Yo gak mungkin apa untungnya si intel sebab polisinya ada yg terluka.Misalnya 
opo mungkin CIA mau melukai FBI.

Shalom,
Tawangalun.

--- In [email protected], "Jusfiq" <kesayangan.allah@...> wrote:
>
> 
> Bom Utan Kayu Diduga Kerjaan Intelijen
> 
> Selasa, 15 Maret 2011 23:42 WIB      274 Dibaca  |  0 Komentar
> 
> MI/Ramdani/pj
> 
> JAKARTA--MICOM: Pengamat intelijen Soeripto menduga bom buku yang ditujukan 
> kepada mantan Koordinarot Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla 
> yang berkantor di Utan Kayu, Jakarta Timur, merupakan pekerjaan intelijen. 
> Untuk situasi Indonesia saat ini, yang paling mungkin melakukan kekerasan 
> dengan menggunakan bom adalah intelijen profesional.
> 
> “Yang bisa melakukan itu adalah orang yang profesinya sebagai intelijen. 
> Bisa saja agen intel yang melakukan pekerjaan itu. Orang biasa sulit,” 
> ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (15/3).
> 
> Soeripto tidak yakin, bom tersebut diprakarsai oleh teroris. Karena teroris 
> di Indonesia hampir tidak lagi berjalan pasca-Abubakar Baazir ditangkap.
> 
> Namun, yang perlu diperhatikan, kata Soeripto, intelijen tersebut bekerja 
> untuk siapa atau siapa yang mengkoordinasi kegiatan mereka. Ia belum bisa 
> menyebutkan siapa di balik pengeboman tersebut namun dia menilai tindakan 
> tersebut merupakan perbuatan liar yang sulit terkontrol. “Intel kita saat 
> ini sangat liar. Mereka tidak terkontrol, bekerja sesukanya,” ujarnya.
> 
> Soeripto menambahkan, hingga sekarang paradigma kerja intelijen Indonesia 
> masih pakai paradigma Orde Baru (Orba). Kekerasan selalu menjadi acuan untuk 
> meredam kebebasan pihak lain atau ingin mengontrol pihak tertentu.
> 
> “Intelijen kita masih gunakan paradigma Orba. Intel masih bekerja represif. 
> Padahal, intelijen kerjanya mengumpulkan data demi kepentingan negara,” 
> ujarnya.
> 
> Sementara itu, pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia 
> (LIPI) Indria Samego menjelaskan, di negara seperti Asia Selatan dan Asia 
> Tenggara, bom sering dipergunakan sebagai alat represif. Hal tersebut 
> merupakan bagian dari upaya menyampaikan kehendak atau aspirasi dengan cara 
> yang biadab.
> 
> Di Indonesia, hal tersebut terjadi, kata Indria, karena hukum tidak lagi 
> menjadi panglima. Hukum sering dibeli oleh kekuatan uang. “Banyak orang 
> yang mengambil jalan pintas. Lebih baik bom daripada pakai langkah hukum,” 
> terangnya. (*/OL-8)
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke