic principle "Bhineka Tunggal Ika" akan lebih banyak lagi dijumpai perbedaan2 yang terjadi dalam Islam. Pemerintah daerah Jawa Barat dan Jawa Timur sudah melarang kegiatan Ahmadiyah dan akibatnya sudah terasa ketika kaum Ahmadiyah menjadi sasaran kekerasan yang terbanyak di Jawa Barat. Kaum garis keras melakukan kekerasan di Cikeusik yang mengakibatkan korban jiwa bisa berlindung dibawah fatwa MUI sehingga mereka bisa menghindari capital punishment. Golongan garis keras yang menutup mata dan tidak bisa melihat perbedaan karena segalanya hanya dilihat hitam dan putih dan harus sesuai dengan kemauan dan keinginan mereka, sama persis seperti Jusfiq yang memakai kacamata kuda dan selalu mengutamakan caci maki instead of dialog. Jangan sampai deh masyarakat Indonesia terjebak dalam lingkaran ketololan, kebodohan dan fasis seperti FPI dan Jusfiq. Amit amit jabang Jusfiq dah. Pemerintah pusat dalam hal ini sebaiknya cepat tanggap dalam menghadapi masalah Ahmadiyah ini sebelum propinsi lain latah mengikuti Jawa Barat dan Jawa Timur, dengan mengingatkan bahwa Konstitusi merupakan Hukum Tertinggi di Indonesia dan basic principle Bhineka Tunggal Ika merupakan landasan dasar berdirinya negara Indonesia. Perbedaan adalah Sunnatullah dan tidak bisa dihindari apalagi di eliminasi. Sifat Allah dalan asma ul husna yang paling sering disebut oleh umat Muslim adalah Rahman (Pengasih) dan Rohim (Penyayang). Jika dua sifat Pengasih dan Penyayang seperti dalam kalimat "Bismillahi rohman nir rohim" ini sampai ditinggalkan, artinya hanya melihat 'dress beauty instead of inner beauty', dapat disimpulkan bahwa kekacauan dan 'kutukan' akan menimpa Indonesia seperti contoh nyata di Pakistan. ========== ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
