KOMPAS.com — Bencana gempa dan tsunami yang mengakibatkan kondisi krisis di 
reaktor nuklir Fukushima membuat sejumlah negara berpikir lagi untuk 
mengembangkan teknologi nuklir. Meski demikian, sejumlah negara Asia seperti 
China, Korea Selatan, India, dan Indonesia tetap optimistis dengan pengembangan 
teknologi ini.

Menristek Suharna Surapranata mengatakan, Indonesia sudah siap untuk nuklir 
dalam hal penguasaan teknologi, salah satunya dengan adanya reaktor milik Badan 
Tenaga Nuklir Nasional di Kota Bandung. "Mengapa kita harus antinuklir," 
ujarnya ketika menghadiri seminar di Institut Teknologi Bandung, Sabtu 
(12/3/2011).

Pengembangan teknologi nuklir mungkin menjanjikan, tapi dengan adanya bencana 
di Jepang, Indonesia perlu memerhatikan beberapa hal. Pakar Nuclear engineering 
dari Institut Teknologi Bandung Dr Eng Zaki Suud mengatakan, "yang penting 
adalah mengupayakan antisipasi yang akurat."

Faktor lain yang menurutnya penting adalah pemilihan lokasi pembangunan 
reaktor. "Kalau kita mau bangun, ya sebaiknya kita bangun di wilayah yang tidak 
rawan gempa. Pernah disebutkan itu di Bangka Belitung, tapi saya kira masih 
perlu studi," ungkapnya saat dihubungi lewat telepon, Rabu (16/3/2011).

Ia juga mengatakan pentingnya memilih reaktor. "Sebaiknya ya minimal kita pilih 
yang generasi 3+. Saya kira dengan adanya gempa ini beberapa pihak sudah 
mempertimbangkan. Dulu sempat terpikir memilih yang masih 2 lalu diupgrade, 
tapi dengan adanya ini minimal 3+," jelasnya.

Terdapat beberapa jenis reaktor, di antaranya Pressurized Water Reactor (PWR), 
Boiling Water Reactor (BWR, dan Pressurized Heavy Water Reactor. Tiap reaktor 
saat ini telah dikembangkan hingga generasi ketiga. "Pada reaktor yang sudah 
canggih, pembuangan panasnya bisa berlangsung secara alamiah."

Pengembangan reaktor di Indonesia, menurut Zaki, mungkin baru bisa terlaksana 
tahun 2020. Mengenai krisis nuklir di Jepang, ia mengatakan bahwa reaktor 
Fukushima memang sudah dioperasikan sejak tahun 1970-an. Reaktor itu sebenarnya 
dirancang tahan terhadap gempa, tapi tak sebesar gempa kemarin. 



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke